Ditengah Pandemi, Tindak Tegas Pelaku Tidak Taat Aturan

NERACA

Jakarta  -  Pemerintah dalam hal ini akan menindak tegas siapa pun pelaku usaha yang hendak mencari keuntungan ditengah-tengah pandemic Covid-19 ini.

Kepala Satgas Pangan Brigjen Tahi Monang Silitonga membenarkan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan represif atas penegakan hukum akan dilakukan jika para pedagang dan pelaku usaha masih ada yang tidak mematuhi aturan sehingga tindakan ini jelas tidak bisa ditoleransi lagi.

 “Setelah dilakukan tindakan persuasif terlebuh dahulu kepada masyarakat maka selanjutnya akan ditindak dengan penegakan hukum,” ujar Tahi Monang.

Sementara itu, Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah memberikan apresiasi atas kecepatan Menteri Perdagangan dalam merespon kebutuhan barang kebutuhan pokok masyarakat yang saat ini sangat dibutuhkan dan menjadi salah satu bahan pangan mendasar masyarakat khususnya saat Ramadan dan Lebaran, seperti gula. “Ke depan kami akan tingkatkan terus koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, khususnya untuk distribusi barang kebutuhan pokok,” ujar Arief.

Disisi lain, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto turun langsung dalam melakukan Operasi Pasar Gula (OPG).  OPG ini untuk mengecek sendiri harga gula yang dijual pedagang.

Beberapa pedagang diketahui masih menjual gula pada kisaran harga Rp17.000/kg. Setelah ini, para pedagang diminta tegas untuk tidak menjual gula di atas HET Rp12.500/kg. Pedagang yang masih menjual gula di atas HET tersebut akan ditindak tegas Satgas Pangan.

“Saya sengaja minta produsen untuk menjual gula langsung ke pedagang di pasar rakyat sesuai HET Rp12.500/kg. Dalam masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, saya meminta seluruh pedagang di seluruh Indonesia agar menaati aturan pemerintah, dan lebih peduli kepada sesama. Bantulah dengan menyediakan barang kebutuhan pokok rakyat yang sesuai dengan harga yang ditetapkan. Jangan ada yang ingin mengambil keuntungan sepihak dengan menaikkan harga gula secara tidak wajar,” papar Agus.

Meski begitu, Agus, beberapa masalah yang menyebabkan harga gula sempat naik tinggi akibat terganggunya jalur distribusi, mundurnya jadwal pengapalan impor karena penetapan lockdown sejumlah negara yang terkena pandemi COVID-19 serta diberlakukannya pembatasan pergerakan hingga adanya jadwal penggilingan tebu yang tertunda. “COVID-19 ini sebagai jalan pintas untuk mengambil keuntungan yang sebesarbesarnya tanpa peduli kesusahan rakyat,” jelas Agus.

Kendati demikian, Agus berjanji mulai hari ini seluruh provinsi akan diguyur pasokan gula langsung ke pedagang, baik di pasar rakyat maupun di ritel modern. Masyarakat juga tidak perlu khawatir karena stok gula juga dalam kondisi cukup dan dengan harga yang terjangkau.

“Operasi Pasar Gula ini akan dilakukan ke seluruh provinsi mulai hari ini hingga menjelang Lebaran. Saya menjamin stoknya ada dan dalam jumlah yang cukup serta harga sesuai HET Rp12.500,” kata janji Agus.

Lebih dari itu, Agus juga mempertegas akan berkoordinasi Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan dalam mengawasi distribusi gula ke seluruh provinsi di Indonesia akan terus diperkuat.

“Lebih dari itu, Satgas Pangan juga telah diberi kewenangan penuh Presiden RI bersama Kepolisian RI untuk melakukan tindakan tegas kepada pedagang dan pelaku usaha yang masih berani memanfaatkan situasi pandemi COVID-19 ini sebagai jalan pintas untuk mengambil keuntungan yang sebesarbesarnya tanpa peduli kesusahan rakyat,” jelas Agus.

Sebelumnya, Kemendag melakukan pengecekan langsung gudang Bulog Divisi Regional Jawa Barat dalam rangkaian kepedulian Kemendag pada pedagang di pasar rakyat dan gudang SRG di Jawa Barat dengan menyerahkan bantuan sarana kesehatan senilai Rp5,4 miliar dan alat kesehatan kepada Pemprov Jabar.

“Hari-hari ini harga gula sudah turun menjadi Rp14.000/kg dan saya menjamin sebelum Lebaran nanti harganya akan stabil di tingkat Rp12.500/kg. Di ritel modern di seluruh Indonesia, harga gula sudah sangat stabil sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi). Saya dan tim monitoring Kemendag akan terus memonitor pergerakan harga gula ini,” ungkap Agus

Menurut Agus, harga gula memang sempat melonjak hingga Rp17.800/kg di Jabar. Sejumlah langkah terobosan telah dilakukan Kementerian Perdagangan untuk mengembalikan harga ke posisi normal sesuai HET.

Selain memangkas jalur distribusi yang terpotret cukup panjang, juga menambah stok dari impor dan menugaskan BUMN dan swasta untuk mengolah gula mentah menjadi gula kristal putih.

 

BERITA TERKAIT

BAKTI Kominfo Siapkan 2.000 Titik Akses Internet Hadapi New Normal

Jakarta-Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyiapkan 2.000 titik akses internet di lokasi baru sebagai…

35 Koperasi Sudah Dinormalisasi oleh SATGAS

NERACA Jakarta - Belum lama ini, Kementerian Koperasi dan UKM,  Satgas Waspada Investasi, serta Otoritas Jasa Keungan (OJK) merilis tentang …

Restrukturisasi KUR untuk Peternak Terpukul Covid-19

NERACA Jakarta - Melalui Siaran Pers Nomor HM.4.6/44/SET.M.EKON.2.3/04/2020 tanggal 8 April 2020, Pemerintah memutuskan membebaskan pembayaran bunga dan penundaan pokok…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

BAKTI Kominfo Siapkan 2.000 Titik Akses Internet Hadapi New Normal

Jakarta-Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyiapkan 2.000 titik akses internet di lokasi baru sebagai…

35 Koperasi Sudah Dinormalisasi oleh SATGAS

NERACA Jakarta - Belum lama ini, Kementerian Koperasi dan UKM,  Satgas Waspada Investasi, serta Otoritas Jasa Keungan (OJK) merilis tentang …

Restrukturisasi KUR untuk Peternak Terpukul Covid-19

NERACA Jakarta - Melalui Siaran Pers Nomor HM.4.6/44/SET.M.EKON.2.3/04/2020 tanggal 8 April 2020, Pemerintah memutuskan membebaskan pembayaran bunga dan penundaan pokok…