Sampoerna Bagikan Dividen Rp 13,93 Triliun

NERACA

Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 119,8 persaham untuk tahun buku 2019. Jika mengacu pada jumlah saham perseroan saat ini yakni sebesar 116,32 miliar yang dipegang oleh perorangan dan institusi, perseroan jelas konsisten membagikan dividen payout ratio (DPR) 100% atau sebesar Rp13,93 triliun pada tahun ini.

Presiden Direktur Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, tahun ini akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri tembakau karena perekonomian telah menerima pukulan keras dengan adanya pandemi Covid-19.”Selain itu, merek-merek kami juga terimbas dengan adanya kenaikan tarif cukai eksesif dengan rata-rata tertimbang sebesar 24%, serta kenaikan harga jual eceran eksesif dengan rata-rata tertimbang sebesar 46%,” ujarnya.

Meskipun demikian, perseroan menghargai beberapa relaksasi yang diberikan oleh Kementerian Keuangan, termasuk perpanjangan waktu pembayaran cukai dari 60 hari menjadi 90 hari sejak waktu pemesanan."Kemudahan tersebut memberi kami kemampuan untuk mengalokasikan dan mengelola sejumlah dana untuk meningkatkan protokol kesehatan dan keselamatan pada aktivitas bisnis kami," kata Mindaugas.

Sejak munculnya pandemi Covid19, perseroan telah mengambil sejumlah langkah terkait dengan kelangsungan usaha untuk menjaga ketersediaan produk bagi pelanggan dan konsumen dewasa. Meski perusahaan sedang menghadapi situasi yang luar biasa, Trumpaitis memastikan bahwa Sampoerna berkomitmen untuk menjamin kestabilan ekonomi seluruh karyawan dan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja selama periode pandemi ini dan tetap memberikan gaji penuh, termasuk tunjangan hari raya.

Melihat dampak signifikan pandemi terhadap bisnis, Trumpaitis berharap pemerintah akan terus mendukung industri tembakau yang merupakan sumber penghasilan sekitar enam juta orang. Sebagai informasai, emiten produsen rokok bermerek Dji Sam Soe ini berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp106,1 triliun dan laba bersih sebesar Rp 13,7 triliun. Profitabilitas bertumbuh karena didukung oleh optimalisasi biaya, sehingga menghasilkan margin laba kotor yang lebih baik.

Perseroan juga mengklaim mampu mempertahankan posisi kepemimpinannya di Indonesia dengan mencatatkan 32,2% pangsa pasar dan volume penjualan tahunan sebesar 98,5 miliar unit. Volume penjualan mengalami penurunan sebesar 2,9%, disebabkan oleh merek Sampoerna A yang berada di bawah tekanan dari selisih harga yang lebih lebar dengan segmen rokok harga rendah. (bani)

BERITA TERKAIT

Sentul City Bukukan Rugi Bersih Rp 234,49 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Sentul City Tbk (BKSL)  mencatatkan rugi bersih di paruh pertama tahun ini sebesar Rp234,49 miliar…

Belum Rilis Laporan Keuangan dan Denda - BEI Beri Denda dan Peringatan Bagi 24 Emiten

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan peringatan tertulis III disertai denda Rp150 juta kepada 24 perusahaan tercatat…

Telkom Dukung Pertamina Digitalisasi SPBU

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengimplementasikan program digitalisasi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sentul City Bukukan Rugi Bersih Rp 234,49 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Sentul City Tbk (BKSL)  mencatatkan rugi bersih di paruh pertama tahun ini sebesar Rp234,49 miliar…

Belum Rilis Laporan Keuangan dan Denda - BEI Beri Denda dan Peringatan Bagi 24 Emiten

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan peringatan tertulis III disertai denda Rp150 juta kepada 24 perusahaan tercatat…

Telkom Dukung Pertamina Digitalisasi SPBU

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengimplementasikan program digitalisasi…