Imbas Lesunya Bisnis Properti - Laba Mentropolitan Kentjana Menyusut 39,61%

NERACA

Jakarta –Imbas lesunya bisnis properti di 2019 menekan perolehan laba bersih PT Metropolitan Kentjana Tbk. (MKPI). Tengok saja, emiten properti ini membukukan laba bersih sebanyak Rp614,78 miliar sepanjang 2019. Jumlah tersebut turun 39,61% dibandingkan dengan posisi 2018. Perseroan dalam laporan keuangannya di Jakarta, kemarin menyebutkan, perolehan laba dipicu dua faktor.  Pertama, penurunan pendapatan sebesar 15,56% menjadi Rp1,87 triliun. 

Pendapatan Metropolitan Kentjana turun karena penjualan di segmen tanah dan bangunan berkurang 73,38% ke posisi Rp210,98 miliar. Pada 2018, segmen tersebut berkontribusi 35,61% sedangkan tahun lalu hanya 11,27% saja. Sementara penjualan tanah dan bangunan sebagian besar merupakan penjualan 4,90% dan 18,95% apartemen Pondok Indah Residence tahun 2019 dan 2018 .

Kedua, laba bersih perseroan turun karena kenaikan beban pokok dari Rp977,86 miliar menjadi Rp986,55 miliar. Selain itu, pendapatan lain-lain MKPI juga tergerus 21,84% ke posisi Rp124,99 miliar. Di sisi lain, total  liabilitas MKPI tercatat Rp1,77 triliun dengan liabilitas jangka pendek mencapai Rp945,95 miliar. Adapun liabilitas jangka panjang tercatat Rp825,68 miliar. Total aset perseroan mencapai Rp7,27 triliun dengan aset lancar Rp1,14 triliun dan aset tidak lancar Rp6,13 triliun.

Pada tahun lalu pengembang kawasan Pondok Indah itu menghabiskan belanja modal sebesar Rp925,99 miliar. Dengan begitu, kas dan setara kas akhir periode mencapai Rp874,91 miliar. Sebagai informasi, perseroan tahun ini tengah fokus menyelesaikan pembangunan beberapa proyek properti, seperti pembangunan Service Residence Intercontinental, PIM 3 dan Pondok Indah Office Tower, serta proyek landed house Pondok Indah Town House.

Wakil Direktur Utama MKPI, Jeffri Tanudjaja seperti dikutip kontan pernah bilang, diharapkan beberapa proyek properti tersebut dapat rampung pada kuartal IV 2020.”Kami berharap PIM 3 dan Pondok Indah Office Tower 5 sudah bisa dibuka akhir 2020 mendatang, begitu pula dengan pemasaran pembangunan perumahan baru di perbatasan Pondok Indah" ujarnya.

MKPI menyiapkan dana sekitar Rp800 - Rp900 miliar untuk pembangunan PIM 3 dan Pondok Indah Office Tower 5. Sementara nilai investasi proyek perumahan Pondok Indah House masih enggan dibuka. Selain fokus menyelesaikan pembangunan proyek tersebut, MKPI juga masih terbuka untuk terus menambah landbank dengan mempertimbangkan harga dan lokasi yang strategis. "Asalkan cocok lokasi dan harga, kami terbuka," tandasnya.

Selanjutnya, masifnya penyebaran virus corona memberikan dampak terhadap bisnis perseroan, khususnya kinerja pusat perbelanjaan seiring dengan adanya himbauan pemerintah kepada masyarakat untuk beraktivitas di rumah. Namun perseroan belum bisa mengukur seberapa besar dampaknya terhadap kinerja pusat perbelanjaan. Untuk diketahui, pusat perbelanjaan merupakan salah satu kontributor pendapatan Metropolitan Kentjana. Per September 2019, segmen pusat perbelanjaan memberikan pendapatan sebanyak Rp642,5 miliar atau tumbuh 7,64% secara tahunan.

Jeffry menuturkan, sejauh ini perseroan tidak akan menggelar kegiatan yang memicu pengumpulan massa di satu tempat, sesuai dengan instruksi dari pemerintah. Namun, perseroan tetap mencari cara untuk bisa menggenjot pendapatan berulang (recurring income).

 

BERITA TERKAIT

Sikapi Kasus Sinarmas AM - Bibit Tumbuh Bersama Tunjuk Presdir Baru

NERACA Jakarta –Sebagai bentuk pertanggung jawaban atas sikap yang kurang tepat, PT Bibit Tumbuh Bersama selaku agen penjual reksadana dari…

Penjualan Sky Energy Indonesia Turun 9,87%

NERACA Jakarta – Di tahun 2019, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) mencatatkan kinerja keuangan negatif. Berdasarkan laporan keuangan yang…

Trafik Data XL Naik 25% di Saat Lebaran

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatat kenaikan trafik penggunaan layanan di saat lebaran Idul Fitri 1441 H.…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sikapi Kasus Sinarmas AM - Bibit Tumbuh Bersama Tunjuk Presdir Baru

NERACA Jakarta –Sebagai bentuk pertanggung jawaban atas sikap yang kurang tepat, PT Bibit Tumbuh Bersama selaku agen penjual reksadana dari…

Penjualan Sky Energy Indonesia Turun 9,87%

NERACA Jakarta – Di tahun 2019, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) mencatatkan kinerja keuangan negatif. Berdasarkan laporan keuangan yang…

Trafik Data XL Naik 25% di Saat Lebaran

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatat kenaikan trafik penggunaan layanan di saat lebaran Idul Fitri 1441 H.…