Dukung Pengembangan Pasar Modal - Penerapan E-Proxy Bakal Genjot Partisipasi RUPS

NERACA

Jakarta – Mendukung program pemerintan terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah mempercepat realisasi penggunaan platform electronic proxy (e-Proxy) dengan nama eASY.KSEI sejak 20 April 2020. eASY.KSEI merupakan sistem yang digunakan pemegang saham dalam pemberian kuasa secara elektronik kepada pihak lain untuk hadir pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Direktur Utama KSEI, Uriep Budhi Prasetyo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, implementasi eASY.KSEI diharapkan mampu meningkatkan partisipasi dalam RUPS terutama di Indonesia sebagai negara kepulauan dengan domisili investor yang tersebar di beberapa daerah, baik domestik maupun luar negeri.”Penerapan eASY.KSEI merupakan wujud dari dukungan KSEI terhadap pengembangan pasar modal Indonesia, dimana penggunaan platform digital dan video conference tak sekedar menjadi tren tapi sudah menjadi kebutuhan, terutama setelah adanya penerapan work form home dan PSBB di Indonesia dalam menghadapi pandemik Covid-19,”ujarnya.

Berdasarkan data per tanggal 12 Mei 2020, jumlah investor yang memiliki lebih dari satu saham adalah sebanyak lebih dari 50%, dimana terdapat kemungkinan RUPS dilaksanakan pada waktu yang bersamaan di lokasi yang berbeda, sehingga menyulitkan investor untuk memberikan suaranya. Sedangkan jumlah Emiten yang tercatat di Bursa sudah mencapai lebih dari 600 emiten. Selain itu,   berdasarkan data KSEI per tanggal 12 Mei 2020, jumlah investor pemilik saham telah mencapai 1.185.733 dan masih akan bertambah di masa mendatang.

Uriep berharap, implementasi eASY.KSEI dapat menjadi solusi bagi investor yang harus hadir pada beberapa RUPS yang diselenggarakan di waktu yang bersamaan, sekaligus meningkatkan kenyamanan untuk berpartisipasi dalam RUPS. Asal tahu saja, dalam mengembangkan eASY.KSEI, KSEI telah bekerjasama dengan lembaga Kustodian sentral dari Turki yaitu Merkezi Kayit Kurulusu (MKK). Kerja sama tersebut mulai terjalin sejak tahun 2017 melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

CEO and Broad Member MKK, Ekrem Arikan menyatakan, diantara sistem yang dikembangkan di pusat Research and Development MKK, Electronic General Meeting System (e-GEM) telah digunakan di pasar modal Turki sejak tahun 2012. Sistem ini digunakan untuk lebih dari 3.000 rapat elektronik, dengan partisipasi lebih dari 130.000 pemegang saham di Turki. e-GEM juga merupakan pilot project yang digunakan oleh beberapa negara dan merupakan salah satu aplikasi yang paling advanced di seluruh dunia. “Berkat kerja keras dan dedikasi dari tim MKK dan KSEI, saya sangat senang melihat bahwa eASY.KSEI telah diluncurkan secara resmi untuk pasar modal Indonesia,”jelasnya.

Sebagai informasi, eASY.KSEI dapat diakses oleh pemegang saham dan perwakilan individu dengan cara login melalui website AKSes KSEI (https://akses.ksei.co.id). Dengan login ke website AKSes KSEI, pemegang saham dapat mengakses eASY.KSEI pada menu yang tersedia tanpa perlu melakukan login ulang ke eASY.KSEI. Untuk saat ini, penggunaan eASY.KSEI dikhususkan untuk investor individu domestik.  Pengguna eASY.KSEI lainnya ada emiten, biro administrasi efek, perusahaan efek, dan bank kustodian. Mereka memanfaatkan eASY.KSEI dalam berinteraksi dalam satu platform yang terintegrasi untuk mengoperasikan kegiatan RUPS, mulai dari pengumuman dan pemanggilan RUPS oleh Emiten, pemberian kuasa dari pemegang saham maupun melalui perusahaan efek dan bank kustodian, proses registrasi sebelum pelaksanan RUPS oleh emiten yang dibantu BAE, perhitungan hasil voting, sampai pelaporan risalah ringkas RUPS yang akan di-upload oleh emiten. 

BERITA TERKAIT

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…