KSEI Batasi Kegiatan Jam Operasional

Menindaklanjuti himbauan pemerintah serta arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan melakukan pembatasan kegiatan operasional perusahaan. Dimana penyesuaian yang akan dilakukan meliputi batas waktu penyampaian instruksi, pencatatan, dan pelaporan melalui sistem C-BEST dan S-Invest yang digunakan oleh pemakai jasa KSEI.

Direktur Utama KSEI, Uriep Budhi Prasetyo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, penyesuaian tersebut dilakukan karena adanya penyesuaian jam operasional Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan waktu perdagangan di Bursa Efek Indonesia yang menjadi lebih singkat. “Rata-rata jam operasional KSEI akan kami majukan satu jam dari waktu semula,”ungkapnya.

Pihak KSEI menjelaskan, penyesuaian waktu tersebut bersifat sementara dan mulai berlaku sejak Senin, 30 Maret 2020. Selama berlakunya penyesuaian jam operasional, maka ketentuan batas waktu yang tertulis pada peraturan dan pengumuman KSEI menjadi tidak berlaku.

Uriep menambahkan, pemakai jasa KSEI diharapkan dapat menyesuaikan kegiatan operasional masing-masing agar seluruh instruksi yang disampaikan melalui C-BEST dan S-INVEST dapat berjalan sesuai dengan waktu yang telah disesuaikan. Selain penyesuaian jam operasional, untuk menjaga keberlangsungan layanan jasa KSEI selama masa darurat Covid-19, KSEI juga menguji kemampuan dan kesiapan fasilitas Disaster Recovery Center (DRC) dengan melakukan aktivasi fasilitas DRC pada 26 - 27 Maret 2020.

Kemudian selama dua hari, operasional layanan jasa penyimpanan dan penyelesaian transaksi efek di pasar modal dialihkan ke sistem cadangan, sehingga dapat dipastikan apabila terdapat kendala pada sistem utama maka kegiatan operasional KSEI dapat dilakukan dengan menggunakan sistem cadangan tersebut. DRC yang dilakukan sejak pagi (26/3) telah berjalan dengan lancar.

BERITA TERKAIT

Kresna Anggarkan Belanja Modal Rp 300 Miliar

Tahun ini, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) menganggarkan belanja modal sebesar Rp 250 miliar-Rp 300 miliar. Angka tersebut masih…

Realisasi Buyback Capai Rp 1,57 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sampai Mei 2020, realisasi pembelian kembali atau bayback saham tanpa melalui rapat umum pemegang…

ITMG Bagikan Dividen Rp 570 Per saham

Hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) memutuskan untuk membagikan dividen final untuk tahun buku…

BERITA LAINNYA DI

Kresna Anggarkan Belanja Modal Rp 300 Miliar

Tahun ini, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) menganggarkan belanja modal sebesar Rp 250 miliar-Rp 300 miliar. Angka tersebut masih…

Realisasi Buyback Capai Rp 1,57 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sampai Mei 2020, realisasi pembelian kembali atau bayback saham tanpa melalui rapat umum pemegang…

ITMG Bagikan Dividen Rp 570 Per saham

Hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) memutuskan untuk membagikan dividen final untuk tahun buku…