Menimbang Untung Rugi Berwisata di Tengah Virus Corona

Pemerintah Indonesia telah menurunkan harga tiket pesawat ke sejumlah destinasi wisata, demi mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan di tengah wabah virus corona. Namun setelah kasus virus corona banyak ditemukan di luar China, bahkan di Amerika dan Eropa, banyak yang jadi ragu untuk berwisata.

Dikutip dari CNN Travel pada Senin (2/3), ada banyak hal yang harus dipertimbangkan saat hendak berwisata di tengah musim penyakit, seperti virus corona.

Sejumlah hal yang patut dipertimbangkan itu mulai dari kesehatan pelancong, kesehatan orang yang diajak wisata, hingga situasi terkini di destinasi. Dalam situasi yang tidak dapat diprediksi dan berkembang dengan cepat, informasi yang solid adalah kuncinya.

"Perbaharui informasi melalui sumber yang kompeten dan terpercaya," saran Baruch Fischhoff, seorang psikolog dan profesor di departemen Teknik dan Kebijakan Publik di Universitas Carnegie Mellon.

Mencari informasi dari sumber dalam jumlah kecil juga membuat pelancong dalam fokus saat mencari informasi yang dibutuhkannya ketimbang panik tak beralasan. Berikut lima hal yang patut dipertimbangkan saat hendak berwisata di musim wabah penyakit seperti virus corona:

1. Seperti apa sikap pemerintah di destinasi tujuan?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan Departemen Luar Negeri AS sama-sama mengeluarkan nasihat perjalanan reguler untuk destinasi yang secara signifikan terkena dampak wabah virus. Pantau sumber yang "lebih rinci dan teratur dalam memberikan informasi" seperti CDC, saran Dr. Henry Wu, direktur TravelWell Center Emory Healthcare.

Saat ini, perjalanan ke China dan Korea Selatan sangat tidak dianjurkan, dan tindakan pencegahan harus diambil untuk perjalanan ke destinasi terpapar wabah lainnya, seperti Italia, Jepang, Iran, dan Hong Kong."Dengan tidak adanya saran khusus, pelancong harus tetap mempertimbangkan bahwa situasi dapat berubah dengan cepat," kata Wu, asisten profesor kedokteran di Divisi Penyakit Menular Fakultas Kedokteran Universitas Emory.

Jangan lupa juga untuk mencari tahu sikap pemerintah destinasi tujuan atas penyebaran wabah tersebut, sehingga pelancong tahu bisa "menggantungkan harapan" kepada siapa jika mengalami kondisi darurat. "Secara umum, pelancong harus selalu menilai penting atau tidaknya perjalanan mereka saat ini, serta sejauh mana toleransi kesehatan mereka terhadap risiko penularan," kata Wu.

2. Seperti apa risiko penularannya?

Saran Wu mirip yang dilakukan Fischhoff, seorang ilmuwan yang hendak ke Inggris pada bulan Maret. Karena virus bisa muncul tanpa diprediksi, ia telah menerima kenyataan bahwa setiap tempat memiliki tingkat risiko tertentu.

 

Tetapi jika risiko penularannya dirasa tidak besar, katanya, kemungkinan ancaman kematian akan sangat rendah dan kemungkinan jatuh sakit akan sangat kecil.

Kemungkinan perjalanan yang kurang nyaman - seperti terdampar di perbatasan tertutup atau dikarantina di hotel atau kapal - jauh lebih tinggi, kata Fischhoff. "Saat ini penularan masih sangat lamban, dan tidak jelas seberapa cepat virus menyebar di suatu destinasi."

Fischhoff akan terus mengecek situasi terkini di destinasinya, katanya, tetapi dia siap mengalami kerugian jika harus membatalkan perjalanannya karena situasi semakin gawat. Ia mendorong pertanyaan yang sama untuk pelancong lain: Apakah Anda lebih baik pergi atau tidak pergi, terlepas dari biaya yang telah dikeluarkan?

3. Siapa yang riskan tertular?

Para pelancong lanjut usia atau mereka yang memiliki masalah kesehatan lain harus mengetahui bahwa mereka mungkin berisiko lebih tinggi untuk komplikasi infeksi, kata Wu.

Bagi Angel Wilson, usia ibunya menjadi salah satu faktor dilematis atas rencana perjalanannya ke luar negeri.

Wilson berpikir untuk membatalkan perjalanan ke Jepang pada bulan Maret bersama putri dan ibunya.

"Benar-benar tidak masuk akal untuk pergi sekarang ketika kita selalu bisa menunda dan pergi nanti ketika kita tahu semuanya aman," kata Wilson, yang merupakan penasihat perjalanan yang berbasis di Indianapolis di Dream Journeys.

Tanggung jawab seorang pelancong di rumah juga merupakan faktor potensial dalam pengambilan keputusan mereka, kata Fischhoff.

Mereka yang sibuk merawat anak kecil atau orang tua lanjut usia mungkin tak terlalu sadar jika dirinya telah terpapar virus setelah kembali ke rumah. Dan beberapa orang kemungkinan jadi khawatir berlebihan.

Jika tak ingin kekhawatiran menjadi mendung yang menggelayuti liburan, mungkin ada baiknya menunda rencana wisata.

4. Adakah opsi pengembalian dana?

Wilson juga mempertimbangkan kemungkinan terdampar di Jepang jika situasi di sana memburuk dan kota ditutup. Jepang memiliki lebih dari 900 kasus coronavirus hingga 27 Februari, dengan delapan kematian dilaporkan.

American Airlines telah setuju untuk melakukan pengembalian dana dan miles yang digunakan Wilson. Namun beberapa kliennya tidak seberuntung itu. Sementara Wilson berspesialisasi dalam liburan di Karibia dan Hawaii, beberapa pemesanannya telah dipengaruhi oleh wabah virus corona. Pelayaran Sapphire Princess di Asia pada 1 Maret dibatalkan. Sementara biaya pelayaran dikembalikan, tiket pesawat dan hotel tidak dapat dikembalikan.

BERITA TERKAIT

HUT ke-493 DKI Kota Jakarta Dirayakan Secara Virtual

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah menyatakan perayaan HUT ke-493 Kota Jakarta pada tahun ini akan digelar secara virtual. Hal…

Menikmati Wajah Jakarta yang Kian Kekinian

Kawasan Kota Tua, Petak Sembilan, Monumen Nasional (Monas), Pasar Baru, Wisata Kuliner Jalan Sabang, ialah tempat wisata yang wajib didatangi…

Taman Nasional Mulai Dibuka Bertahap Hingga Tengah Juli

Sebanyak 29 taman nasional dan taman wisata alam di Indonesia sudah bisa dibuka secara bertahap dan diproyeksikan hingga pertengahan Juli…

BERITA LAINNYA DI Wisata Indonesia

HUT ke-493 DKI Kota Jakarta Dirayakan Secara Virtual

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah menyatakan perayaan HUT ke-493 Kota Jakarta pada tahun ini akan digelar secara virtual. Hal…

Menikmati Wajah Jakarta yang Kian Kekinian

Kawasan Kota Tua, Petak Sembilan, Monumen Nasional (Monas), Pasar Baru, Wisata Kuliner Jalan Sabang, ialah tempat wisata yang wajib didatangi…

Taman Nasional Mulai Dibuka Bertahap Hingga Tengah Juli

Sebanyak 29 taman nasional dan taman wisata alam di Indonesia sudah bisa dibuka secara bertahap dan diproyeksikan hingga pertengahan Juli…