Danai Pengembangan Bisnis - ROTI Suntik Modal Anak Usaha di Filipina

NERACA

Jakarta – Dukung pengembangan bisnis anak usahanya, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) menambahkan modal dasar ditempatkan dan disetor kepada Sarimonde Food Corporation (SMFC) sebagai anak perusahaan yang berkedudukan di Filipina. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

SMFC telah melakukan penambahan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor dengan rincian modal dasar yang semula sejumlah Php (Peso Filipina)1,2 miliar meningkat menjadi Php2,4 miliar dan modal ditempatkan dan modal disetor yang semula Php1,14 miliar meningkat menjadi Php1,65 miliar.

Adapun, peningkatan modal ditempatkan dan disetor SMFC sejumlah Php276,37 juta diambil bagian dan disetor penuh oleh perseroan yang memproduksi roti dengan jenama Sari Roti tersebut. Corporate Secretary ROTI, Sri Mulyana mengatakan, dana yang diperoleh SMFC dalam hal peningkatan modal ini akan digunakan untuk menunjang kegiatan usaha SMFC dan atau untuk permodalan SMFC.”Peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan disetor pada entitas anak perseroan tidak memiliki dampak signifikan terhadap kondisi keuangan perseroan,”ujarnya.

Diketahui, SMFC adalah entitas anak perseroan yang bergerak dalam industrI pabrikasi dan distribusi roti di Filipina dengan kepemilikan perseroan sebesar 55%. Dikutip dari laporan keuangan konsolidasiannya per 31 Desember 2019, perseroan berhasil mencatatkan lonjakan pertumbuhan laba 74,3% menjadi Rp301 miliar, dari tahun sebelumnya sebesar Rp172,69 miliar.

Penjualan perseroan yang memproduksi roti dengan jenama Sari Roti ini mencatatkan kinerja penjualan yang membaik di wilayah domestik dengan pertumbuhan sebesar 20,8%. Kontribusi terbesar tetap berasal dari kanal modern (modern trade) yang membukukan penjualan sebesar Rp2,43 triliun atau tumbuh 15% yang merupakan kombinasi fokus pada produk unggulan serta kegiatan pemasaran dan promosi yang inovatif.

Adapun, penjualan melalui kanal tradisional (general trade) menyumbang pendapatan sebesar Rp791 miliar atau melonjak 41% karena perluasan wilayah distribusi serta penambahan outlet penjualan. Berdasarkan wilayah, penjualan di kawasan barat dan timur tumbuh sebesar 32% dibandingkan tahun lalu seiring dengan ekspansi pabrik baru.

Meski begitu, penjualan di wilayah tengah pun tetap mengalami pertumbuhan sebesar 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan diyakini telah berhasil menjaga production excellence di pabrik serta mempertahankan biaya produksi yang relatif stabil sehingga dapat meraih laba bruto lebih dari Rp1,8 triliun atau setara dengan marjin laba bruto sebesar 55,5%. Seperti yang diketahui, Nippon Indosari Corpindo sendiri saat ini mengoperasikan 14 pabrik dengan sebaran 13 pabrik berlokasi strategis di Indonesia dan 1 pabrik di Filipina

BERITA TERKAIT

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…