Kuta Lengang, Pelaku Usaha Pening

Langit Uluwatu yang biasanya ramai oleh penerbangan paralayang kini terlihat sepi. Bukan cuma karena anginnya yang sedang tidak bersahabat, namun juga akibat sepinya turis asal China yang datang sepeninggal virus corona mewabah di dunia. Wawan, fotografer di RIUG Paragliding, salah satu pusat olahraga paralayang di Bali, mengatakan kalau belakangan ini kondisi sepi tamu semakin terasa. Dari yang biasanya 80 sampai 120 peserta terbang per hari, saat ini hanya 6 sampai 15 peserta per hari.

Sepinya tamu bukan cuma berdampak pada pemasukan RIUG, namun juga untuk pemasukannya yang mendapat bayaran dari hasil memotret para tamu saat merasakan sensasi paralayang. "Mulai sepi parah sejak corona. Kemarin bahkan sempat ga ada tamu sama sekali. Kita memang banyak kedatangan tamu dari China," kata Wawan

Redaksi yang pernah mengunjungi RIUG Paragliding sebelum drama virus corona bisa membayangkan gambaran Wawan akan sepinya Bali tanpa turis asal China. Saat didatangi setahun yang lalu, redaksi melihat rombongan turis China datang dan pergi hampir setiap jam. Minimal lima sampai sepuluh orang dalam satu rombongan. Dengan membeli paket wisata berupa terbang dan foto, mereka bergantian naik paralayang menikmati pemandangan Bali dari ketinggian. "Sedih sih melihat suasana sepi sekarang," ujar Wawan dikutip dari CNN Indonesia.com.

"Karena sepi, sekarang cuma dua pilot yang bertugas memandu penerbangan. Sisanya fokus latihan jelang PON dan kompetisi di luar negeri," lanjutnya yang juga mengatakan sudah suntik vaksin demi pencegahan virus corona.

Macet hilang

Bukti lesunya industri pariwisata di Bali akibat penundaan hingga pembatalan kunjungan karena virus corona bisa terlihat dari lalulintas di Pulau Dewata yang mendadak lengang. Pemandangan lengang bisa terlihat di kawasan Kuta, Legian, dan Seminyak yang biasanya padat - meski turis yang naik motor tanpa mengenakan helm masih banyak terlihat, begitu juga dengan bus pariwisata yang bangkunya penuh masih melintas."Jalanan jadi ga terlalu macet sih... Tapi sedih juga kalo keadaan terus kayak gini, karena jadi banyak yang menganggur, karena sebagian besar orang Bali kerjanya di pariwisata," kata Dian, PR dari Adiwana Hotel & Resort.

"Banyak yang diliburkan tanpa digaji. Terutama yang kerja di agen wisata spesialis turis asal China, kayak guide atau driver," tutupnya.

.

 

 

BERITA TERKAIT

Protokol New Normal Anjuran WTCC untuk Hotel dan Ritel

World Travel & Tourism Council (WTTC) meluncurkan protokol baru mengenai kesehatan dan keselamatan untuk sektor perjalanan dan pariwisata demi menyambut…

Pagang, Pulau Wisata Sekaligus Penanggulangan Bencana

Secara geografis Pulau Pagang masuk wilayah Pesisir Selatan, kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Bengkulu. Namun akses menuju ke sana…

Topeng Labu Muarajambi, Tradisi Silaturahmi di Tengah Wabah

Sekumpulan anak kecil menyusuri jalan beton di tepian Sungai Batanghari. Satu persatu bocah-bocah ini mengikuti gerombolan pemuda yang bersiap memulai…

BERITA LAINNYA DI Wisata Indonesia

Protokol New Normal Anjuran WTCC untuk Hotel dan Ritel

World Travel & Tourism Council (WTTC) meluncurkan protokol baru mengenai kesehatan dan keselamatan untuk sektor perjalanan dan pariwisata demi menyambut…

Pagang, Pulau Wisata Sekaligus Penanggulangan Bencana

Secara geografis Pulau Pagang masuk wilayah Pesisir Selatan, kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Bengkulu. Namun akses menuju ke sana…

Topeng Labu Muarajambi, Tradisi Silaturahmi di Tengah Wabah

Sekumpulan anak kecil menyusuri jalan beton di tepian Sungai Batanghari. Satu persatu bocah-bocah ini mengikuti gerombolan pemuda yang bersiap memulai…