Alfamidi Tebar Dividen Rp 21,2 Persaham

NERACA

Jakarta – Emiten ritel PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) mengumumkan pembagian total dividen tunai Rp61,1 miliar untuk laba bersih tahun buku 2019. Realisasi tersebut setara dengan Rp21,2 per lembar saham. Adapun rasio pembayaran atau dividen payout ratio sama dengan 30,09% dari total laba perseroan pada tahun lalu. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Keputusan pembagian dividen sendiri telah ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Kamis (14/5). Rapat dihadiri total 86,74% pemegang saham perorangan dan institusi yang merupakan seluruh saham yang telah dikeluarkan atau ditempatkan oleh perseroan karena sesuai dengan ketentuan anggaran dasar kuorum untuk penyelenggaran rapat.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham merestui pembagian dividen tunai yang akan dibayarkan pada tanggal 17 Juni 2020 mendatang. Sejumlah Rp 1 miliar disisihkan sebagai dana cadangan sesuai ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas. Sementara itu, sisa laba tahun berjalan sebesar Rp140,95 miliar akan digunakan untuk keperluan investasi dan modal kerja perseroan dan dicatat sebagai laba ditahan.

Seperti yang diketahui, perseroan yang mengoperasikan jaringan ritel Alfamidi tersebut mencatatkan laba bersih tahun lalu sebesar Rp203,06 miliar, naik 27,59% dibandingkan perolehan tahun 2018. Adapun, pendapatan neto perseroan ikut naik 8,63% secara tahunan menjadi Rp11,62 triliun pada tahun 2019. Sebagai informasi, perseroan berhasil membukukan laba bersih sepanjang tahun 2019 kemarin sebesar Rp203,06 miliar, naik 27,59% dibandingkan 2018 sebesar Rp159,15 miliar.

Walhasil, laba per saham atau earning per share yang dapat dibagikan perseroan untuk tahun buku 2019 adalah Rp70,45, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp55,22. Secara umum, kinerja pendapatan MIDI tumbuh 8,63% menjadi Rp11,62 triliun pada tahun 2019. Segmen makanan berkontribusi besar terhadap penjualan perseroan yakni sebesar 58,18%, diikuti oleh segmen minuman sebesar 28,56 persen dan makanan segar sebesar 13,26 persen dari total omzet.

Sementara dari segi geografis, penjualan di wilayah Jabodetabek menyumbang pendapatan terbesar bagi perseroan yakni sebesar 55,33%. Kemudian disusul luar Jawa sebesar 31,15% dan daerah Jawa luar Jabodetabek sebesar 13,52%. Meski begitu, perseroan tak mampu mengelak dari tingginya beban pokok penjualan yang naik sebesar 8,65% menjadi Rp8,72 triliun diikuti dengan beban penjualan dan distribusi yang meningkat 8,02% menjadi Rp2,38 triliun.

Di sisi lain, pos liabilitas perseroan menurun tipis 2,84% menjadi Rp3,77 triliun diikuti dengan kenaikan dari total ekuitas sebesar 12,97% menjadi Rp1,22 triliun sepanjang tahun 2019. Walhasil membuat total aset perseroan naik tipis 0,61%, dari Rp4,96 triliun menjadi Rp4,99 triliun pada tahun 2019. Terakhir, kas dan setara kas perseroan naik sebesar 22,46%, dari semula sebesar Rp196,89 miliar menjadi Rp241,12 miliar pada tahun 2019 dikarenakan adanya kenaikan kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi.

 

BERITA TERKAIT

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…