Martina Berto Bukukan Rugi Rp 66,94 MIiliar

NERACA

Jakarta –Bisnis kosmetik PT Martina Berto Tbk (MBTO) sepanjang tahun 2019 kemarin masih negatif. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi Rp 66,94 miliar atau lebih kecil dibandingkan tahun 2018 membukukan rugi sebesar Rp 114,13 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Namum demikian, perseroan masih mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 6,97%, dari posisi Rp502,52 miliar menjadi Rp537,57 miliar pada tahun 2019. Selain itu, perseroan juga berhasil menekan beban penjualan dan pemasarannya hingga 24,665 menjadi Rp189,09 miliar, nyatanya perseroan masih terus merugi. Masih mencatatkan rugi di tahun lalu, maka rugi per saham yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menurun dari Rp106,66 menjadi Rp62,57.

Di lain pihak, pos liabilitas perseroan naik 2,41% menjadi Rp355,89 miliar pada tahun 2019, dibarengi dengan peningkatan pada pos ekuitas sebesar 27,78% menjadi Rp300,50 miliar pada tahun lalu. Total aset perseroan yang tergabung dalam Martha Tilaar Grup tersebut juga ikut meningkat 9,64% dari Rp591,06 miliar menjadi Rp648,02 miliar. Terakhir, karena terdapat penurunan neto dalam kas dan bank sebesar Rp1,36 miliar, kas dan bank akhir tahun 2019 perseroan melorot 34,05% menjadi Rp2,64 miliar dari periode akhir tahun sebelumnya.

Asal tahu saja, tahun ini perseroan membidik penjualan bisa tumbuh 20% year on year (yoy). Sekretaris Perusahaan Martina Berto, Muhammad Shabri Hasan pernah bilang, perseroan tahun ini membidik penjualan 20% yoy. Dimana untuk mengejar target tersebut, ada sejumlah strategi yang sudah disiapkan MBTO, yakni meluncurkan produk baru dan pengembangan saluran belanja online

Shabri menjelaskan di tahun ini Martha Tilaar Group melakukan pemilihan produk yang unggul dan menguntungkan. Di 2020, MBTO sudah menyiapkan 17 Stock Keeping Unit (SKU) yang akan dirilis. Di antaranya, Sari Ayu tren warna 2020, produk baru dekoratif, make up base, Mirabella, dan produk mans grooming.  Adapun Shabri bilang Martina Berto juga melakukan kegiatan pemasaran dengan memberikan porsi yang lebih besar di media digital. Selain itu, juga mengembangkan penjualan online-nya lewat kerjasama dengan market place

Selain dari sisi penjualan, Shabri menyatakan MBTO juga akan melaksanakan konsolidasi profitabilitas melalui pemakaian dana promosi yang efektif dan efisien sehingga bisa menghasilkan laba. Martina Berto juga akan melakukan pembenahan di tingkat stok pasar sehingga selaras antara produksi, stock di gudang dan permintaan pasar. 

Menanggapi persaingan bisnis dengan produk impor kecantikan terutama dari Korea, diakui Shabri sama halnya dengan tekanan dari produk kompetitor dalam negeri. Oleh karenanya cara Martina Berto menyikapinya dengan meningkatkan penjualan dan brand awareness kepada kalangan muda.  MBTO sebagai produsen kosmetik lokal tidak ketergantungan bahan baku impor. Malahan, perusahaan kosmetik ini membeli bahan baku seluruhnya dari dalam negeri. 

BERITA TERKAIT

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…