Walikota Sukabumi Ajukan Pergeseran Anggaran Ban-Gub untuk Penanganan Covid-19

Walikota Sukabumi Ajukan Pergeseran Anggaran Ban-Gub untuk Penanganan Covid-19  

NERACA

Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengaku sudah mengajukan pergeseran anggaran dari bantuan gubernur (ban-gub) sebesar Rp10 miliar untuk penanganan Covid-19. Meskipun kata Fahmi belum ada surat resmi dari provinsi, namun setidaknya dana untuk keperluan Covid-19 sangat dibutuhkan."Daerah boleh mengajukan perubahan anggaran untuk keperluan Covid-19. Dan itu sudah kita (pemkot) lakukan," ujar Fahmi kepada Neraca, Selasa (31/3).

Anggaran sebesar Rp10 miliar yang diajukan itu khusus dibangun ruang isolasi, dengan berbagai kelengkapan yang khusus."Jadi ada anggaran ban-gub untuk pengadaan peralatan dan CT scan di rumah sakit dan itu digeser untuk penanganan covid-19, walaupun saat ini belum ada jawaban dari provinsi. Sebab deadline tanggal 5 april menunggu kota dan kabupaten memasukan pengajuan," jelas Fahmi.

Sejauh ini lanjut Fahmi, pihaknya belum bisa estimasikan secara detail, karena ada hubungan dengan kesehatan dan penanganan rawan pangan. Jadi kata Fahmi saat ini masih terus menghitung kebutuhan anggaran untuk penanganan covid-19. Sebab, jika tingkat kegawat darurat meningkat otomatis anggaran akan meningkat."Kita masih menghitung keseluruhan kebutuhan anggaran untuk keperluan covid-19," tutur Fahmi.

Sebelumnya Fahmi juga mengungkapkan, pergeseran anggaran juga akan dilakukan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk covid-19."Anggaran yang ditarik, akan digunakan untuk penanganan Covid 19. Kita juga belum tahu, penanganannya seperti apa yang pasti semua ditarik. Kecuali, pendidikan dan kesehatan," tuturnya.

Fahmi tidak memungkiri dana DAK yang ditarik tersebut tentunya akan terjadi penghambatan dalam pembangunan tahun ini.Tapi, karena komitmennya dan fokus untuk pencegahan Covid pergeseran itu harus dilakukan."Ya agak terganggu pembangunan tahun ini, namun kita berkomitmen dan fokus dalam penanganan Covid," ungkapnya.

Berdasarkan data dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) setda Kota Sukabumi, ada sekitar 9 paket yang berpeluang batal. Yakni, pengerjaan yang dibatalkan itu, pengerjaan Rehabilitasi jaringan irigasi Cipelang leutik senilai Rp1,253,528.000, irigasi Tonjong Rp994.274.00. Irigasi Cibitung Rp485.448,788. Belanja modal alat angkutan darat Senilai Rp1,492,342.500, belanja modal dump truk Rp 1,289,999,000, pengerjaan belanja modal pengadaan konstruksi jalan peningkatan jalan lettu bakri Rp1,648,650,000, peningkatan jalan tegallega Rp1,243,951,000, peningkatan jalan Kopeng Rp1,836,040,000 dan peningkatan jalan Pelda Suryanta Rp3,418,402,000. Arya

 

BERITA TERKAIT

Jelang New Normal, Kota Bekasi Dapat Bantuan 500 Gel Hand Sanitizer

Bekasi-Menghadapi New Normal di Kota Bekasi, Jawa Barat, Inez Kosmetik  memberikan bantuan berupa 500  gel hand sanitizer kepada Pemerintah Kota…

Berkualitas Tinggi, Ekspor Olahan Kelapa Tembus 6 Benua

NERACA Batam - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian mencatat setidaknya ada 13 ragam komoditas turunan kelapa yang telah laris…

Menkop: Masih Ada Peluang Bagi UMKM di Tengah Covid-19

NERACA Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, UMKM pada saat pandemi Covid-19 berbeda dengan UMKM pada saat…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Jelang New Normal, Kota Bekasi Dapat Bantuan 500 Gel Hand Sanitizer

Bekasi-Menghadapi New Normal di Kota Bekasi, Jawa Barat, Inez Kosmetik  memberikan bantuan berupa 500  gel hand sanitizer kepada Pemerintah Kota…

Berkualitas Tinggi, Ekspor Olahan Kelapa Tembus 6 Benua

NERACA Batam - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian mencatat setidaknya ada 13 ragam komoditas turunan kelapa yang telah laris…

Menkop: Masih Ada Peluang Bagi UMKM di Tengah Covid-19

NERACA Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, UMKM pada saat pandemi Covid-19 berbeda dengan UMKM pada saat…