Realisasi Pajak Daerah Kota Sukabumi Mencapai Rp7 Miliar Lebih di Triwulan Pertama - Ditengah Wabah Covid-19

Realisasi Pajak Daerah Kota Sukabumi Mencapai Rp7 Miliar Lebih di Triwulan Pertama  

Ditengah Wabah Covid-19 

NERACA

Sukabumi - Realisasi penerimaan pajak daerah di Kota Sukabumi pada periode triwulan pertama mencapai Rp7,615,140,960, dengan rincian pajak hotel mencapai 28.77 persen, restoran 31.32, hiburan 29.50 persen, reklame 15.66 persen, penerangan jalan 27.70 persen, parkir 82.03 persen, air tanah 52.01.

"Alhamdulillah di triwulan pertama pajak daerah yang masuk sudah mencapai Rp7miliar, lebih atau sebesar 29.84 persen, dengan pendapatan denda pajak mencapai Rp1.582.054," ujar Kabid Pendataan dan Penetapan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Sukabumi Rakhman Gania kepada Neraca, Jumat (3/4).

Disisi lain Rakhman juga mengakui, jika penerimaan pajak menuju triwulan kedua akan ada sedikit penurunan terhadap PAD, hal ini seiring dengan mewabahnya covid-19 saat ini. Selain itu juga kegiatan sosialisasi pajak daerah juga 90 persen harus dilakukan lewat media elektronik dan media sosial. Meskipun saat ini pihaknya sudah memberikan kemudahan pelayanan kepada wajib pajak (WP) dalam membayar pajaknya lewat aplikasi yang sudah dibuat."Dengan adanya wabah covid-19, ada pengaruhnya terhadap penerimaan pajak," tutur Rakhman.

Sehingga lanjut Rakhman, berdampak juga terhadap pendapatan asil daerah (PAD), khususnya hotel, restoran, parkir dan hiburan akan alami penurunan omset WP. Bahkan kata Rakhman, ada beberapa surat permohonan penangguhann pembayaran pajak, sampai penghapusan pajaknya dari WP. Tapi, pihak BPKD tetap melaksanakan pekerjaan sesuai sistem dan prosedur (sidur) perpajakan."Mungkin kedepan ada kebijakan-kebijakan yang akan dikeluarkan sehubungan kondisi sekarang. Apalagi kondisi ini sifatnya nasional bahkan internasional," ujarnya.

Meskipun demikan, pihaknya akan terus melakukan berbagi terobosan-terobosan dengan tujuan untuk menggali dan PAD dari sektor pajak. Seperti halnya, dengan dikeluarkanya program Pajak Online Kota Sukabumi (Pantas). Hal itu kata Rakhman untuk memberikan kemudahan pelayanan serta tranparansi bagi wajib pajak (WP) ketika akan membayar pajaknya.

"Masyarakat khususnya bagi WP akan lebih mudah dalam pembayaran pajaknya lewat aplikasi Pantas tersebut, sehingga mereka bisa dilayani dengan baik tanpa harus adanya pertemuan antara penagih dan pembayar pajak," terangnya.

Rakhman juga menandaskan, pihaknya tengah melakukan pemasangan transaction Monitoring device disetiap wajib pajak. Hal itu juga salah satu bentuk untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak, sekaligus untuk menghindari adanya tingkat kebocoran dalam segi pajak. Nantinya jelas Rakhman, sistem tersebut akan dipasang di mesin kasir yang terkoneksi dengan admin di BPKD Kota Sukabumi. BPKD sendiri menggandeng bank BJB, lantaran bank ini merupakan kas daerah Pemkot Sukabumi.“Saat ini pemasangan alat tersebut tengah dilakukan secara bertahap ke wajib pajak," ujarnya.

Bahkan belum lama ini pihaknya juga akan menarik pajak dari sektor makan dan minum (mamin atau catering) disetiap organisasai Perangkat daerah (OPD). Hal itu tentunya untuk mendongkrak nilai pajak."Adanya pajak mamin tersebut, setidaknya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah juga," pungkasnya. Arya

 

BERITA TERKAIT

Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia & Hari Tanpa Tembakau Sedunia - Lentera Anak-World Clean up Day Indonesia Serukan Selamatkan Lingkungan dari Bahaya Puntung Rokok

NERACA Jakarta – Puntung rokok adalah sampah yang paling banyak mengotori planet Bumi. Dari hasil riset yang dilakukan Danielle Green,…

DPMPTSP Ingatkan Investor Tidak Hanya Kejar Keuntungan - KABUPATEN SUKABUMI

NERACA Sukabumi – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi, mengingatkan investor dan pelaku usaha  tidak…

Pusri Teken Kontrak Pembelian Gas dari Pertamina EP Hingga 2023

NERACA Palembang - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) melakukan perjanjian kontrak pembelian gas bumi dari PT Pertamina EP dalam jangka waktu…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia & Hari Tanpa Tembakau Sedunia - Lentera Anak-World Clean up Day Indonesia Serukan Selamatkan Lingkungan dari Bahaya Puntung Rokok

NERACA Jakarta – Puntung rokok adalah sampah yang paling banyak mengotori planet Bumi. Dari hasil riset yang dilakukan Danielle Green,…

DPMPTSP Ingatkan Investor Tidak Hanya Kejar Keuntungan - KABUPATEN SUKABUMI

NERACA Sukabumi – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi, mengingatkan investor dan pelaku usaha  tidak…

Pusri Teken Kontrak Pembelian Gas dari Pertamina EP Hingga 2023

NERACA Palembang - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) melakukan perjanjian kontrak pembelian gas bumi dari PT Pertamina EP dalam jangka waktu…