Tower Bersama Bagikan Dividen Rp 606 Miliar

NERACA

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUSPT) PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengumumkan pembagian dividen atas laba bersih tahun buku 2019. Total dividen tunai yang akan dibagikan sebesar Rp 606 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Emiten menara telekomunikasi ini menjelaskan penggunaan laba bersih untuk tahun buku 2019 yakni sebesar Rp 500 juta dialokasikan untuk cadangan umum. Kemudian, Rp 606 miliar sebagai dividen tunai dan sisanya dialokasikan untuk saldo laba. Adapun pembagian dividen sebesar Rp 28 per saham. Manajemen mengatakan pendistribusian dividen tunai pada 19 Juni 2020 kepada seluruh pemegang saham pada tanggal recording date 3 Juni 2020 dan tanggal cum dividen pada 29 Mei 2020.

Selain itu dalam RUPST juga disetujui pengangkatan kembali seluruh jajaran direksi TBIG. Para pemegang saham juga menyetujui pengangkatan komisari independen baru untuk dewan komisaris yakni Ludovicus Sensi Wondabio. Asal tahu saja, tahun lalu perseroan membukukan pendapatan Rp 4,7 triliun. Jumlah ini naik 8,81% dari pendapatan tahun 2018 yang sebesar Rp 4,32 triliun. TBIG juga berhasil membukukan kenaikan laba bersih 20,4% secara tahunan, dari Rp 680,58 miliar pada 2018 menjadi Rp 819,45 miliar.

Sementara nilai aset lancar TBIG adalah sebesar Rp 2,38 triliun. Beberapa diantaranya berasal dari kas setara kas, piutang usaha, serta pendapatan yang masih harus diterima. Selain itu, kas bersih TBIG yang diperoleh dari aktivitas operasi sepanjang 2019 mencapai Rp 3,69 triliun. TBIG juga mempunyai saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp 1,55 triliun.

Tahun ini, perseroan telah mempersiapkan belanja modal atau  capital expenditure  (capex) sebanyak Rp1 triliun - Rp2 triliun dan bersumber dari kas internal serta pinjaman bank. Direktur Keuangan TBIG, Helmy Yusman Santos seperti dikutip kontan pernah blang, persiapan capex tersebut digunakan untuk penambahan sebanyak 3.000 tenant yang terdiri dari 1.000 menara baru dan 2.000 kolokasi.
Kolokasi adalah layanan di mana operator telekomunikasi menyewa menara yang sudah dimiliki perusahaan menara telekomunikasi.”Dananya akan dialokasikan untuk penambahan organik 3.000 tenant (kombinasi dari menara baru dan kolokasi)," ujarnya.

Adapaun pada 2019 kemarin, TBIG telah memperoleh tenant baru sebanyak 2.578. Di samping itu, sebagian capex tersebut juga digunakan untuk membayar pembangunan menara yang sudah selesai dari tahun lalu, tapi baru dibayar tahun ini. Jumlah realisasi tenant baru tersebut setara 85,93% dari target total 2019.

 

BERITA TERKAIT

Sambut New Normal, Mayora Bagi Tips Jaga Stamina Tubuh

  Kesiapan memasuki fase New Normal menghadapi pandemi Covid-19 akan membawa perubahan prilaku manusia untuk lebih siap berhadapan menghadapi pandemi.…

Laba J Resources Menyusut Tajam 97,86%

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatat penjualan sebesar US$ 244,90 juta atau…

Hermina Cetak Pendapatan Rp 983,9 Miliar

NERACA Jakarta - Pandemi Covid-19 masih membawa kinerja keuangan PT Medikalola Hermina Tbk (HEAL) tumbuh positif. Emiten pengelola jaringan rumah…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sambut New Normal, Mayora Bagi Tips Jaga Stamina Tubuh

  Kesiapan memasuki fase New Normal menghadapi pandemi Covid-19 akan membawa perubahan prilaku manusia untuk lebih siap berhadapan menghadapi pandemi.…

Laba J Resources Menyusut Tajam 97,86%

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatat penjualan sebesar US$ 244,90 juta atau…

Hermina Cetak Pendapatan Rp 983,9 Miliar

NERACA Jakarta - Pandemi Covid-19 masih membawa kinerja keuangan PT Medikalola Hermina Tbk (HEAL) tumbuh positif. Emiten pengelola jaringan rumah…