OJK Minta Industri Jasa Keuangan Lakukan Penyesuaian Operasional

 

NERACA

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh lembaga di industri jasa keuangan untuk melakukan penyesuaian operasional agar kebijakan pengendalian virus corona yang menyebabkan penyakit COVID-19 terlaksana efektif. Selain itu, meminimalkan interaksi antar orang tanpa mengganggu pelayanan jasa keuangan kepada masyarakat, tulis OJK dalam siaran persnya di Jakarta.

Menurutnya, permintaan itu menindaklanjuti arahan Presiden RI pada Minggu dalam rangka meminimalkan risiko tersebarnya Corona Virus Disease (COVID-19). OJK menilai perlu dilakukan tindakan serentak oleh instansi pemerintah, lembaga negara, termasuk OJK dan pihak terkait lainnya.

OJK menyebutkan, penyesuaian operasional itu antara lain dalam pengaturan mengenai alternatif bekerja dari rumah yang diserahkan kepada masing-masing lembaga jasa keuangan, Self Regulatory Organization di pasar modal, dan lembaga penunjang profesi di industri jasa keuangan. Selain itu, meningkatkan kebersihan lingkungan kerja dan sarana pelayanan publik seperti ATM, loket bank dan lain sebagainya.

Juga menunda seluruh perjalanan keluar kota dan/atau luar negeri, khususnya ke tempat yang sudah diidentifikasi terdapat penyebaran COVID-19 sesuai dengan data dan informasi terkini dari Kementerian Kesehatan. Serta tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan sejumlah orang baik internal dan/atau eksternal dalam bentuk sosialisasi, rapat, dan event lainnya. Interaksi kiranya dilakukan melalui pemanfaatan sarana teknologi informasi.

Pada Jumat (15/3), OJK memberi keleluasaan bagi perbankan untuk segera merestrukturisasi kredit UMKM. Relaksasi itu dapat berupa penundaan membayar pokok utang dengan mendahulukan bayar bunga, atau sebaliknya. Otoritas juga mempersilakan perbankan untuk memilah sektor UMKM yang menjadi prioritas untuk diberikan restrukturisasi kredit itu.

“Apakah pokok dan bunga (utang/kredit) silahkan, sektor silahkan saja, apabila berdampak sektor apapun bisa diberikan kemudahan itu,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Total kredit UMKM di Indonesia, ujar Wimboh, mencapai Rp1.100 triliun. Ini bukanlah stimulus pertama yang diberikan OJK untuk menangkal dampak Corona ke perekonomian. Awal Maret 2020, OJK juga telah memberikan relaksasi pengaturan mengenai penilaian kualitas aset kredit.

Pelonggaran diberikan untuk debitur terdampak penyebaran virus corona dengan pinjaman plafon sampai dengan Rp10 miliar. Dari tiga pilar, yakni prospek usaha, kinerja debitur, dan kemampuan bayar debitur, regulator hanya menghitung ketepatan dalam membayar angsuran. Ini artinya, dua pilar yang lain diabaikan sementara waktu.

Kebijakan ini diharapkan dapat memberi waktu tambahan kepada pelaku usaha untuk menuntaskan kewajiban utangnya. Pelaku usaha yang memiliki pinjaman di bawah Rp10 miliar, mayoritas adalah pelaku usaha yang termasuk dalam sektor UMKM. Jika kredit dengan plafon maksimal Rp10 miliar diberikan relaksasi kolektibilitas kredit, maka untuk kredit di atas Rp10 miliar, OJK memberi kemudahan restrukturisasi bagi pelaku usaha. "Kalau di atas 10 miliar direstrukturisasi saja. Langsung lancar, sehingga nanti bisa dikasih lending (kredit) lagi sehingga mereka bisa bernafas lebih panjang," ujar Wimboh.

BERITA TERKAIT

Kanwil BRI Jakarta II Salurkan Bantuan Sembako ke Anak Yatim dan Lansia di Bogor

Kanwil BRI Jakarta II Salurkan Sembako ke Anak Yatim dan Lansia di Bogor Bogor - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk…

Tezos Kenalkan Wallet Kukai, Penyimpanan Aset Kripto

NERACA Jakarta - Tezos memperkenalkan tempat penyimpanan asset kripto sebelum ditransaksikan yang dinamakan wallet kukai. Kukai baru-baru ini mengumumkan telah…

Penegakan Hukum Kasus Jiwasraya dan Asabri Dinilai Inkonsisten

    NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar sependapat dengan statement salah satu pengamat yang mengatakan…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Kanwil BRI Jakarta II Salurkan Bantuan Sembako ke Anak Yatim dan Lansia di Bogor

Kanwil BRI Jakarta II Salurkan Sembako ke Anak Yatim dan Lansia di Bogor Bogor - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk…

Tezos Kenalkan Wallet Kukai, Penyimpanan Aset Kripto

NERACA Jakarta - Tezos memperkenalkan tempat penyimpanan asset kripto sebelum ditransaksikan yang dinamakan wallet kukai. Kukai baru-baru ini mengumumkan telah…

Penegakan Hukum Kasus Jiwasraya dan Asabri Dinilai Inkonsisten

    NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar sependapat dengan statement salah satu pengamat yang mengatakan…