Saham Pyridam Farma Masuk Pengawasan BEI

Perdagangan saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA). “Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham PYFA yang di luar kebiasaan,”tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan, dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy, dalam surat keterbukaan Informasi BEI di Jakarta, kemarin.

Informasi terakhir mengenai perusahaan tercatat adalah pada tanggal 12 Mei 2020 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia terkait penyampaian materi public expose-tahunan. Buraa telah meminta konfirmasi kepada Perusahaan Tercatat pada tanggal 9 April 2020. Jawaban atas konfirmasi tersebut disampaikan Perseroan pada tanggal 9 April 2020.

Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham PYFA, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Lebih lanjut, BEI dalam pengumuman menyebutkan bahwa pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sekedar informasi, setelah dalam beberapa minggu ini terus mengalami tren naik, pada sesi I perdagangan, Selasa (19/5) pergerakan saham PYFA terpantau ditutup menguat signifikan sebesar 24,86% atau meningkat 370 poin ke harga Rp462 per saham dari harga pembukaan di Rp372 per saham.

BERITA TERKAIT

Sukses Bawa Perusahaan Melantai - Satu Global Investama Yakin Pasar Mulai Bangkit

PT Satu Global Investama (SGI), perusahaan financial advisor dan investment yang membiayai Pre-IPO financing sampai listing kembali sukses membawa perusahaan…

Laba Bersih BTN di Kuartal Tiga Tumbuh 39,72%

Di kuartal tiga 2020, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk catatkan laba bersih tumbuh 39,72% secara tahunan (year-on-year/yoy). Perseroan tercatat…

Pandemi Berkah Bank Besar Secara Likuiditas

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai, pandemi Covid-19 menguntungkan bagi bank-bank besar secara likuiditas, namun tidak secara kualitas asset (asset…

BERITA LAINNYA DI

Sukses Bawa Perusahaan Melantai - Satu Global Investama Yakin Pasar Mulai Bangkit

PT Satu Global Investama (SGI), perusahaan financial advisor dan investment yang membiayai Pre-IPO financing sampai listing kembali sukses membawa perusahaan…

Laba Bersih BTN di Kuartal Tiga Tumbuh 39,72%

Di kuartal tiga 2020, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk catatkan laba bersih tumbuh 39,72% secara tahunan (year-on-year/yoy). Perseroan tercatat…

Pandemi Berkah Bank Besar Secara Likuiditas

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai, pandemi Covid-19 menguntungkan bagi bank-bank besar secara likuiditas, namun tidak secara kualitas asset (asset…