Indonesia Menempati Jumlah IPO Terbesar di Asia Tenggara

NERACA

Jakarta – Meski dihantam dengan pandemi Covid-19, geliat industri pasar modal dalam negeri masih tetap tumbuh dan bahkan berhasil mencatatkan jumlah penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) tertinggi di Asia Tenggara. Berdasarkan data dari Bloomberg League Table, terungkap ada 26 penawaran umum perdana yang diluncurkan di Indonesia dalam empat bulan pertama pada 2020 dan jumlah ini tertinggi di Asia Tenggara, bila dibandingkan di Singapura hanya enam dan Malaysia delapan perusahaan.

Menurut Vatsan Sudersan, APAC Head of Global Data Bloomberg dalam siaran persnya di Jakarta (18/5), Indonesia telah mendapati jumlah IPO terbesar sejauh tahun ini. Hanya saja perusahaan-perusahaan Indonesia masih lebih suka untuk mengumpulkan modal dari pasar modal hutang. “Dalam empat bulan pertama tahun 2020, hutang sebesar US$ 18,9 miliar seperti obligasi dan sindikasi pinjaman terbeli di Indonesia yang merupakan 98,1% dari total modal yang dikumpulkan,”ujarnya.

Meskipun tinggi jumlah IPO diluncurkan, pasar ekuitas modal (IPO dan penawaran tambahan lainnya) relatif kecil dalam hal nilai yang dinaikkan. Ukuran rata-rata setiap penawaran tahun ini adalah US$ 14 juta atau turun 74% dari ukuran penawaran rata-rata sebesar US$ 55 juta pada periode yang sama tahun lalu. Total sebesar US$ 368 juta datang dari pasar ekuitas modal dari Januari hingga April 2020, dibandingkan dengan US$ 717 juta dalam periode yang sama tahun lalu. Dalam run rate, hal ini akan menghasilkan jumlah modal terendah yang terkumpul dalam 10 tahun terakhir, sejak 2019.

Menurut dia, dalam lima tahun terakhir hanya ada enam penawaran ekuitas tambahan oleh perusahaan-perusahaan Indonesia, (tiga di tahun 2019 saja) yang dikumpulkan sekitar US$ 1,1miliar. Sementara untuk pasar obligasi, lanjutnya, 84% dari obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan Indonesia terdaftar di pasar luar Indonesia dengan Singapura sebagai pilihan utama untuk listing. Volume obligasi (US$ 15,3 miliar) meningkat lebih dari dua kali lipat dari bulan Januari hingga April 2020, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (US$ 7,2 miliar).

”Kami melihat lebih banyak perusahaan Indonesia beralih ke pasar obligasi untuk meningkatkan sebagian modal karena ketatnya likuiditas di antara bank lokal Indonesia, sehubungan dengan rekan-rekan regional mereka. Beberapa bulan ke depan kemungkinan akan terus menjadi tantangan bagi perusahaan Indonesia karena mereka bertarung dengan jatuhnya ekonomi akibat dari Covid-19. Beberapa data poin yang dapat memberikan wawasan kepada para investor pada musim penghasilan mendatang adalah rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio dari bank-bank lokal dan ketentuan untuk kerugian pinjaman dan non-performing loans (kredit macet),” Sudersan menambahkan.

Sebelumnya Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Wimboh Santoso pernah bilang, kinerja pasar modal Tanah Air mulai mengalami perbaikan. Pasalnya, memasuki April, volatibiltas ekonomi global mulai menurun yang dibarengi dengan penanganan dampak virus corona yang lebih baik. Hal ini menjadi sentimen positif untuk ekonomi global dan domestik.”Walaupun belum pulih sekali, tetapi berbagai indikator menunjukkan perbaikan. Tekanan IHSG dan nilai tukar rupiah mulai mereda pada April," ujarnya.

Memasuki Mei 2020, Wimboh menyebutkan IHSG pada 8 Mei 2020 ditutup pada level 4597,43 atau turun 27,02%, setelah mencapai titik terendah di angka 3.936 pada Maret 2020. Menurutnya, volatilitas pasar modal sudah terpantau rendah meskipun investor masih mencatatkan net sell selama tahun berjalan. OJK mencatat investor asing telah membukukan jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp20,79 triliun sejak awal tahun hingga posisi terakhir (year to date/ytd). Hal ini terjadi di tengah penyebaran virus corona di global dan di dalam negeri.

Kendati asing masih menarik dananya dari pasar modal, Wimboh mengklaim tekanan penyebaran virus corona terhadap pasar saham mulai mereda. Hal ini terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai bergerak menguat atau pelemahannya tak sedalam pada Maret 2020 lalu. Sementara itu, tekanan pasar surat berharga negara (SBN) ditunjukkan dengan yield SBN yang naik 70,9 basis poin sepanjang tahun berjalan dengan net sell sebesar Rp139,1 triliun pada 6 Mei 2020.

Selain itu, kata Wimboh, pihaknya mencatat penghimpunan dana di pasar modal sebesar Rp 31,88 triliun atau turun 11,9% hingga Mei, dibandingkan periode sama tahun lalu. Namun jumlah penawaran umum di pasar modal tercatat naik 34,2%. Disebutkan, 61 emiten dalam pipeline yang melakukan penawaran umum dengan nilai indikasi sebesar Rp 29,1 triliun hingga 5 Mei 2020. “Hal ini sebenarnya menunjukkan bahwa para pengusaha masih mempercaya bahwa Covid-19 hanya berdampak sementara,” ujarnya. bani

 

 

 

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT

DUGAAN TERJADI MALADMINISTRASI - ICW Laporkan Program Kartu Prakerja ke Ombudsman

Jakarta-Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan dugaan maladministrasi program Kartu Prakerja ke Ombudsman RI. Terdapat sejumlah potensi pelanggaran dalam program Presiden…

Ada Celah Hukum dalam Aturan Larangan Kantung Plastik

NERACA Jakarta - Peneliti dari 'Center for Environmental Law (ICEL) Bella Nathania mengingatkan larangan penggunaan kantung plastik sekali pakai yang…

DINILAI MEMBEBANI BIAYA MASYARAKAT - Anggota DPR Soroti Dugaan Komersialisasi Rapid Test

Jakarta-Anggota DPR-RI mempertanyakan aturan rapid test bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan utamanya menuju Jakarta. Pasalnya,  ada dugaan komersialisasi rapid…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

DUGAAN TERJADI MALADMINISTRASI - ICW Laporkan Program Kartu Prakerja ke Ombudsman

Jakarta-Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan dugaan maladministrasi program Kartu Prakerja ke Ombudsman RI. Terdapat sejumlah potensi pelanggaran dalam program Presiden…

Ada Celah Hukum dalam Aturan Larangan Kantung Plastik

NERACA Jakarta - Peneliti dari 'Center for Environmental Law (ICEL) Bella Nathania mengingatkan larangan penggunaan kantung plastik sekali pakai yang…

DINILAI MEMBEBANI BIAYA MASYARAKAT - Anggota DPR Soroti Dugaan Komersialisasi Rapid Test

Jakarta-Anggota DPR-RI mempertanyakan aturan rapid test bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan utamanya menuju Jakarta. Pasalnya,  ada dugaan komersialisasi rapid…