Impor, Strategi Amankan Pangan Hadapi Wabah Covid-19

NERACA

Surabaya – Ditengah-tengah merebaknya serangan virus covid-19, komoditas pangan tidak terpengaruh. Hal ini penting karena meskipun masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas diluar, tapi kebutuhan pangan tetap harus aman.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok pangan aman, diantaranya komoditas hortikultura seperti bawang putih ataupun bawang bombai. Salah satu langkah untuk mengamankan pangan, Kementerian Pertanian mengeluarkan rekomendasi impor, dan saat ini barang-barang impor telah sampai melalui 3 pelabuhan besar di Indonesia yakni Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), dan Pelabuhan Belawan (Medan) serta via Batam.

Direktorat Jenderal (Dirjen) Hortikultura, Kementan, Prihasto Setyanto mengatakan, saat ini pihaknya tengah memantau kedatangan bawang putih impor di Balai Karantina Tanjung Perak, Surabaya. Bawang putih impor ini didatangkan oleh CV. Semangat Tani Maju Bersama (STMB) yang sudah mendapat rekomendasi dan izin impor dari pemerintah.

Pada tahun ini, Kementan menerbitkan RIPH (Rekomendasi Impor Produk Holtikultura) untuk bawang putih sebanyak 450.000 ton untuk kebutuhan 10 - 11 bulan ke depan. Dan impor bawang putih ini sudah datang ke 3 pelabuhan besar di Tanah Air sejak 11 Maret lalu. Totalnya sudah ada 7.700 ton bawang putih yang sudah masuk melalui Surabaya.

"Hari ini di Tanjung Perak, Surabaya kedatangan 1.500 ton bawang putih impor dari China dengan menggunakan 40 kontainer. Kedatangan bawang putih ini diharapkan akan menurunkan harga bawang putih dari 30.000 per Kg menjadi 20.000 hingga 25.000 per Kg. Dan saat ini bawang putih dari China ini sudah masuk ke pasar-pasar di Tanah Air," jelas Prihasto, saat melakukan inspeksi kapal muat bawang putih di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Prihasto mengakui, nantinya, setiap pekan akan ada 100 -150 kontainer yang akan mendarat di empat pelabuhan di Indonesia. Sehingga  masyarakat diminta untuk tidak melakukan panic buying,  karena pemerintah tetap menjaga pasokan bahan baku.

"Kedatangan ini akan berlanjut terus, sudah ada jadwalnya sampai akhir tahun. Minggu depan juga akan ada yang masuk lagi. Karena kami sudah menerbitkan RIPH 450.000 ton bawang putih untuk 54 importir," tegas Prihasto.

Menurut Prihasto, 54 importir ini juga memiliki kewajiban menanam bawang putih di Tanah Air yang bekerjasama dengan petani lokal. Dan ini berlaku langsung setelah bawang putih impor pesanan mereka datang hingga 1 tahun kedepan.

Tak hanya bawang putih, Kementan juga telah menerbitkan rekomendasi impor bawang bombay yang sekarang harganya melejit hingga Rp 120 ribu per kilogram. Adapun importir yang mendapat izin sudah melakukan pembelian bawang bombay dari Tiongkok, Australia dan New Zeland. Pihaknya telah menerbitkan rekomendasi impor sebanyak 227 ribu ton.

"Pertengahan April nanti akan datang bawang bombay sehingga harga bisa turun hingga 25.000 per Kg. Jadi kami minta sekali lagi masyarakat jangan khawatir, kami menjamin ketersedian pangan di Indonesia selama Covid-19 ini akan tetap aman dan terkendali," ucap Prihasto.

Tidak hanya bawang, Kementan juga optimis untuk mengamankan stok pangan lainnya seperti beras. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan jika saat ini petani sudah memasuki masa panen untuk komoditas padi, dan jagung.

"Saya optimis masa panen di bulan Maret-April 2020 bisa memenuhi target rencana produksi sebagai bagian dari jaminan ketersediaan stok pangan nasional," begitu kata Arif di Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Arif menyebut, luas panen padi di Sumenep pada bulan Maret 2020 mencapai luas 19.157 Ha dan panen padi pada bulan April 2020 seluas 10.398 Ha. Tidak hanya itu, Sumenep juga akan panen jagung pada bulan Maret 2020 seluas 57.332 Ha serta pada bulan April 2020 seluas 41.868 Ha.

Selain itu bawang merah juga sudah memasuki masa panen dimana untuk bulan Maret 2020 ini seluas 425 hektar siap untuk panen dan pada bulan April 2020 ada seluas 300 Ha.

“Sejak pertengahan bulan Maret 2020, petani di sejumlah kecamatan atau desa di Sumenep sudah panen jagung dan bawang merah. Pada akhir Maret hingga April, banyak petani yang panen padi,” terang Arif. groho/iwan

BERITA TERKAIT

DKI JAKARTA TERAPKAN PSBL - Indonesia Diprediksi Lolos dari Resesi Ekonomi

Jakarta-Indonesia diprediksi selamat dari resesi ekonomi akibat pandemi virus corona. Prediksi tersebut mengacu kinerja di sektor kesehatan dan ekonomi dalam…

Pelonggaran PSBB Bukan Tanpa Dasar, Sesuai WHO - OPERASIONAL BUS AKAP DAN KA LUAR BIASA DIPERPANJANG HINGGA 7 JUNI

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tengah dilakukan pemerintah bukan tanpa dasar. Sebab,…

Skenario New Normal Jadi Sentimen Positif IHSG

NERACA Jakarta – Kebijakan New Normal yang dicanangkan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 disambut positif para pelaku pasar dan termasuk investor…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

DKI JAKARTA TERAPKAN PSBL - Indonesia Diprediksi Lolos dari Resesi Ekonomi

Jakarta-Indonesia diprediksi selamat dari resesi ekonomi akibat pandemi virus corona. Prediksi tersebut mengacu kinerja di sektor kesehatan dan ekonomi dalam…

Pelonggaran PSBB Bukan Tanpa Dasar, Sesuai WHO - OPERASIONAL BUS AKAP DAN KA LUAR BIASA DIPERPANJANG HINGGA 7 JUNI

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tengah dilakukan pemerintah bukan tanpa dasar. Sebab,…

Skenario New Normal Jadi Sentimen Positif IHSG

NERACA Jakarta – Kebijakan New Normal yang dicanangkan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 disambut positif para pelaku pasar dan termasuk investor…