Duta Pertiwi Catat Pendapatan Rp 2,46 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) membukukan peningkatan kinerja sepanjang 2019 baik dari sisi pendapatan maupun laba. Pendapatan Duta Pertiwi sepanjang 2019 tercatat mencapai Rp 2,46 triliun mengalami peningkatan 10,8% secara tahunan (yoy) dari Rp 2,22 triliun di 2018. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Peningkatan pendapatan ikut mendorong laba tahun berjalan yang dapat diatrubusikan ke entitas induk naik 20,99% yoy dari Rp 911,5 miliar. Adapun laba tersebut di tahun 2019 tercatat mencapai Rp 1,1 triliun.  Kenaikan pendapatan DUTI disebabkan oleh naiknya penjualan tanah, rumah tinggal dan ruko dari Rp 1,25 triliun menjadi Rp 1,39 triliun serta penjualan tanah dan bangunan strata title yang naik signifikan dari Rp 12,51 juta menjadi Rp 129,39 miliar. 

Dari sisi beban, beban pokok penjualan DUTI mengalami peningkatan 30,32% dari Rp 451,85 miliar menjadi Rp 588,85 miliar. Kemudian jumlah beban usaha mencapai Rp 820,47 miliar terdiri dari beban penjualan Rp 342,58 miliar, beban umum dan administrasi Rp 349,76 miliar dan beban pajak final Rp 128,13 miliar. Sementara itu aset DUTI per akhir 2019 tercatat mencapai Rp 13,79 triliun. Jumlah tersebut meningkat 9,1% dari 2018 yang tercatat Rp 12,64 triliun. Kemudian jumlah liabilitas DUTI tercatat sebesar Rp 3,2 triliun dan ekuitas sebesar Rp 10,59 triliun. 

BERITA TERKAIT

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…