Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Sukabumi Mulai Naik

Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Sukabumi Mulai Naik

NERACA

Sukabumi – Harga sejumlah kebutuhan pokok pada akhir Maret ini, alami kenaikan yang sangat signifikan, ditengah isu wabah virus corona. Warga meminta pemerintah melakukan operasi pasar (OP) terbatas, guna mencegah terjadi penimbunan barang.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun NERACA di Sukabumi, Senin (30/3), kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan adalah beras jenis medium dan premium. Kini, harga beras jenis medium Rp 10 ribu per kilogram atau naik Rp 1.000.

Sedangkan harga beras jenis medium dari R9 9.500 per kilogram, kini menjadi Rp 11.500 per kilogram. Selain beras, kebutuhan pokok lainnya yang mengalami penaikan harga adalah gula pasir dari Rp 10 ribu per kilogram menjadi Rp 17 ribu per kilogram.

Bawang putih dari Rp 24 ribu per kilogram, alami kenaikan hingga 100 persen menjadi Rp 48 ribu per kilogram. Demikian halnya bawang merah dari Rp 30 ribu per kilogram, menjadi Rp 37 ribu per kilogram. Kemudian, cabai rawit merah dari Rp 30 ribu per kilogram tembus ke angka Rp 45 ribu per kilogram.

Sejumlah pedagang menyebutkan kenaikan ini tejadi semenjak isu virus corona ramai di tanah air.“Akibat isu corona, banyak masyarakat melakukan pembelian dengan skala yang tak lazim. Sementara kami para pedagang, tidak bisa membatasi permintaan konsumen,” jelas Dudi Syahdudi seorang pedagang kelontong di sekitar Pasar Semi Modern (PSM) Cisaat.

Para pedagang berharap pemerintah melakukan upaya percepatan penanganan virus corona, agar daya beli masyarakat kembali normal.“Sekarang daya beli masyarakat menurun. Mungkin mereka takut ke Pasar karena isu corona ini,” sambung dia.

Sementara pihak Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kabupaten Sukabumi, melalui Bidang Perdagangan menyatakan, telah meminta pedagang dan konsumen untuk memtasai pembelian pada dua jenis komoditi.“Kita imbau kepada konsumen agar membatasi pembelian komoditi beras dan gula. Langkah ini dilakuan agar tidak terjadi pembelian besar-besaran oleh oknum tertentu, ditengah wabah virus corona,” jelas Kepala Seksi Tertib Niaga, R Irawan. Ron

 

 

BERITA TERKAIT

Pendapatan Siloam Naik Hampir 18% di Tahun 2019

NERACA Jakarta - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatatkan kinerja positif di tahun 2019. Emiten rumah sakit dengan jaringan…

Bursa Rebound, Saham LPKR dan PWON Menghijau

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah sempat tertekan akibat Covid-19 kini mulai rebound.…

PT Ceria Sumbang Ventilator Buatan UI ke Rumah Sakit Rujukan Covid-19

NERACA Jakarta - PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), perusahaan tambang nikel pemegang Izin Usaha Pertambangan dan Operasi Produksi di Kabupaten…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Pendapatan Siloam Naik Hampir 18% di Tahun 2019

NERACA Jakarta - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatatkan kinerja positif di tahun 2019. Emiten rumah sakit dengan jaringan…

Bursa Rebound, Saham LPKR dan PWON Menghijau

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah sempat tertekan akibat Covid-19 kini mulai rebound.…

PT Ceria Sumbang Ventilator Buatan UI ke Rumah Sakit Rujukan Covid-19

NERACA Jakarta - PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), perusahaan tambang nikel pemegang Izin Usaha Pertambangan dan Operasi Produksi di Kabupaten…