Laba Bersih Alfamart Melesat Tajam 71,11%

NERACA

Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan kenaikan laba 2019 sebesar 71,11% menjadi Rp1,11 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp650,14 miliar. Sementara pendapatan perseroan juga menigkat 9,17% dari posisi Rp66,82 triliun menjadi Rp72,94 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Meski begitu, perseroan juga menanggung kenaikan beban pokok penjualan sebesar 8,97%, beban penjualan dan distribusi sebesar 9,035 dan beban umum dan administrasi sebesar 4,14%. Di sisi lain, perseroan berhasil memperoleh penghasilan dari pendapatan lainnya yang melambung 44,475 menjadi Rp1,13 triliun dan mengurangi beban keuangannya 24,72% menjadi Rp397,85 miliar. Sehingga, laba per saham atau earning per share perseroan juga ikut meningkat dari posisi Rp15,66 menjadi Rp26,79.

Sumber Alfaria Trijaya juga sama-sama membukukan kenaikan total liabilitas dan ekuitas masing-masing 5,94% menjadi Rp17,11 triliun dan 14,40% menjadi Rp6,89 triliun. Sehingga, total aset perseroan ikut meningkat sebesar Rp23,99 triliun, naik 8,24% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp22,16 triliun. Terakhir, dengan kenaikan kas bersih sebesar Rp1,83 triliun, kas dan setara kas akhir tahun 2019 perseroan juga melonjak 88,27% menjadi Rp3,90 triliun.

Tahun ini, perseroan menargetkan pengoperasian 1.000 gerai Alfamart baru, terutama di sejumlah wilayah potensial di luar Pulau Jawa. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Sumber Alfaria Trijaya, Tomin Widian pernah bilang, pada 2020 perusahaan akan membuka 1.000 gerai Alfamart baru. Pada akhir 2019, AMRT sudah mengoperasikan 14.310 gerai, sehingga nantinya akan bertambah menjadi 15.310 gerai.

Tomin menyampaikan strategi perusahaan untuk terus bertumbuh dan menangkap potensi pasar yang ada yaitu dengan melakukan klasterisasi toko sesuai lokasinya. Dengan demikian, masing-masing toko menyediakan kebutuhan yang sesuai dengan konsumen masyarakat di sekitarnya. Di sisi lain, perusahaan terus mengembangkan bisnis digital terutama untuk memperluas saluran ditsribusi konsumen di kota besar. Platform digital juga menyediakan kebutuhan berbelanja berbagai bahan makanan.“Dengan berbagai strategi tersebut, kami memandang pertumbuhan bisnis pada 2020 cenderung positif,” imbuhnya.

BERITA TERKAIT

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…