Pekan ini Tujuh Komoditi Alami Perubahan Harga - KOTA SUKABUMI

Pekan ini Tujuh Komoditi Alami Perubahan Harga

KOTA SUKABUMI 

NERACA

Sukabumi - Beberapa komoditi di pasar tradisional Kota Sukabumi alami perubahan harga. Dari hasil monitoring Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) setempat, ada sekitar tujuh komoditi yang alami perubahan harga tersebut."Pekan ini ditemukan beberapa komoditi ada yang naik dan ada turun harga," ujar Kabid Perdagangan Diskopdagrin Kota Sukabumi Heri Sihombing, saat dihubungi lewat telepon genggamnya, Selasa (7/4).

Komoditi yang terpantau naik harga, diantaranya cabai merah besar TW menjadi Rp40 ribu dari semula Rp38 ribu/kg, cabai keriting merah setelah penaikan dibandrol menjadi Rp25 ribu/kg. Sedangkan yang alami penurunan yaitu daging ayam broiler dari 32 ribu menjadi Rp30 ribu/kg, cabai merah lokal dari 60 ribu menjadi Rp38 ribu/kg, disusul oleh bawang putih dari 40 ribu menjadi Rp38 ribu/kg."cabai keriting hijau juga turun menjadi Rp16 ribu dari Rp24 ribu/kg," jelas Heri.

Sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan, penyebab terjadinya perubahan harga bahan pokok penting (bapokting) di pekan ini, terutama pada komoditi yang alami penaikan harga."Bisa saja yang naik harga itu barangnya sedikit, sedangkan permintaan banyak. Begitu juga dengan komoditi yang turun harga, apakah barangnya melimpah tapi permintaan tetap," tuturnya.

Yang jelas lanjut Heri, pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga. Terutama terhadap komoditas yang dianggap rawan alami kenaikan."Bentuk pengawasan terus kita lakukan dengan rutinya ke lapangan setiap hari," ucapnya.

Sampai saat ini semua stok bapokting dan barang strategis lainya cukup tersedia, serta fluktuasi harga masih dalam batas kewajaran. Begitu juga dengan penyaluran dan pendistribusian barang-barang tersebut dalam kondisi aman dan lancar."Saat ini semua ketersediaan bapokting dan bahan startegis lainya aman," pungkasnya. Arya

 

 

BERITA TERKAIT

Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia & Hari Tanpa Tembakau Sedunia - Lentera Anak-World Clean up Day Indonesia Serukan Selamatkan Lingkungan dari Bahaya Puntung Rokok

NERACA Jakarta – Puntung rokok adalah sampah yang paling banyak mengotori planet Bumi. Dari hasil riset yang dilakukan Danielle Green,…

DPMPTSP Ingatkan Investor Tidak Hanya Kejar Keuntungan - KABUPATEN SUKABUMI

NERACA Sukabumi – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi, mengingatkan investor dan pelaku usaha  tidak…

Pusri Teken Kontrak Pembelian Gas dari Pertamina EP Hingga 2023

NERACA Palembang - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) melakukan perjanjian kontrak pembelian gas bumi dari PT Pertamina EP dalam jangka waktu…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia & Hari Tanpa Tembakau Sedunia - Lentera Anak-World Clean up Day Indonesia Serukan Selamatkan Lingkungan dari Bahaya Puntung Rokok

NERACA Jakarta – Puntung rokok adalah sampah yang paling banyak mengotori planet Bumi. Dari hasil riset yang dilakukan Danielle Green,…

DPMPTSP Ingatkan Investor Tidak Hanya Kejar Keuntungan - KABUPATEN SUKABUMI

NERACA Sukabumi – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi, mengingatkan investor dan pelaku usaha  tidak…

Pusri Teken Kontrak Pembelian Gas dari Pertamina EP Hingga 2023

NERACA Palembang - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) melakukan perjanjian kontrak pembelian gas bumi dari PT Pertamina EP dalam jangka waktu…