Situs Jual Beli Properti Ini Sebut Masih Banyak Orang Cari Hunian

Situs Jual Beli Properti Ini Sebut Masih Banyak Orang Cari Hunian  

NERACA

Jakarta - Situs jual beli properti Lamudi menyebutkan masih banyak orang yang terus mencari hunian atau properti di tengah kondisi pandemi COVID-19 saat ini.

Direktur Komersial Lamudi Yoga Priyautama dalam diskusi virtual bertajuk "Closing From Home: Tren Baru di Dunia Properti" di Jakarta, Kamis (30/4), mengatakan hal itu tercermin dari kembali tumbuhnya trafik situs tersebut, terutama sejak akhir Maret lalu.

"Yang menarik, dari traffic website kami, sempat drop sepanjang 15-21 Maret 2020 hingga 19 persen, seminggu kemudian (22-28 Maret) drop lagi meski hanya 7 persen, tapi di minggu ketiga sudah naik lagi 14 persen. Kemudian di minggu sekarang bahkan sudah di 20-an persen," katanya.

Menurut Yoga, kenaikan traffic website lamudi.co.id itu menjadi indikasi positif bahwa masih banyak orang yang mencari properti di tengah kondisi tak menentu seperti saat ini."Karena traffic kami berbanding lurus dengan seberapa banyak orang yang sedang mencari properti," imbuhnya.

Yoga meyakini pasar properti akan kembali menggeliat segera setelah COVID-19 berakhir. Hal itu bedasarkan pengalaman yang terjadi di Hong Kong pada 2003, saat SARS terjadi. Ia menambahkan penting bagi agen properti saat ini untuk terus menjalin komunikasi intens dengan para calon konsumen. Pendekatan yang masif melalui media sosial bisa jadi pilihan.

Terlebih saat ini penggunaan ponsel begitu tinggi yang tentu akan berpengaruh terhadap kampanye-kampanye yang digalakkan di media sosial."Artinya, sekarang ini waktu kita menanam relationship kita (dengan calon konsumen) dan kita menuainya bila saat semua ini selesai," pungkasnya.

Sektor Properti Tak Lesu 

Kemudian Perusahaan agensi properti PropNex meyakini sektor properti tidak melesu meski dihantam pandemi COVID-19 dan mendorong para agen untuk terus memperbaiki diri guna mendukung industri tersebut.

CEO PropNex Indonesia Luckyanto dalam diskusi yang sama, meyakini sama halnya dengan krisis 2008, krisis tahun 2020 akan membuka peluang baru."Bedanya krisis 2008 itu tidak ada COVID-19. Tapi dulu sosial media belum happening. Sedangkan pada 2020 meski ada COVID-19, ada sosial media yang membuat kita tetap booming," katanya.

Luckyanto menuturkan keyakinan masih prospektifnya sektor properti juga berdasarkan capaian di Singapura, asal broker tersebut beroperasi. Meski Singapura telah menutup perkantoran sejak Februari lalu, namun, saat PropNex sempat buka selama dua minggu di bulan Maret, justru banyak transaksi properti.

"Bahkan ada contoh transaksi agen yang sampai puluhan juta dolar Singapura di sejumlah lokasi premium," katanya.

Oleh karena itu, ia mengatakan agar situasi COVID-19 tidak boleh membuat para agen berkecil hati. Luckyanto menambahkan, kondisi krisis seperti saat ini juga mendulang sisi positif karena banyak orang yang menjual properti dengan harga yang lebih rendah 30-50 persen dari pasaran.

"Banyak yang bilang ini saatnya menunggu, tapi justru membeli itu langkah smart. Seperti 2008-2010, yang beli properti (saat krisis) itu justru lebih untung," pungkasnya. Mohar/Ant

 

 

BERITA TERKAIT

Menelaah Dampak Wabah COVID-19 ke Sektor Properti Nasional

NERACA Jakarta - Siapa yang menyangka bahwa mahkluk berukuran kurang dari 100 nanometer (satu meter itu setara dengan satu miliar…

Apindo: 30 Juta Karyawan Properti Terancam PHK Karena Pandemi

NERACA Jakarta - Ketua Bidang Properti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sanny Iskandar menyebut sekitar 30,34 juta karyawan yang bekerja di…

Pengembang Minta Pengusaha Tak Terpaku pada COVID-19 Saja

NERACA Jakarta - Pengusaha properti nasional meminta agar pelaku usaha di sektor ini tak hanya terpaku pada masalah COVID-19 saja,…

BERITA LAINNYA DI Hunian

Menelaah Dampak Wabah COVID-19 ke Sektor Properti Nasional

NERACA Jakarta - Siapa yang menyangka bahwa mahkluk berukuran kurang dari 100 nanometer (satu meter itu setara dengan satu miliar…

Apindo: 30 Juta Karyawan Properti Terancam PHK Karena Pandemi

NERACA Jakarta - Ketua Bidang Properti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sanny Iskandar menyebut sekitar 30,34 juta karyawan yang bekerja di…

Pengembang Minta Pengusaha Tak Terpaku pada COVID-19 Saja

NERACA Jakarta - Pengusaha properti nasional meminta agar pelaku usaha di sektor ini tak hanya terpaku pada masalah COVID-19 saja,…