Sempat Stop Transaksi, IHSG Masih Tertekan Covid-19

NERACA

Jakarta – Sentimen negatif Covid-19 masih menjadi tekanan terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG). Dimana sejak awal perdagangan IHSG langsung tertekan dan bahkan pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 10:20:48 waktu JATS. Namun demikian hal tersebut tidak mampu menopang tekanan terhadap IHSG.

Alhasil, mengakhiri perdagangan Senin (30/3) awal pekan kemarin, IHSG ditutup melemah 131,07 poin atau 2,88% ke posisi 4.414,5. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 28,01 poin atau 4,01% menjadi 670,77. Kata analis Indopremier Sekuritas, Mino, setelah minggu kemarin perhatian investor teralihkan pada paket stimulus Amerika Serikat, pada awal pekan ini perhatian investor kembali ke masalah utama yaitu penyebaran Covid-19.”Kekhawatiran akan dampak negatif penyebaran Covid-19 ini kembali muncul ke permukaaan," ujarnya di Jakarta, kemarin (30/3).

Secara sektoral, seluruh sektor terkoreksi dimana sektor aneka industri turun paling dalam yaitu minus 5,47%, diikuti sektor industri dasar dan sektor manufaktur masing-masing minus 4,79% dan minus 4,35%. Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp63,5 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 325.179 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 5,07 miliar lembar saham senilai Rp5,57 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 332 saham menurun, dan 106 saham tidak bergerak nilainya. Sementara itu, bursa saham regional Asia sore antara lain indeks Nikkei ditutup melemah 304,4 poin atau 1,57% ke 19.085, indeks Hang Seng melemah 309,2 poin atau 1,32% ke 23.175,1, dan indeks Straits Times melemah 110,39 poin atau 4,37% ke 2.418,37.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka melemah 208,76 poin atau 4,59% ke posisi 4.336,82, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 42,84 poin atau 6,13% menjadi 655,94. Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan, kenaikan IHSG yang terjadi dua hari di penghujung pekan lalu diperkirakan mereda.”Pelaku pasar akan menyikapi sejumlah faktor yang dapat mengimbas bagi pasar di pekan ini. Fluktuasi nilai tukar rupiah dan tekanan terhadap harga minyak serta ketidakpastian pasar global dari penyebaran wabah Covid-19, bisa menjadi ganjalan kembali bagi IHSG pada perdagangan saham dalam pekan ini," ujar Alfiansyah.

Anggota G20 sepakat untuk menggelontorkan dana sekitar 4 miliar dolar AS untuk menemukan vaksin  COVID-19. Kesepakatan tersebut merupakan kesepakatan antarmenteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 yang juga disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Negara Anggota G20. Penemuan vaksin akan dilakukan secara kolaboratif antara World Health Organization (WHO) dan Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI). KTT Luar Biasa.

Negara Anggota G20 juga membahas bagaimana cara meningkatkan suplai alat kesehatan karena di semua negara, mengalami kekurangan alat-alat kesehatan terutama Alat Pelindung Diri (APD), kemudian Test Kit, dan Ventilator. Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia sedang mengupayakan dukungan agar perusahaan yang dapat memproduksi alat kesehatan dapat menaikkan produksinya.

Dari domestik, di tengah penyebaran wabah COVID-19, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis kegiatan perdagangan internasional yang sempat tertekan akan segera pulih karena terkait dengan sektor produksi dan distribusi China yang kembali pulih akan berimbas positif pada alur perdagangan internasional.

Indonesia termasuk yang sangat bergantung pada kegiatan ekspor-impor dengan China. Dengan terhentinya kegiatan ekonomi China, langsung berdampak pada Indonesia dimana pelemahan 1 persen ekonomi China dapat berdampak pada penurunan ekonomi Indonesia sekitar 0,3% hingga 0,6%. Pelemahan ekonomi di China akan langsung berefek pada Indonesia, terutama di industri pengolahan atau manufaktur, perdagangan internasional, dan jasa pariwisata.

Tercatat bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei dibuka melemah 626,7 poin atau 3,23% ke 18.762,7, indeks Hang Seng melemah 328,5 poin atau 1,4% ke 23.155,8, dan indeks Straits Times melemah 92,75 poin atau 3,67% ke 2.436,01. bani

 

 

 

 

BERITA TERKAIT

DKI JAKARTA TERAPKAN PSBL - Indonesia Diprediksi Lolos dari Resesi Ekonomi

Jakarta-Indonesia diprediksi selamat dari resesi ekonomi akibat pandemi virus corona. Prediksi tersebut mengacu kinerja di sektor kesehatan dan ekonomi dalam…

Pelonggaran PSBB Bukan Tanpa Dasar, Sesuai WHO - OPERASIONAL BUS AKAP DAN KA LUAR BIASA DIPERPANJANG HINGGA 7 JUNI

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tengah dilakukan pemerintah bukan tanpa dasar. Sebab,…

Skenario New Normal Jadi Sentimen Positif IHSG

NERACA Jakarta – Kebijakan New Normal yang dicanangkan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 disambut positif para pelaku pasar dan termasuk investor…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

DKI JAKARTA TERAPKAN PSBL - Indonesia Diprediksi Lolos dari Resesi Ekonomi

Jakarta-Indonesia diprediksi selamat dari resesi ekonomi akibat pandemi virus corona. Prediksi tersebut mengacu kinerja di sektor kesehatan dan ekonomi dalam…

Pelonggaran PSBB Bukan Tanpa Dasar, Sesuai WHO - OPERASIONAL BUS AKAP DAN KA LUAR BIASA DIPERPANJANG HINGGA 7 JUNI

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tengah dilakukan pemerintah bukan tanpa dasar. Sebab,…

Skenario New Normal Jadi Sentimen Positif IHSG

NERACA Jakarta – Kebijakan New Normal yang dicanangkan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 disambut positif para pelaku pasar dan termasuk investor…