Ketua MPR RI - Pemerintah Tingkatkan Pemeriksaan COVID-19

Bambang Soesatyo

Ketua MPR RI

Pemerintah Tingkatkan Pemeriksaan COVID-19 

Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah meningkatkan aktivitas pemeriksaan COVID-19 di Indonesia agar dapat memadai sesuai dengan target yang telah ditentukan, yaitu 10.000 pemeriksaan per-hari.

"Saat ini pemeriksaan terbanyak yaitu pada tanggal 11 April dan 9 Mei 2020 yang masing-masing baru mencapai 7.000 pemeriksaan," kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/5).

Hal itu dikatakannya terkait kurangnya pemeriksaan dari target yang sudah ditentukan dan terlambatnya menunggu hasil tes COVID-19 yang menyebabkan pelaporan kasus infeksi di Indonesia mengalami keterlambatan sehingga menyulitkan untuk menilai tingkat penyebaran yang riil di lapangan.

Bamsoet meminta pemerintah agar melakukan cek dan ricek, serta tidak tergesa-gesa menyampaikan informasi kepada masyarakat luas bahwa kurva kasus COVID-19 melandai. Namun dia meminta agar pemerintah juga menyertakan data yang riil dan komprehensif karena rata-rata butuh waktu satu hingga dua pekan sebelum hasil pemeriksaan covid-19 diumumkan.

"Hal itu menyebabkan data yang diumumkan tiap hari bukan data baru tetapi terlambat dari kasus infeksinya," ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu juga meminta pemerintah dalam hal ini Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 agar segera melakukan evaluasi terkait sistem pemeriksaan dan tes COVID-19.

Hal itu menurut dia disebabkan berdasarkan laporan di sejumlah daerah, rata-rata jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal mencapai jumlah tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan yang terkonfirmasi meninggal akibat positif terjangkit COVID-19.

"Saya mendorong pemerintah agar tetap melakukan pemeriksaan COVID-19 dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan melatih seluruh tenaga medis agar fasih melakukan tes PCR, sehingga mendapatkan hasil yang optimal," katanya.

Selain itu dia juga meminta pemerintah dalam menginformasikan status perkembangan COVID-19 di Indonesia dapat mengedepankan transparansi data yang akurat, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat. Ant

 

BERITA TERKAIT

Menteri PPN - Tidak Ada yang Rumit dengan Kebiasaan Baru

Suharso Monoarfa   Menteri PPN   Tidak Ada yang Rumit dengan Kebiasaan Baru   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala…

Ketua MPR RI - Gotong Royong Jadi "Senjata" Hadapi Pandemik

Bambang Soesatyo   Ketua MPR RI   Gotong Royong Jadi "Senjata" Hadapi Pandemik   Jakarta - Ketua MPR RI Bambang…

Menkumham - Tetap Terapkan Protokol Kesehatan Memasuki Era Normal Baru

Yasonna H Laoly   Menkumham   Tetap Terapkan Protokol Kesehatan Memasuki Era Normal Baru   Jakarta - Menteri Hukum dan…

BERITA LAINNYA DI

Menteri PPN - Tidak Ada yang Rumit dengan Kebiasaan Baru

Suharso Monoarfa   Menteri PPN   Tidak Ada yang Rumit dengan Kebiasaan Baru   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala…

Ketua MPR RI - Gotong Royong Jadi "Senjata" Hadapi Pandemik

Bambang Soesatyo   Ketua MPR RI   Gotong Royong Jadi "Senjata" Hadapi Pandemik   Jakarta - Ketua MPR RI Bambang…

Menkumham - Tetap Terapkan Protokol Kesehatan Memasuki Era Normal Baru

Yasonna H Laoly   Menkumham   Tetap Terapkan Protokol Kesehatan Memasuki Era Normal Baru   Jakarta - Menteri Hukum dan…