Mulia Industrtindo Bukukan Rugi Rp 22,93 Miliar

NERACA

Jakarta - Emiten produsen kaca, PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) menanggung rugi bersih di sepanjang kuartal I 2020. Tercatat rugi bersih periode berjalannya sebesar Rp 22,93 miliar dari sebelumnya untung Rp 55,32 miliar di kuartal I 2019. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin.

MLIA mencatatkan penjualan bersih yang turun tipis 0,3% menjadi Rp 1.005 miliar atau Rp 1 triliun. Penjualan ke pihak berelasi ekspor turun dari sebelumnya Rp 7,67 miliar menjadi Rp 6,49 miliar. Adapun penjualan pihak ketiga lokal tumbuh 0,77% menjadi Rp 781,62 miliar, namun ekspornya turun 4% menjadi Rp 217,61 miliar. Beban pokok penjualannya terpantau tumbuh 4,5% menjadi Rp 789,94 miliar sehingga laba kotor MLIA terseret 15,3% menjadi Rp 215,79 miliar.

Di sisi lain beban penjualan, beban umum dan administrasi terpantau naik. Adapun MLIA juga mencatatkan kerugian kurs mata uang asing Rp 54,87 miliar dari sebelumnya untung kurs Rp 2,82 miliar. Mereka juga mencatatkan kerugian lain-lain Rp 1,29 miliar. Naiknya sejumlah beban dan kerugian kurs membuat MLIA menanggung rugi sebelum pajak Rp 27,67 miliar. Setelah ditambah manfaat pajak, MLIA mencatatkan rugi bersih Rp 22,93 miliar di kuartal I 2020. MLIA juga menanggung rugi per saham Rp 29,80.

Di triwulan I 2020, jumlah aset MLIA senilai Rp 5,92 triliun. Adapun jumlah liabilitasnya Rp 3,43 triliun dan ekuitasnya Rp 2,49 triliun. Tahun ini, perseroan menargetkan penjualan tumbuh 10% menjadi Rp 4,2 triliun. Perseroan begitu optimis target penjualan dapat tercapai, meski pencapaian di kuartal pertama masih merugi.

Keyakinan target penjualan bakal tercapai karena perseroan bakal mengoperasikan pabrik baru pada akhir semester pertama tahun ini. Sekretaris Perusahaan Mulia Industrindo, Henry Bun seperti dikutip kontan menjelaskan, untuk tahun 2020 dengan nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS) bisa menjadi hambatan bagi kaca impor untuk membanjiri pasar dalam negeri.”Sehingga Mulia Industrindo diharapkan bisa mengisi peluang tersebut,"ujarnya.

Tak heran jika MLIA mengincar pasar domestik sebab ekspor MLIA bakal agak terhambat. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi kinerja penjualan MLIA ke luar negeri pada laporan keuangan semester I 2020 mendatang.  "Ekspor akan terhambat ke sejumlah negara yang menerapkan lockdown seperti Malaysia," tambah Henry.

Asal tahu saja, pabrik baru Mulia Industrindo terdiri dari dua lini produksi dengan kapasitas 140 ton botol kaca per hari dan 75 ton glassblock atau balok kaca per hari. Fasilitas produksi anyar tersebut bakal mengungkit kemampuan produksi mereka menjadi 310.250 ton botol kaca dan balok kaca setiap tahun.

 

 

BERITA TERKAIT

Sentul City Bukukan Rugi Bersih Rp 234,49 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Sentul City Tbk (BKSL)  mencatatkan rugi bersih di paruh pertama tahun ini sebesar Rp234,49 miliar…

Belum Rilis Laporan Keuangan dan Denda - BEI Beri Denda dan Peringatan Bagi 24 Emiten

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan peringatan tertulis III disertai denda Rp150 juta kepada 24 perusahaan tercatat…

Telkom Dukung Pertamina Digitalisasi SPBU

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengimplementasikan program digitalisasi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sentul City Bukukan Rugi Bersih Rp 234,49 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Sentul City Tbk (BKSL)  mencatatkan rugi bersih di paruh pertama tahun ini sebesar Rp234,49 miliar…

Belum Rilis Laporan Keuangan dan Denda - BEI Beri Denda dan Peringatan Bagi 24 Emiten

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan peringatan tertulis III disertai denda Rp150 juta kepada 24 perusahaan tercatat…

Telkom Dukung Pertamina Digitalisasi SPBU

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengimplementasikan program digitalisasi…