Dipimpin GFC, Klikdaily Raih Pendanaan Seri A

 

 

NERACA

 

Jakarta - Klikdaily, perusahaan startup supply chain mengumumkan bahwa telah mendapatkan pendanaan Series A dengan besaran nilai yang tidak disebutkan. Investasi ini dipimpin oleh investor terdahulunya, Global Founders Capital (GFC), perusahaan modal ventura yang beroperasi di 19 kantor tersebar di seluruh dunia.

 

Sebelumnya, pada pertengahan 2019, Klikdaily telah mendapat pendanaan Pre-Series A yang berasal dari Global Founders Capital, Pegasus Capital (sebelumnya dikenal sebagai Fenox Venture Capital) , Fundedhere, dan Teja Ventures. Global Founders Capital menjadi salah satu investor yang meneruskan investasinya agar Klikdaily dapat semakin agresif dalam melakukan penetrasi ke industri retail FMCG (Fast Moving Consumer Goods) di Indonesia.

 

Walaupun bisnis retail tradisional sangat kompleks dan mendetail, namun Klikdaily telah berhasil memperkuat fondasi model bisnis dan strategi yang membuat perusahaan ini mampu bersaing dan secara konsisten mempertahankan eksistensinya di Indonesia. Melalui Integrated Supply Chain Management (ISCM), Klikdaily menciptakan ekosistem yang memberikan solusi bagi warung-warung tradisional untuk mendapatkan beragam produk dari berbagai merek dengan harga yang kompetitif. Hal ini dibuktikan oleh pertumbuhan perusahaan di tahun 2020 yang meningkat lebih dari 700% bila dibandingkan dengan tahun 2019.

 

Amos Gunawan, selaku Founder dan CEO Klikdaily menyampaikan bahwa dana dari investasi Seri A ini akan dipergunakan oleh Klikdaily untuk fokus pada pengembangan teknologi dan infrastruktur guna mempercepat misi perusahaan, yakni pemberdayaan warung tradisional di seluruh negeri. "Saat ini, Klikdaily telah beroperasi di Jabodetabek, Jawa Barat, serta Jawa Tengah yang melayani lebih dari puluhan ribu warung tradisional di 600 area persebaran," katanya, sebagaimana dikutip dalam keterangannya, Selasa (12/5).

 

Dengan mengembangkan strategi yang tepat, pengalaman, serta tim yang berpengalaman, pihaknya percaya akan mampu secara lebih dalam memahami kebutuhan pasar dan memperluas jangkauannya. "Klikdaily berencana mereplikasikan kesuksesan model bisnisnya guna menghadirkan lebih banyak pusat distribusi di kota-kota besar Indonesia hingga akhir tahun 2020," jelasnya. 

 

Di sisi teknologi, sambung Amos, Klikdaily juga akan terus melakukan inovasi yang mampu mendukung para pelaku industri di bidang FMCG, khususnya principal dan warung tradisional agar mampu mengolah dan menyajikan detil data yang dapat digunakan dalam menganalisa keputusan bisnis secara lebih mendalam dan akurat.

 

"Teknologi digital berperan besar terutama di masa krisis karena pandemi Corona atau yang dikenal sebagai COVID-19, oleh sebab itu Klikdaily berkomitmen untuk tetap dapat melayani serta mendistribusikan produk bagi Mitranya dengan kontak seminimal mungkin. Sementara sebagian besar perusahaan berjuang di tengah pandemi ini, jumlah transaksi Klikdaily dapat terus meningkat karena industri yang digeluti terdampak lebih rendah dibandingkan jenis industri lainnya. Peningkatan permintaan tidak hanya terlihat dari produk makanan dan minuman kemasan yang sudah lebih dahulu disediakan Klikdaily, namun juga pada bahan makanan pokok. Lebih jauh, Klikdaily telah meningkatkan persediaan produk tersebut di masa pandemi ini demi memenuhi permintaan yang terus melonjak," katanya. 

 

Klikdaily berkeinginan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan yang cukup tidak hanya untuk Mitra Klikdaily, tapi juga seluruh lapisan masyarakat. Maka, untuk mewujudkan hal itu, Klikdaily akan bekerjasama dengan pemerintah, guna memastikan ketersediaan bahan pangan, distribusi, kestabilan harga pasar, serta meminimalisir biaya pengiriman sehingga setiap orang bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Klikdaily akan terus berkomitmen untuk mendukung setiap kebijakan pemerintah hingga kondisi di Indonesia kembali kondusif.

 

BERITA TERKAIT

Kasus Jiwasraya Disebut Sebagai Kejahatan Pasar Modal

    NERACA   Jakarta - Direktur Political Economy and Policy Studies (PEPS), Prof. Dr. Anthony Budiawan menilai kasus PT…

Bank Dunia Kucurkan Rp3,75 Triliun untuk Atasi Covid19 di Indonesia

    NERACA Jakarta – Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan 250 juta dolar AS atau sekitar Rp3,75 triliun…

BNI Andalkan Jaringan Agen46 Saat New Normal

    NERACA Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengandalkan jaringan agen46 atau layanan keuangan tanpa kantor, bagi…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Kasus Jiwasraya Disebut Sebagai Kejahatan Pasar Modal

    NERACA   Jakarta - Direktur Political Economy and Policy Studies (PEPS), Prof. Dr. Anthony Budiawan menilai kasus PT…

Bank Dunia Kucurkan Rp3,75 Triliun untuk Atasi Covid19 di Indonesia

    NERACA Jakarta – Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan 250 juta dolar AS atau sekitar Rp3,75 triliun…

BNI Andalkan Jaringan Agen46 Saat New Normal

    NERACA Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengandalkan jaringan agen46 atau layanan keuangan tanpa kantor, bagi…