Ini Penyebab Perut Jadi Buncit saat Puasa

Selama bulan Ramadan, banyak orang Muslim yang mengeluhkan berat badannya naik meski menjalankan puasa. Jika Anda salah satu yang mengalaminya, mungkin saja ada yang salah dalam pola makan dan aktivitas selama puasa. Supaya berat tak terus naik dan bisa memicu penyakit, mengetahui penyebab perut buncit saat puasa mungkin bisa membantu Anda mengontrol pola makan dan aktivitas harian selama Ramadan.

Sebagian besar keluarga Muslim sangat menantikan dan menyambut Ramadan dengan suka cita. Tak heran jika hal ini diwujudkan ke dalam beragam sajian menu lezat khas Ramadan dan dirayakan dengan banyak acara pertemuan sosial yang juga disertai dengan banyaknya makanan. Tetapi bagaimana jika puasa tidak membantu Anda menurunkan berat badan dan justru membuat perut semakin membuncit? Berikut penyebab perut buncit saat puasa Ramadan, dilansir dari berbagai sumber.

Dehidrasi

Cukup minum bisa mengendalikan keinginan ngemil dan makan banyak saat sahur dan berbuka puasa. Memang ketika puasa Anda tidak bisa minum dalam 12-13 jam. Namun tak mustahil menjaga tubuh tetap terhidrasi, meningkatkan kerja pencernaan, sekaligus menurunkan berat badan. Minumlah setidaknya delapan gelas air selama jam-jam nonpuasa. Anda bisa menjadwalkannya dengan minum dua gelas air saat berbuka, empat gelas air di waktu antara buka dan sahur, dan dua gelas saat sahur. Agar tak sering-sering buang air kecil dan memperparah dehidrasi, batasi mengonsumsi kopi, teh, dan soda.

Kalap saat berbuka

A little boy eats a donut and looks at the camera. He has a huge pile of donuts in front of him. He is hispanic and has big natural hair. He is sitting at a kitchen counter inside a home.Batasi konsumsi karbohidrat seperti roti dan nasi putih. Bagi sebagian orang, kumandang azan Magrib layaknya panggilan untuk 'balas dendam'. Alhasil, saat berbuka langsung mengambil apa saja yang disajikan, baik itu goreng-gorengan, roti, minuman dan makanan manis, bahkan dalam jumlah besar.

Gula berlebih

Kolak, es buah, biji salak, es teh manis, es sirup, dan hidangan manis lainnya sudah menjadi tajil khas berbuka puasa Ramadan. Bayangkan jika selama 30 hari Anda terus-menerus mengonsumsi kudapan tinggi gula itu? Konsumsi gula berlebih adalah penyebab utama obesitas, diabetes, dan berbagai penyakit lainnya. Semakin sedikit gula yang dikonsumsi akan semakin baik. Bahkan makan buah sekalipun tetap harus dikonsumsi dalam takaran sedang.

Makan makanan tinggi lemak

Tak semua lemak itu buruk bagi kesehatan tubuh. Penyebab perut buncit saat puasa adalah lemak trans. Lemak trans merupakan jenis lemak jahat yang ditemukan pada makanan goreng dan cepat saji (fast food). Selain itu, makanan cepat saji juga mengandung tinggi garam. Konsumsi garam yang tinggi terkait dengan penumpukan lemak tubuh khususnya di bagian perut.

Malas bergerak

Puasa seringkali menjadi alasan untuk mengurangi aktivitas dan cenderung bermalas-malasan. Tapi, tubuh akan terasa lebih lemas jika tidak banyak bergerak, bukan sebaliknya. Membuat tubuh aktif bergerak tak melulu harus berolahraga intensitas tinggi. Niat olahraga selama puasa bukan untuk menghilangkan lemak, melainkan untuk menguatkan otot dan melenturkan sendi.

Cukup dengan aktivitas jalan santai, naik-turun tangga, membersihkan rumah, berkebun, yoga, berenang, atau coba push up, squat, pull up, dan plank agar tubuh tetap bugar saat puasa. Supaya kegiatan olahraga lebih menyenangkan dan tak membuat stres, lakukan bersama anggota keluarga. Anda akan lebih mudah untuk konsisten berolahraga jika menikmatinya.

Melewatkan sahur

Sebagian orang melewatkan sahur karena tak ada nafsu makan sama sekali seketika bangun tidur. Tapi ini bukan alasan untuk tidak makan sahur sama sekali. Anda harus tetap makan sahur agar punya cukup nutrisi dan energi untuk menjalankan puasa seharian.

Kunyah dan makan perlahan

Setelah berpuasa selama belasan jam, orang seringkali tidak mampu menahan godaan untuk mencicipi segala makanan dengan cepat saat berbuka puasa. Selain porsi besar, makan yang tidak dikunyah dengan benar juga bisa menyebabkan badan semakin melar. Apabila tak ingin perut membuncit, nikmati makanan secara perlahan dan mengunyahnya dengan benar. Mengutip Metro, mengunyah adalah salah satu aspek paling fungsional dari pencernaan kita, namun karena berbuka puasa adalah momen yang paling ditunggu, kita cenderung tak sabar dan makan dengan cepat.

 

BERITA TERKAIT

Pakar Kesehatan: Gerbong KRL dan MRT Bisa Lebih Rentan dari Ojol

Pakar Kesehatan Masyarakat, Hermawan Saputra, mengatakan transportasi umum tertutup seperti KRL, MRT, atau Bus Transjakarta bisa lebih rentan akan transmisi…

Cegah Masalah Kesehatan Kala Terlalu Lama Memakai Masker

Pemakaian masker dalam waktu yang lama berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan atau bahkan salah-salah memunculkan gangguan kesehatan. Apalagi menyongsong penerapan new normal…

Ini Tips Aman Membeli Obat dan Vitamin

Obat dan vitamin menjadi dua hal penting yang hampir selalu dimiliki setiap keluarga di tengah pandemi Covid-19. Keduanya dinilai mampu…

BERITA LAINNYA DI Kesehatan

Manfaat Bawang Putih yang Terbukti Secara Ilmiah

Salah seorang pasien di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung berhasil pulih dari Covid-19. Dia dinyatakan sembuh setelah mengonsumsi bawang putih…

Tips Tetap Sehat saat Cuaca Panas dan Terik

Cuaca panas dan terik menimpa beberapa wilayah Indonesia sejak hari pertama Lebaran, Minggu hingga saat ini. Masyarakat diimbau untuk tidak…

Ini Penyebab Panas Terik Sejak Hari Pertama Lebaran

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan cuaca panas yang terjadi sejak hari pertama lebaran 2020 hingga saat ini di beberapa…