Stimulus Ekonomi Dukung Kelangsungan Industri Properti

Stimulus Ekonomi Dukung Kelangsungan Industri Properti   

NERACA

Jakarta - Kadin Indonesia menilai stimulus ekonomi dalam mengatasi dampak COVID-19 dapat mendukung kelangsungan industri properti sehingga kebijakan itu diharapkan dapat berjalan dengan lancar.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Properti Hendro S Gondokusumo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (27/4), mengatakan sebagai salah satu lokomotif ekonomi nasional, industri properti harus dijaga keberlanjutannya.

"Apalagi terdapat 174 industri yang terkait langsung di belakang industri properti, sehingga apabila pasar properti tidak kunjung membaik, dampaknya dapat bersifat sangat luas," katanya.

Ia mengatakan Real Estat Indonesia (REI) mencapai 3.642 anggota dan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himppera) sebanyak 1.750 anggota, ditambah dukungan 174 industri di belakangnya.

Dengan demikian ada potensi jutaan karyawan akan terdampak pandemi COVID-19."Kami mengharapkan pemerintah dapat mengontrol implementasi stimulus dan relaksasi kebijakan yang telah diluncurkan agar bisa berjalan lancar," kata Hendro.

Salah satu yang diharapkan adalah memastikan pelaksanaan Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran COVID-19.

Para pengembang properti dan asosiasi properti mengharapkan stimulus tersebut bisa berjalan lancar di lapangan sehingga akan dapat menciptakan stimulus bagi keberlangsungan perusahaan properti.

Industri properti, kata Hendro, merupakan salah satu sektor usaha yang terkena dampak COVID-19. Kondisi ini berdampak secara langsung terhadap penjualan, aktivitas pembangunan, konstruksi, dan pengelolaan keuangan. Karena itu, lanjut dia, memastikan sektor properti dapat terus bergerak menjadi poin kritikal yang perlu perhatian dan prioritas bersama.

"Kami dari industri properti selalu siap gotong royong dengan pemerintah, berjuang menghadapi pandemi ini, walaupun pemerintah belum maksimal dalam memperhatikan dan memprioritaskan industri properti di rencana program pembangunannya," ujar Hendro. 

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menginginkan agar beragam asosiasi seperti Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas) Jaya dan berbagai pihak lainnya dapat terus membantu membangkitkan pasar properti di Republik Indonesia.

Apalagi, ujar Khalawi, pemerintah memiliki Program Sejuta Rumah yaitu program kolaborasi pembangunan perumahan dari seluruh mitra kerja bidang perumahan.

Pemerintah akan terus berupaya menjaga stabilitas pasar properti meskipun muncul wabah penyakit corona. Untuk itu, pemerintah telah menganggarkan sejumlah subsidi perumahan dengan menambah kuota subsidi.

"Pemerintah akan melanjutkan Program Sejuta Rumah dengan berbagai penguatan yang pertama Program Rumah Berbasis Komunitas yang diperuntukan untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) non fix income. Apalagi minat dari pemerintah daerah juga sangat besar sekali dan tercatat ada 32 kabupaten/kota yang sudah mengajukan permohonan bantuan program Kementerian PUPR tersebut," katanya. Mohar/Ant

 

 

BERITA TERKAIT

Menelaah Dampak Wabah COVID-19 ke Sektor Properti Nasional

NERACA Jakarta - Siapa yang menyangka bahwa mahkluk berukuran kurang dari 100 nanometer (satu meter itu setara dengan satu miliar…

Apindo: 30 Juta Karyawan Properti Terancam PHK Karena Pandemi

NERACA Jakarta - Ketua Bidang Properti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sanny Iskandar menyebut sekitar 30,34 juta karyawan yang bekerja di…

Pengembang Minta Pengusaha Tak Terpaku pada COVID-19 Saja

NERACA Jakarta - Pengusaha properti nasional meminta agar pelaku usaha di sektor ini tak hanya terpaku pada masalah COVID-19 saja,…

BERITA LAINNYA DI Hunian

Menelaah Dampak Wabah COVID-19 ke Sektor Properti Nasional

NERACA Jakarta - Siapa yang menyangka bahwa mahkluk berukuran kurang dari 100 nanometer (satu meter itu setara dengan satu miliar…

Apindo: 30 Juta Karyawan Properti Terancam PHK Karena Pandemi

NERACA Jakarta - Ketua Bidang Properti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sanny Iskandar menyebut sekitar 30,34 juta karyawan yang bekerja di…

Pengembang Minta Pengusaha Tak Terpaku pada COVID-19 Saja

NERACA Jakarta - Pengusaha properti nasional meminta agar pelaku usaha di sektor ini tak hanya terpaku pada masalah COVID-19 saja,…