Geliat Bisnis Pelabuhan - Times Line Cetak Laba Bersih Rp 92,99 Miliar

NERACA

Jakarta – Emiten pelayaran, PT Perusahaan Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) atau Temas Line mencatatkan kinerja yang positif sepanjang tahun 2019. Dalam laporan keuangan tahun 2019 yang  dirilis di Jakarta, kemarin, perseroan berhasil menorehkan laba sebesar Rp 92,99 miliar atau melonjak 169,69% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan pada entitas induk tahun sebelumnya Rp 34,48 miliar.

Melesatnya laba bersih seiring dengan pendapatan jasa TMAS yang meningkat jadi Rp 2,51 triliun atau 8,18% ketimbang tahun sebelumnya Rp 2,32 triliun. Sementara itu, beban jasa TMAS hanya naik 2,87% dari Rp 2,09 triliun menjadi Rp 2,15 triliun di akhir 2019 silam. Dengan begitu, TMAS memperoleh laba kotor sebesar Rp 365,34 miliar atau naik 60,09% ketimbang laba kotor tahun sebelumnya Rp 228,20 miliar.

Selain itu, TMAS juga memperoleh laba dari selisih kurs sebanyak Rp 37,60 miliar, padahal pada tahun 2018 perusahaan merugi selisih kurs Rp 20,52 miliar. Alhasil, laba bersih TMAS tumbuh signifikan menjadi Rp 92,99 miliar secara year on year. Sampai tutup tahun lalu, TMAS memiliki total aset sebesar Rp 3,26 triliun meningkat 15,19% dari total aset tahun 2018 sebesar Rp 2,83 triliun.

Dalam memacu pertumbuhan bisnisnya, perseroan terus agresif berinvestasi di alat bongkar muat dan termasuk penambahan armada. Dua tahun lalu, perseroan berinvetasi peralatan bongkar muat di satu dermaga pelabuhan Tanjung Priok guna menggenjot bisnis stevadoring (bongkar muat) senilai US$ 30 juta.

Perseroan menjelaskan, bisnis bongkar muat yang menjadi bagian dari rantai bisnis pelayaran memiliki prospek yang cerah. Terlebih, bisnis bongkar muat mencetak tingkat keuntungan yang lumayan besar sehingga perseroan merasa perlu menambah peralatan guna menggenjot volume bongkar muat. Untuk diketahui, lini bisnis Temas Line di jasa bongkar muat atau stevadoring dijalankan oleh PT Escorindo Stevedoring.

Kemudian di tahun 2019, perseroan perluas layanan pelabuhan dengan menggandeng kerjasama operasional (KSO) dengan Mentari Line. Dimana melalui kerjasama ini, perseroan bisa meningkatkan pelayanan dengan cakupan 82 pelabuhan dari sebelumnya hanya 41 pelabuhan. Direktur Utama PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk, Sutikno Khusumo pernah bilang, dengan kerjasama dan perluasan pelayanan pelabuahan bisa meningkatkan kinerja keuangan.

Selanjutnya, untuk meningkatkan volume bongkar muat, Times Line bakal membeli tiga kapal dan peremajaan kapal yang ada di tahun ini. Menurutnya, lewat kerjasama tersebut bisa meningkatkan konektivitas antarpulau, membangun perekonomian daerah, menekan disparitas harga dan menekan angka impor. Melalui perluas pelayanan pelabuhan tersebut, lanjutnya, perseroan ingin berkontribusi pada program pemerintah terkait pemeraraan ekonomi, khususnya di daerah-daerah 3TP (terluar, terpencil, terbelakang dan perbatasan).

BERITA TERKAIT

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…