Berkah Penambahan Armada Kapal - BULL Bidik Laba Tumbuh Empat Kali Lipat

NERACA

Jakarta –Kendati harga minyak dunia tengah turun tajam, kondisi tersebut tidak mempengaruhi target bisnis PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) di tahun ini. Bahkan emiten jasa pelayaran ini menargetkan pertumbuhan laba hingga empat kali lipat tahun ini dibandingkan dengan realisasi pada 2019.

Direktur Utama Buana Lintas, Lautan Wong Kevin dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, kinerja profitabilitas bakal meningkat seiring ekspansi penambahan armada dalam dua tahun terakhir. Apalagi, sejak 2018 perseroan telah menambah 17 kapal tanker sehingga jumlah kapal menjadi 30 unit.”Kami telah mengembangkan kapasitas [angkut] dari 850.000 DWT [dead weight tonnage] di akhir 2018 menjadi 1,98 juta DWT per April 2020,” ujarnya.

Wong mengatakan, pada 2019 perseroan mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk senilai US$20,99 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan 2018 senilai US$13,51 juta. Pertumbuhan laba ditopang peningkatan pendapatan 18,75% menjadi US$101,45 juta. Wong menuturkan, hingga akhir 2020, emiten bersandi saham BULL itu memperkirakan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi bisa mencapai 2,5 kali lipat dari realisasi pada 2019.

Sejalan dengan itu, dia optimistis laba bersih dapat tumbuh 3,5 hingga 4 kali lipat secara tahunan. Hal itu, tidak termasuk pos-pos luar biasa  karena seluruh peningkatan EBITDA akan menambah langsung ke laba usaha. Menurut Wong, penurunan konsumsi minyak mentah dunia telah mengerek harga sewa kapal 123%.

Dirinya memperkirakan, konsumsi minyak turun sebanyak 35 juta barel per hari pada April 2020 dibandingkan dengan akhir 2019. Menurutnya konsumsi minyak masih masih lebih rendah dari tahun lalu sebanyak 25 juta barel per hari pada Mei 2020. Jadi meskipun OPEC+ menyetujui pengurangan produksi minyak 9,7 juta barel per hari,produksi minyak masih melampaui permintaan sebesar 10,3 juta barel per hari. Wong menilai hal ini adalah peluang bagi perseroan.

Pasalnya produsen minyak dapat kehabisan tempat penyimpanan di darat dan akan lebih banyak disimpan di atas kapal tanker berukuran besar, termasuk jenis kapal tanker yang dimiliki oleh perseroan. Dengan begitu akan meningkatkan tarif sewa kapal tanker minyak.“Saat ini tarif sewa rata-rata tahun 2020 untuk kapal tanker berjenis Aframax di pasar internasional adalah US$44.153 per hari, 123% lebih tinggi dari rata-rata tahun lalu yaitu US$19.840 per hari untuk periode yang sama,” kata Wong.

Menurutnya harga itu 156% lebih tinggi dari rata-rata tarif sewa di pasar Indonesia yaitu US$17.250 per hari. Pendapatan time charter equivalent (TCE) rata-rata satu bulan terakhir berada di tingkat US$52.250 per hari.“Hal itu sangat berpengaruh secara positif terhadap BULL sebagai satu-satunya perusahaan kapal tanker di Indonesia yang memiliki porsi yang materiil dari armadanya yang beroperasi di pasar internasional,” imbuhnya.

BULL, lanjutnya, akan tetap mempertahankan strategi dengan menjaga sebagian besar pendapatan usaha dari kontrak. Selain itu menjaga keseimbangan yang baik antara pasar Indonesia yang stabil dan pasar internasional.“Pasar international lebih baik dari yang diperkirakan dan dengan perkembangan armada [kami] memperkirakan akan merevisi proyeksi kinerja keuangan menjadi lebih baik dalam waktu dekat,”jelasnya.

BERITA TERKAIT

Cadangan Devisa Suport Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu (8/7), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 89,09…

Pasar Lokal Lesu Bikin Surya Pertiwi Merana

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 dirasakan betul dampaknya terhadap kinerja keuangan PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO). Pasalnya, lesunya geliat ekonomi…

Lippo Cikarang Miliki Susunan Manajemen Baru

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menyetujui perubahan susunan direksi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Cadangan Devisa Suport Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu (8/7), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 89,09…

Pasar Lokal Lesu Bikin Surya Pertiwi Merana

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 dirasakan betul dampaknya terhadap kinerja keuangan PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO). Pasalnya, lesunya geliat ekonomi…

Lippo Cikarang Miliki Susunan Manajemen Baru

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menyetujui perubahan susunan direksi…