Stok Darah di PMI Kota Sukabumi Minim

Stok Darah di PMI Kota Sukabumi Minim  

NERACA

Sukabumi - Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Donor Darah (UDD) Kota Sukabumi tergolong minim. Padahal, permintaan akan darah sangat tinggi. Kekurangan akan darah di PMI bisa saja diakibatkan dampak dari wabah Covid-19. 

”Iya saat ini stok darah di kita sangat minim, sementara kebutuhan darah meningkat. Hal ini bisa diakibatkan karena adanya wabah tersebut, yang mengakibatkan rasa kehawatiran para pendonor untuk keluar rumah,” beber Wakil Kepala UDD Kota Sukabumi Ferry Febriana, di Kantor PMI Kota Sukabumi Jalan Arief Rahman Hakim Kota Sukabumi, kemarin.

Untuk itu lanjut Ferry, PMI menyarankan setiap warga yang membutuhkan darah ke PMI diharapkan membawa pendonor sendiri.”Nantinya, darah tersebut bisa diambil kembali sesuai yang dibutuhkan atau disebut juga donor pengganti,” katanya.

Ferry mengungkapkan, kebutuhan darah setiap harinya mencapai 40 sampai 60 labu. Namun ditengah wabah covid 19, pendonor yang datang ke UDD sekitar dibawah 20 orang.”Mereka kebanyakan khawatir sih, ketika keluar rumah padahal saat ini sangat dibutuhkan,” imbuhnya.

Biasanya lanjut Ferry, menjelang jelang Ramadhan, pihaknya memiliki stok darah yang cukup.”Namun dengan adanya wabah covid-19 ini, sudah terjadi kekurangan stok darah.Bulan April ini, ada sebanyak 28 jadwal kegiatan donor darah terpaksa harus ditunda,” tandasnya.

Sebenarnya, masyarakat tidak perlu khawatir berefek pada virus corona. Namun yang perlu hati-hati, saat di perjalanan datang ke PMI untuk berdonor.”Ikuti sesuai protokol kesehatan dari pemerintah. Terutama dalam menjaga pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Bagi para komunitas yang ingin berdonor darah dipersilahkan, namun jelas Ferry langkahnya tidak perlu datang bergerombol ke PMI namun cukup masing masing.”Bagi keluarga PMI dipersilahkan berdonor, dan bagi pasien membutuhkan darah diharap membawa pendonor pengganti,” pungkasnya. Arya

 

 

BERITA TERKAIT

Jelang New Normal, Kota Bekasi Dapat Bantuan 500 Gel Hand Sanitizer

Bekasi-Menghadapi New Normal di Kota Bekasi, Jawa Barat, Inez Kosmetik  memberikan bantuan berupa 500  gel hand sanitizer kepada Pemerintah Kota…

Berkualitas Tinggi, Ekspor Olahan Kelapa Tembus 6 Benua

NERACA Batam - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian mencatat setidaknya ada 13 ragam komoditas turunan kelapa yang telah laris…

Menkop: Masih Ada Peluang Bagi UMKM di Tengah Covid-19

NERACA Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, UMKM pada saat pandemi Covid-19 berbeda dengan UMKM pada saat…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Jelang New Normal, Kota Bekasi Dapat Bantuan 500 Gel Hand Sanitizer

Bekasi-Menghadapi New Normal di Kota Bekasi, Jawa Barat, Inez Kosmetik  memberikan bantuan berupa 500  gel hand sanitizer kepada Pemerintah Kota…

Berkualitas Tinggi, Ekspor Olahan Kelapa Tembus 6 Benua

NERACA Batam - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian mencatat setidaknya ada 13 ragam komoditas turunan kelapa yang telah laris…

Menkop: Masih Ada Peluang Bagi UMKM di Tengah Covid-19

NERACA Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, UMKM pada saat pandemi Covid-19 berbeda dengan UMKM pada saat…