KLHK Sosialisasi Gerakan Bersih Cuci Tangan, Bagikan Sabun, dan Penyemprotan Disinfektan - Peduli Covid-19

KLHK Sosialisasi Gerakan Bersih Cuci Tangan, Bagikan Sabun, dan Penyemprotan Disinfektan

Peduli Covid-19

NERACA

Jakarta - Kolaborasi seluruh eleman masyarakat untuk membantu Pemerintah dalam situasi darurat menanggulangi wabah pandemi virus Corona atau Covid-19 sangat dibutuhkan. Yang menggembirakan, kini banyak individu, komunitas, publik figur, dan juga perusahaan swasta yang bergandengan tangan dengan Pemerintah membantu mengatasi pandemi Corona.

Dengan demikian, tidak hanya pemerintah, berbagai pihak lainnya juga mulai melakukan langkah untuk mencegah penyebaran virus Corona, seperti kolaborasi kepedulian pemerintah bersama dunia usaha.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), PT Musim Mas, Wings Group dan Komunitas berkolaborasi melakukan aksi peduli sosial dengan sosialisasi “Gerakan Bersih Cuci Tangan” sambil  membagikan 50.000 sabun kepada masyarakat. Aksi kepedulian yang simpatik dan bermanfaat langsung pada masyarakat ini mulai dilakukan Sabtu (28/3) hingga Rabu, 1 April mendatang. Adapun sabun yang dibagikan adalah sumbangan perusahaan yang memproduksi sabun dengan bahan baku minyak sawit.

Lokasi pembagian sabun yang dilaksanakan Sabtu di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Pasar Rebo, Jakarta Timur, serta dua lokasi di  Serpong dan Tangerang Selatan. Selanjutnya sabun disertai pamflet tata cara cuci tangan yang benar akan dibagikan kepada masyarakat ke beberapa lokasi di sekitar Jabodetabek. Lokasi dipilih atas dasar pertimbangan peta sebaran COVID-19.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, M.R. Karliansyah memimpin langsung kegiatan sosialisasi “Gerakan Bersih Cuci Tangan” dan penyemprotan disinfektan di sejumlah lokasi.

"Setiap individu dapat melindungi diri dari serangan virus COVID-19. Salah satunya adalah dengan rajin membersihkan tangan dengan sabun. Mari saling menjaga, saling melindungi, siapa pun yang ada di sekitar kita, utamanya adalah keluarga,” kata Karliansyah, Sabtu (28/3).

Mengenai sabun yang dibagikan ke masyarakat, Karliansyah mengatakan, sabun merupakan salah satu alat pembunuh virus dan bakteri yang ampuh sekaligus sebagai salah satu sarana kebersihan diri sejalan dengan prinsip KLHK yaitu membangun cara hidup bersih cuci tangan.

Lebih lanjut Karliansyah mengungkapkan, KLHK juga memberikan bantuan penyemprotan disinfektan yang terbuat dari bahan organik ke beberapa wilayah pandemi Jabodetabek. Penyemprotan disinfektan dinilai efektif cegah meluasnya virus COVID-19.

Disinfeksi kata Karliansyah adalah suatu pencegahan dari berbagai jenis organisme berbahaya, baik virus dan bakteri maupun jamur yang bisa menyebabkan penularan penyakit. Untuk wilayah yang sudah ada yang positif COVID-19 maka wajib dilakukan disinfeksi karena untuk mencegah penyebaran lebih luas. Sementara bagi wilayah yang belum terdapat suspek juga disarankan melakukan disinfeksi.

Selain kegiatan penyemprotan dan pembagian sabun kepada masyarakat, KLHK juga memberikan bantuan masker ke beberapa Rumah Sakit, Polsek, dan Puskesmas di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kegiatan yang sama akan dilanjutkan besok hingga Rabu 1 April 2020 ke pemukiman warga wilayah pandemik dan pasar-pasar tradisional di wilayah Jakarta.

Sebelumnya, KLHK membeli produk hasil usaha petani hutan yang bermanfaat menjaga daya tahan tubuh ini, juga dibagikan kepada tenaga medis yang bertugas di garda terdepan penanganan virus COVID-19 Corona.

Cegah Penularan Virus

Mengutip data yang diungkapkan dari Juru Bicara Penanganan COVID19, Achmad Yurianto mengenai perkembangan pasien positif virus Corona di Indonesia, Karliansyah mengatakan, hingga saat ini, pemerintah mengumumkan total pasien positif virus corona di Indonesia berjumlah 1.155 orang, 59 orang sembuh, dan 102 orang meninggal (data 28 Maret 2020). Pemerintah gencar menyusun rencana untuk menghadapi virus pandemi global ini.

Terdapat dua cara yang menjadi kunci pengendalian penularan COVID-19 yang dapat dilakukan masyarakat adalah menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun. Mencuci tangan dengan sabun mencegah penularan virus COVID-19. Kandungan sabun terbukti secara klinis mampu membunuh bakteri, virus, dan kuman penyakit. Mencuci tangan dengan sabun adalah langkah dasar yang paling mudah dan aman untuk melindungi diri dari virus dan merupakan anjuran dari WHO.

Begitu juga lanjut Karliansyah, ahli kesehatan menganjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Sabun memiliki kandungan senyawa yang dapat mengikat molekul air dan minyak secara bersamaan, termasuk kuman yang berada di tangan. Kemudian, aliran air akan membawa pergi minyak bersama dengan kuman yang terikat.

“Oleh karena itu, mencuci tangan dengan waktu yang singkat kurang efektif untuk membunuh kuman. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menganjurkan perbanyak busa saat mencuci tangan dengan sabun,” katanya. Mohar/Iwan

 

 

 

BERITA TERKAIT

SCG Bagikan Ratusan Sembako dan Masker Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

NERACA Sukabumi - Berbagai bentuk untuk memutus rantai penyebaran dan kepedulian terhadap dampak covid-19 terus digalakan oleh Siam Cement Group.…

Pansus Targetkan Pembahasan LKPJ Walikota dan Wakil Walikota Tuntas Pertengahan Juni - Wakil Ketua Pansus: Tidak Terlambat Dalam Perjalanan Pembahasan LPKJ Tersebut

NERACA Sukabumi - Wakil Ketua Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tahun anggaran 2019 Deden Solehudin…

Lentera Anak Ajak Masyarakat Kritisi Cara Baru Industri Rokok Memasarkan Rokok dengan Strategi Manipulatif

NERACA   Jakarta – Jumlah perokok anak di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2018, berdasarkan Riset…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

SCG Bagikan Ratusan Sembako dan Masker Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

NERACA Sukabumi - Berbagai bentuk untuk memutus rantai penyebaran dan kepedulian terhadap dampak covid-19 terus digalakan oleh Siam Cement Group.…

Pansus Targetkan Pembahasan LKPJ Walikota dan Wakil Walikota Tuntas Pertengahan Juni - Wakil Ketua Pansus: Tidak Terlambat Dalam Perjalanan Pembahasan LPKJ Tersebut

NERACA Sukabumi - Wakil Ketua Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tahun anggaran 2019 Deden Solehudin…

Lentera Anak Ajak Masyarakat Kritisi Cara Baru Industri Rokok Memasarkan Rokok dengan Strategi Manipulatif

NERACA   Jakarta – Jumlah perokok anak di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2018, berdasarkan Riset…