Ekonomi Tolak Merana Akibat Covid-19

 

Oleh: Sarwani

Pengamat Kebijakan Publik

Covid-19 semakin mengganas di Indonesia. Mereka yang terkena infeksi terus bertambah, begitu juga korban meninggal. Tidak pandang bulu siapa yang menjadi korbannya, rakyat biasa hingga menteri.

Hingga minggu lalu jumlah pasien positif virus corona di Indonesia tercatat sudah 96 pasien, termasuk Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang dinyatakan positif Covid-19. Sedangkan di seluruh dunia, angka infeksi Covid-19 mencapai 147.960 kasus di 149 negara dengan korban meninggal 6.500 orang hingga akhir pekan lalu.

Merebaknya virus Corona juga mempengaruhi sektor ekonomi. Kegiatan perdagangan dan industri berkurang sebagai dampak dari upaya menghindari penyebaran lebih luas virus Corona. Perekonomian di seluruh dunia berjalan melambat, tidak terkecuali Indonesia.

Kecepatan penularan virus Corona melebihi virus yang ada sebelumnya seperti SARS atau MERS sehingga dalam waktu singkat banyak yang menjadi korbannya. Karena itu, begitu virus Corona meletup di satu negara, kebijakan membatasi kegiatan masyarakat diberlakukan.

Jika kejadiannya hanya di sedikit negara dengan kekuatan ekonomi yang kecil dan dapat dilokalisasi, dampaknya mungkin tidak akan begitu dirasakan oleh masyarakat global. Namun realitasnya negara pertama yang terkena virus Corona adalah China yang menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua dunia setelah Amerika Serikat.

Penyebaran virus di China menyebabkan terhentinya aktivitas ekonomi di negara lain. Pabrik perakitan Nissan di Fukuoka, Jepang untuk tujuan ekspor menyatakan akan memberhentikan produksi karena pasokan komponen otomotif yang tidak mencukupi dari China. Industri elektronik dan semi konduktor di Filipina juga berhenti karena berkurangnya pasokan bahan baku dari China.

Industri di Tanah Air bernasib sama. Sejumlah industri hidup Senin-Kamis kekurangan pasokan bahan baku dari China. Bidang usaha lain menghadapi pengurangan ekspor karena pasar yang menjadi tujuan penjualan barangnya mengurangi permintaan.

Industri dalam negeri mengandalkan pasokan bahan baku sebesar 30 persen dari China. Ketergantungan yang cukup besar pada satu negeri ini mengganggu lalu lintas perdagangan baik dari impor dan ekspor serta efek domino lain akibat pandemi ini.

Apa yang akan terjadi dalam perdagangan dunia dengan merebaknya virus Corona ini? Gangguan apa yang akan dialami Indonesia dan apa antisipasi yang harus dilakukan dalam jangka pendek, menengah dan panjang?

Untuk mengurangi dampak ekonomi pandemi virus Corona, pemerintah mengeluarkan jurus penyelamatan dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan berupa stimulus fiskal dan non-fiskal untuk memitigasi dampak ini, namun apakah upaya tersebut cukup?

Apakah stimulus yang baru saja diumumkan oleh pemerintah untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran virus Corona terhadap perekonomian nasional akan efektif?  kebijakan apa yang lebih efektif dalam mengatasi penyebaran virus tersebut? (W)

BERITA TERKAIT

Uang Lebaran

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Lebaran kali ini membuat semua pelaku ekonomi bisnis…

Satwa dan Manajemen Usaha

Oleh: Siti Nurbaya Bakar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan   Pandemi wabah virus corona atau Covid-19 bukan saja pada manusia…

Kapal Penumpang vs New Normal

  Oleh: Siswanto Rusdi Direktur The National Maritime Institute (Namarin)   Sektor usaha pelayaran penumpang atau cruise line diperkirakan akan…

BERITA LAINNYA DI

Uang Lebaran

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Lebaran kali ini membuat semua pelaku ekonomi bisnis…

Satwa dan Manajemen Usaha

Oleh: Siti Nurbaya Bakar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan   Pandemi wabah virus corona atau Covid-19 bukan saja pada manusia…

Kapal Penumpang vs New Normal

  Oleh: Siswanto Rusdi Direktur The National Maritime Institute (Namarin)   Sektor usaha pelayaran penumpang atau cruise line diperkirakan akan…