Tangani COVID-19, Pemkab Serang Siapkan Rp16,5 Miliar

Tangani COVID-19, Pemkab Serang Siapkan Rp16,5 Miliar

NERACA

Serang, Banten - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang Provinsi Banten telah melakukan refocusing atau penyisiran anggaran dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) guna penanganan virus corona atau COVID-19 hingga mencapai anggaran Rp15 miliar dan dana tidak terduga (TT) sebesar Rp1,5 miliar.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di Serang Kamis (2/4) mengatakan Pemkab Serang melakukan penyisiran dan pergeseran anggaran yang bisa ditunda atau dibatalkan untuk dialihkan bagi kebutuhan penanganan wabah COVID-19.“Total dana yang bisa dialokasikan Rp16,15 miliar, dari hasil refocusing dan dana TT. Estimasi kebutuhan 3 bulan,” kata Tatu.

Namun demikian Tatu menilai anggaran sebesar itu belum cukup memenuhi kebutuhan penanganan COVID-19. Sesuai rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Serang, setidaknya dibutuhkan minimal Rp58 miliar.“Kami upayakan bisa dilakukan kembali refocusing agar anggaran untuk penanganan COVID-19 dan bisa bertambah,” ujarnya.

Ia menjelaskan anggaran hasil refocusing diutamakan untuk mendukung peningkatan pelayanan di semua fasilitas kesehatan, mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit, antara lain kebutuhan alat pelindung diri (APD), alat rapid test, hingga obat-obatan.

Tatu menegaskan Pemkab Serang akan menyuplai kebutuhan rapid test yang diprioritaskan untuk tenaga medis di garis terdepan.“Kemudian kami akan tetapkan kriteria pemanfatan rapid test karena jumlahnya terbatas. Intinya, dengan angggaran terbatas, kita gunakan seefektif mungkin,” ujarnya. 

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Serang Agus Sukmayadi menambahkan pihaknya sudah mendapatkan bantuan 1.260 rapid test dari pemerintah pusat dan skala prioritas sudah dikirim ke 31 Puskesmas.“Kita juga akan mengadakan 2.000 ribu rapid test,” kata Agus.

Menurutnya, Dinkes Kabupaten Serang sudah memperoleh 350 set APD dari APBD dan sudah didistribusikan ke 31 Puskesmas, 119 public safety centre, Labkesda, dan tim gerak cepat Dinkes. Kemudian bantuan cover all dari Dinkes Banten sebanyak 850 set yang disalurkan untuk Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) dan rumah sakit swasta di Kabupaten Serang.

“Untuk mendapatkan APD ini cukup sulit karena dari distributornya terbatas. Bahkan pemesanan ini rebutan dengan daerah lain. Kami berupaya terus memenuhi kebutuhan semua fasilitas kesehatan,” ujarnya. Ant

 

BERITA TERKAIT

Pendapatan Siloam Naik Hampir 18% di Tahun 2019

NERACA Jakarta - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatatkan kinerja positif di tahun 2019. Emiten rumah sakit dengan jaringan…

Bursa Rebound, Saham LPKR dan PWON Menghijau

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah sempat tertekan akibat Covid-19 kini mulai rebound.…

PT Ceria Sumbang Ventilator Buatan UI ke Rumah Sakit Rujukan Covid-19

NERACA Jakarta - PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), perusahaan tambang nikel pemegang Izin Usaha Pertambangan dan Operasi Produksi di Kabupaten…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Pendapatan Siloam Naik Hampir 18% di Tahun 2019

NERACA Jakarta - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatatkan kinerja positif di tahun 2019. Emiten rumah sakit dengan jaringan…

Bursa Rebound, Saham LPKR dan PWON Menghijau

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah sempat tertekan akibat Covid-19 kini mulai rebound.…

PT Ceria Sumbang Ventilator Buatan UI ke Rumah Sakit Rujukan Covid-19

NERACA Jakarta - PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), perusahaan tambang nikel pemegang Izin Usaha Pertambangan dan Operasi Produksi di Kabupaten…