Antisipasi Covid-19, Kemendag Perpanjang Pendaftaran GDI 2020

Antisipasi Covid-19, Kemendag Perpanjang Pendaftaran GDI 2020

NERACA

Jakarta - Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Ditjen PEN Kemendag) memperpanjang pendaftaran Good Design Indonesia (GDI) ke-4 sampai 10 April 2020. Pendaftaran yang dapat dilakukan melalui situs http://iddc.kemendag.go.id/gdi/ ini sudah dibuka sejak 2 Januari 2020.

Perpanjangan pendaftaran GDI dilakukan sebagai antisipasi penyebaran yang lebih luas pada COVID-19 di Indonesia. Ditjen PEN Kemendag memperpanjang masa pendaftaran GDI sampai 10 April 2020. Hal ini guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 di Indonesia serta sejalan dengan arahan Presiden Jokowi dan WHO agar masyarakat tinggal di rumah.

“Bila ada keperluan penting untuk keluar rumah harus menjaga physical distancing. Dengan adanya perpanjangan waktu ini, para pelaku usaha dan desainer diharapkan dapat memaksimalkan potensinya untuk tetap berpartisipasi di ajang bergengsi ini,” ujar Direktur Pengembangan Produk Ekspor Ari Satria.

Menurut Ari, sejumlah program kerja yang telah direncanakan akan terus dilanjutkan melalui komunikasi dan koordinasi secara daring.

Hal ini menyikapi kebijakan pemerintah untuk kerja dari rumah hingga 2 April 2020. “Ditjen PEN tentu mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh panitia dan peserta GDI,” imbuh Ari.

Selanjutnya penjurian GDI tahap I, lanjut Ari, juga akan ditunda menjadi 15–16 April 2020. Sebelumnya, penjurian tahap I dijadwalkan pada 7–8 April 2020. “Jika hingga tanggal yang ditentukan situasi belum kembali kondusif, maka penjurian akan tetap dilaksanakan dengan sistem penjurian secara digital seperti tahun lalu. Pada penjurian sistem digital tersebut, para juri dapat memberikan penilaian produk, kemudian nilai tersebut akan diterima panitia GDI secara langsung melalui laman admin GDI,” jelas Ari.

GDI merupakan ajang penganugerahan berskala nasional bagi desainer dan pelaku usaha Indonesia yang berhasil menciptakan desain kreatif, inovatif, dan memiliki nilai komersial di pasar global. Selain itu, GDI juga terkoneksi langsung dengan ajang desain terbesar dan tertua di dunia, yaitu Good Design Award (GDA/G-Mark).

Implementasi penjurian GDI di Jakarta merupakan seleksi awal menuju tahap seleksi kedua (second screening) GDA di Tokyo, Jepang. Setiap tahun, Kemendag memfasilitasi para pemenang berpredikat “GDI of the Year and GDI Best” untuk mengikuti kompetisi dan pameran tahunan GDA di Jepang. “Dengan adanya koneksitas antara GDI dan GDA, Kemendag tidak dapat menunda proses penjurian terlalu jauh. Dua tahapan penjurian GDI harus selesai pada akhir bulan Juni agar produkproduk pemenang GDI dapat dikirim ke Tokyo sebelum seleksi kedua G-Mark,” ucap Ari.

Selain masa pendaftaran dan penjurian tahap pertama, beberapa kegiatan lain yang juga merupakan tahapan kegiatan GDI ini mengalami penyesuaian diantaranya penjurian tahap ke-2 yang semula 9–11 Juni 2020 menjadi 16–18 Juni 2020. Selain itu, pameran produk-produk pemenang GDI di Alun Alun Grand Indonesia juga diundurkan yang semula akan dilakukan pada 19 Juni–9 Juli 2020 menjadi 23 Juni–9 Juli 2020. Sedangkan acara untuk penganugerahan GDI tetap akan diselenggarakan pada 24 Juni 2020.

Kontes Desain Trofi GDI

Selain ajang GDI, tahun ini Kementerian Perdagangan juga akan menyelenggarakan Kontes Desain Trofi GDI yang terbuka untuk umum dengan hadiah sebesar Rp10 Juta. Pendaftaran kontes tersebut dibuka secara daring melalui situs http://iddc.kemendag.go.id/gdi/ sampai 10 April 2020.

Setiap peserta bisa mendaftarkan lebih dari satu desain trofi. Masing-masing desain dilengkapi dengan penjelasan konsep serta tiga foto 3D dari desain tersebut yang dapat diambil dari sudut berbeda. Desain trofi harus dapat mencerminkan visi GDI sebagai platform desainer dan pelaku usaha Indonesia menuju pasar global.

Desain juga harus dapat menggambarkan posisi GDI sebagai ajang yang menawarkan peluang bisnis dan bukan berhadiah uang tunai. Selain itu, total biaya produksi per trofi tidak lebih dari Rp7,5 juta. Nantinya, peserta kontes juga harus menyertakan rincian kebutuhan material dan harganya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) menggelar Diseminasi Hasil Kajian BPPP "Penguatan Pasar Dalam Negeri dan Perluasan Akses Pasar Ekspor Indonesia" di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

"Kegiatan diseminasi ini merupakan salah satu upaya agar hasil pengkajian dapat diketahui dan dimanfaatkan seluruh pihak sehingga dapat bersama-sama bersinergi meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia," jelas Kepala BPPP Kasan.

 

BERITA TERKAIT

Relaksasi KUR bagi UMKM dapat Tambahan Rp 4,967 Triliun

NERACA Jakarta - Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,967 triliun tambahan subsidi bunga untuk memberikan stimulus dan merelaksasi pinjaman bagi…

Ditengah Pandemi, Diprediksi Ekspor Pertanian akan Meningkat

NERACA Jakarta - Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Riyanto, menilai…

Perpres 64 Tahun 2020 Mengatur Ekosistem Jaminan Kesehatan Nasional

NERACA Jakarta - Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 sebagai upaya untuk membangun ekosistem Jaminan Kesehatan Nasional…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Relaksasi KUR bagi UMKM dapat Tambahan Rp 4,967 Triliun

NERACA Jakarta - Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,967 triliun tambahan subsidi bunga untuk memberikan stimulus dan merelaksasi pinjaman bagi…

Ditengah Pandemi, Diprediksi Ekspor Pertanian akan Meningkat

NERACA Jakarta - Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Riyanto, menilai…

Perpres 64 Tahun 2020 Mengatur Ekosistem Jaminan Kesehatan Nasional

NERACA Jakarta - Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 sebagai upaya untuk membangun ekosistem Jaminan Kesehatan Nasional…