Redam Harga Gula, OP Dilakukan

NERACA

Jakarta – Benar, bahwa sudah dua pekan belakangan ini harga gula kembali meroket. Atas dasar itulah, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan segera melakukan operasi pasar (OP) untuk meredam harga gula nasional.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melakukan sidak ke pabrik PT Industri Gula Nusantara (IGN), di Kendal, Jawa Tengah. Kunjungan ini untuk memastikan perusahaan gula yang menerima izin impor sudah melakukan proses pengolahan raw sugar menjadi gula kristal putih (GKP) sehingga bisa segera dilepas ke pasar untuk memenuhi ketersediaan gula di masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) puasa Ramadan dan Idul Fitri.

“Saya ingin memastikan semua perusahaan penerima izin impor sudah melakukan proses pengolahan sehingga harga gula putih di pasar dapat segera turun dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Saat ini hampir di seluruh daerah, harga gula pasir masih mengalami kenaikan hingga 47 persen dari HET yaitu Rp.12.500 per kilogram,“ tegas Agus.

Menurut Agus, hal tersebut Untuk memenuhi kebutuhan gula tahun 2020 ini, PT IGN memperoleh alokasi impor raw sugar untuk diolah menjadi GKP sebesar 97.000 ton dengan rincian sebesar 20.000 ton telah diterbitkan PI pada akhir tahun 2019; sebesar 37.000 ton telah diterbitkan PI pada tahun 2020; serta tambahan importasi sebesar 40.000 ton untuk pemenuhan kebutuhan gula sampai Juni 2020.

Sampai dengan Maret 2020, PT IGN telah melakukan realisasi impor sebesar 20.000 ton yang direalisasikan pada tahun 2019 dan sebesar 20.000 ton saat ini masih dalam proses bongkar di pelabuhan.

Sementara sebesar 17.000 ton diperkirakan akan tiba pada akhir April 2020. “PT IGN menjadi salah satu pabrik gula yang mendapatkan alokasi impor raw sugar untuk diolah menjadi GKP. Sampai dengan saat ini, PT IGN telah merealisasikan izin impor tersebut dengan mengolah raw sugar menjadi gula konsumsi dan diperkirakan akan segera mengisi pasar dalam negeri,” ujar Agus.

 Kementerian Perdagangan, kata Agus, sangat serius melakukan berbagai upaya untuk menjamin ketersediaan dan menstabilikan harga gula. Beberapa langkah dilakukan untuk menambah pasokan gula dari impor baik berupa raw sugar oleh pabrik gula swasta dan BUMN, serta impor gula konsumsi langsung oleh BUMN.

Di samping itu, juga dilakukan penambahan pasokan dari pabrik gula dalam negeri melalui BUMN. Sementara itu, Direktur HRD & Umum PT IGN Burhan Murtaki mengucapkan terima kasih karena telah dipercaya mendukung program pemerintah. PT IGN berkomitmen melaksanakan amanat ini agar bisa turut serta mengatasi tingginya harga gula di pasar dan membantu menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kami berterima kasih dapat dipercaya untuk mendukung program Pemerintah dengan diberikannya izin impor raw sugar. Kami dapat mengoptimalkan operasional pabrik agar tetap dapat berjalan walaupun di luar musim giling,” ungkap Burhan.

Burhan mengatakan, hal ini sekaligus akan membantu meningkatkan kondisi perekonomian daerah, mengingat pabrik PT IGN pernah berhenti operasionalnya selama lebih dari 3 tahun karena kesulitan bahan baku.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Soemitro Samadikoen mengatakan, 

“Jadi kalau melihat ke pasar-pasar tradisional bukan dua buah mini market yang terkenal itu memang gula tidak ada. Tapi jika ke pasr-tardisional stok gula cukup.”

 Artinya, menurut Soemitro, hal inilah yang menyebabkan kepanikan ditingkat masyarakat. Akibatnya kran impor pun dibuka. Bahkan jika dahulu hanya impor raw sugar (gula mentah) tapi kini gula Kristal putih (GKP) untuk konsumsi masyarakat pun ikut diimpor.

Alhasil petani ikut terpukul dengan datangnya impor gula konsumsi. Lebih lanjut petani pun tidak bergairah dengan datangnya impor GKP tersebut. “Sehingga dampaknya luas lahan (tebu) sudah pasti akan menurun dan otomatis produksi gula nasional pun akan ikut turun,” risau Soemitro.

Melihat fakta ini, Soemitro melihat kurangnya perhatian terhadap petani tebu. Padahal tanaman tebu termasuk bagian dari komoditas pangan dan sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk industri tapi juga untuk masyarakat.

Padahal seperti diketahui dahulu sebelum ada yang namanya gula kristal rafinasi (GKR) industri pun juga menggunakan GKP, sama dengan yang digunakan masyarakat saat ini. Sehingga dalam hal ini letak permasalahannya bukan hanya karena tingginya impor, tapi juga mengapa harus melakukan impor GKP.

Kendati GKP untuk masyarakat seharusnya diproduksi oleh petani tebu dalam negeri bukan dari petani tebu dari luar negeri, dalam hal ini impor. Melihat hal ini maka kurangnya keberpihakan terhadap petani tebu dalam negeri.

“Jadi yang diimpor saat ini bukan hanya GKR tapi juga GKP,” keluh Soemitro.

Disisi lain, Soemitro mengakui bahwa pabrik gula (PG) yang ada saat ini sanagtlah ketinggalan jika dibandingkan dengan PG yang ada di luar negeri khususnya PG milik BUMN. Akibatnya, rendemen yang dihasilkan sangat rendah.

“Melihat hal ini maka sudah seharusnya PG yang ada saat ini khususnya PG milik BUMN untuk segera di revitalisasi agar bisa menghasilkan rendemen yang tinggi,” saran Soemitro.

Disisi lain, Soemitro menilai penyerapan gula petani yang akan dilakukan Bulog belum menyelesaikan masalah struktur tata niaga Sebab,  saat ini ada sekitar 300.000 ton lebih gula petani yang belum terserap pasar (siap serap). Jumlah itu merupakan bagian dari produksi gula petani yang diperkirakan mencapai 1,2 juta ton tahun ini.

 

 

BERITA TERKAIT

Kemenkop dan UKM Menggandeng Komunitas Distribusikan Masker untuk Pedagang

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM mengandeng sejumlah komunitas untuk mendistribusikan masker gratis kepada pegadang UKM di berbagai wilayah…

Cetak Lahan Baru, untuk Antisipasi Krisis Pangan

Jakarta - Pemerintah berencana untuk membuka lahan persawahan baru untuk mengantisipasi peringatan dari Food and Agriculture Organization (FAO) tentang kemungkinan…

E-Commerce, Ciptakan Pasar Dagang Baru

NERACA Jakarta - Perdagangan melalui sistem elektronik atau e-commerce kini kian populer dalam kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19,…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Kemenkop dan UKM Menggandeng Komunitas Distribusikan Masker untuk Pedagang

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM mengandeng sejumlah komunitas untuk mendistribusikan masker gratis kepada pegadang UKM di berbagai wilayah…

Cetak Lahan Baru, untuk Antisipasi Krisis Pangan

Jakarta - Pemerintah berencana untuk membuka lahan persawahan baru untuk mengantisipasi peringatan dari Food and Agriculture Organization (FAO) tentang kemungkinan…

E-Commerce, Ciptakan Pasar Dagang Baru

NERACA Jakarta - Perdagangan melalui sistem elektronik atau e-commerce kini kian populer dalam kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19,…