Beberapa Langkah Cegah Kanker dan Tumor Payudara

Selebriti Keisha Ratuliu menggemparkan dunia maya usai mengunggah foto USG-nya di instastory. Namun dia mengungkapkan bahwa hasil USG tersebut bukanlah karena kehamilan melainkan karena tumor payudara. Tak dimungkiri masih banyak orang yang enggan untuk memeriksakan dirinya ke dokter jika mengalami masalah di area payudara. Jika enggan ke dokter untuk check up ada masalah di area pribadi tersebut, Anda sebenarnya bisa melakukan pemeriksaan sendiri di rumah dengan Sadari (periksa Payudara Sendiri). Cara ini merupakan salah satu upaya memeriksa payudara sendiri yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Dalam lamanya, Kemenkes merekomendasikan untuk lakukan Sadari setiap hari ke 7 sampai 10 dihitung mulai dari hari pertama haid atau menstruasi atau setiap bulan pada tanggal yang sama bagi yang sudah menopause atau tak haid. Berikut langkah-langkah periksa payudara sendiri atau Sadari.

1. Berdirilah di depan cermin tanpa menggunakan pakaian. Angkat kedua tangan ke atas. Amati dengan teliti bentuk payudara Anda. Perhatikan apabila ada benjolan atau perubahan bentuk pada kulit, puting, serta payudara secara keseluruhan.

2. Rapatkan telapak tangan dengan kuat sehingga payudara menonjol ke depan. Amati kembali apakah ada perubahan bentuk seperti benjolan, kulit mengerut seperti kulit jeruk atau cekungan, atau puting susu yang tertarik ke dalam.

3. Tekan payudara dan pijat perlahan daerah di sekitar puting sampai ujung puting. Periksa apakah ada cairan yang tak normal, misalnya warna putih kekuningan yang bercampur darah seperti nanah.

4. Berbaringlah. Pada posisi berbaring letakkan bantal di belakang punggung. Letakkan tangan kanan di belakang kepala dan gunakan tangan kiri untuk periksa payudara sebelah kanan.

5. Cara meraba: Rapatkan tiga jari tengah Anda. Raba payudara dengan ujung tiga jari tersebut. Lakukan gerakan memutar dengan tekanan lembut, mulai dari pinggir luar sampai ke puting sesuai arah jarum jam.

6. Lakukan hal yang sama pada nomor 4-5 namun di payudara satunya.

7. Beri perhatian khusus pada area payudara dekat ketiak di bagian atas. Di area ini sering ditemukan tumor payudara.

Kanker, menjadi salah satu penyakit yang diwaspadai. Betapa tidak, saban tahun sebanyak 9,6 juta orang meninggal akibat kanker. Namun sebanyak 3,7 juta kasus kanker dapat diselamatkan dengan perawatan dan pengobatan secara tepat, juga deteksi dini. Anda bisa mencegah salah satunya dengan mengenali faktor risiko kanker. Hingga kini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker berkembang dalam organ tubuh manusia. Meski begitu, studi menunjukkan sejumlah faktor risiko yang bisa meningkatkan peluang seseorang terkena kanker.

Jika seseorang semakin banyak memiliki faktor risiko kanker, semakin besar pula risiko orang tersebut terkena kanker di masa mendatang. Terdapat sejumlah faktor risiko kanker yang tak bisa dihilangkan, tapi sebagian lagi bisa dihindari. Berikut faktor risiko kanker:

Usia merupakan faktor risiko kanker yang tak bisa diubah. Semakin tua usia seseorang, semakin mungkin terkena kanker. Berdasarkan statistik dari NCI, rata-rata usia seseorang saat didiagnosis terkena kanker adala 66 tahun. Sebanyak 25 persen penderita kanker bahkan didiagnosis saat berusia 65-74 tahun. Dikutip dari National Cancer Institute, usia rata-rata seseorang didiagnosis kanker payudara adalah 61 tahun, kanker usus besar 68 tahun, kanker paru 70 tahun, dan kanker prostat 66 tahun. Usia muda juga tak terhindar dari kanker, leukimia dan kanker tulang umumnya menyerang usia di bawah 20 tahun.

Merokok atau menggunakan tembakau merupakan penyebab utama kanker dan kematian akibat kanker. Orang yang merokok aktif dan pasif memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker. Bahan kimia dalam tembakau dapat merusak DNA sehingga membuat kanker lebih cepat berkembang.  Selain rokok, orang yang mengonsumsi alkohol juga berisiko lebih tinggi terkena kanker. Alkohol dapat meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, hati, dan payudara. Rokok dan alkohol merupakan faktor risiko yang dapat dicegah dan dihindari. Tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol mengurangi risiko terkena kanker.

Riwayat keluarga merupakan catatan penyakit yang dialami keluarga sedarah, seperti orang tua, kakek dan nenek, adik dan kak, anak, om, tante, keponakan, dan sepupu. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan jika memiliki riwayat keluarga yang terkena kanker, risiko seseorang terkena kanker akan lebih tinggi. Pasalnya, keluarga memiliki gen yang mirip, kebiasaan, dan lingkungan yang sama sehingga mempengaruhi risiko kanker.

Orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas memiliki peningkatan risiko beberapa jenis kanker. Mulai dari payudara, usus besar, rektum, rahim, kerongkongan, ginjal, pankreas, dan kantung empedu. Diet yang tidak sehat seperti banyak mengonsumsi makanan olahan dan cepat saji juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker.

Faktor lingkungan juga berperan dalam meningkatkan risiko kanker. Terpapar radiasi dan sinar matahari misalnya meningkatkan terkena kanker kulit. Paparan karsinogen atau zat-zat yang dianggap menyebabkan kanker juga bakal meningkatkan risiko terkena kanker. Zat-zat karsinogen dapat mengubah DNA dalam tubuh sehingga dapat mengembangkan kanker.Hindari faktor risiko yang dapat diubah seperti rokok, alkohol, obesitas, diet tidak sehat, dan lingkungan yang tidak sehat. Sebaliknya, terapkan gaya hidup sehat dan aktif berolahraga. Menghindari faktor risiko kanker dapat mengurangi peluang terkena kanker di kemudian hari.

BERITA TERKAIT

Pakar Kesehatan: Gerbong KRL dan MRT Bisa Lebih Rentan dari Ojol

Pakar Kesehatan Masyarakat, Hermawan Saputra, mengatakan transportasi umum tertutup seperti KRL, MRT, atau Bus Transjakarta bisa lebih rentan akan transmisi…

Cegah Masalah Kesehatan Kala Terlalu Lama Memakai Masker

Pemakaian masker dalam waktu yang lama berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan atau bahkan salah-salah memunculkan gangguan kesehatan. Apalagi menyongsong penerapan new normal…

Ini Tips Aman Membeli Obat dan Vitamin

Obat dan vitamin menjadi dua hal penting yang hampir selalu dimiliki setiap keluarga di tengah pandemi Covid-19. Keduanya dinilai mampu…

BERITA LAINNYA DI Kesehatan

Pakar Kesehatan: Gerbong KRL dan MRT Bisa Lebih Rentan dari Ojol

Pakar Kesehatan Masyarakat, Hermawan Saputra, mengatakan transportasi umum tertutup seperti KRL, MRT, atau Bus Transjakarta bisa lebih rentan akan transmisi…

Cegah Masalah Kesehatan Kala Terlalu Lama Memakai Masker

Pemakaian masker dalam waktu yang lama berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan atau bahkan salah-salah memunculkan gangguan kesehatan. Apalagi menyongsong penerapan new normal…

Ini Tips Aman Membeli Obat dan Vitamin

Obat dan vitamin menjadi dua hal penting yang hampir selalu dimiliki setiap keluarga di tengah pandemi Covid-19. Keduanya dinilai mampu…