Laba Bersih Mandom Terkoreksi 18,99%

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) mencatatkan laba bersih belum audit sebesar Rp145,15 miliar atau turun 18,99% dbanding tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp179,1 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Sekretaris Perusahaan Mandom Indonesia, Alia Dewi, angka laba bersih belum audit akan disampaikan dalam pertemuan umum dengan agen dan perwakilan, serta pemangku kepentingan, seperti pemegang saham pada tanggal 21 Februari 2020.”Pertemuan ini merupakan pertemuan yang diselenggarakan setiap tahunnya,”ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam pertemuan itu akan dipaparkan hasil penjualan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp2,8 triliun. Dengan rincian, penjualan domestik Rp2,05 triliun dan ekspor sebesar Rp752,86 miliar. Kedepan, produsen kosmestik ini menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 5 - 10% sepanjang tahun 2020. Hal itu ditopang perolehan penjualan tahun 2019.

Kemudian mengejar pertumbuhan penjualan tahun ini 5%-10%, perseroan terus membaca peluang pasar dalam negeri dengan menghadirkan produk-produk baru, khususnya produk kosmetik wanita agar tidak ketinggalan kompetisi. Apalagi, emiten kosmetik ini memiliki target pasar penduduk usia produktif berumur 17 tahun ke atas. Namun sayangya, Alia belum mau membeberkan berapa produk baru yang akan diluncurkan pada nantinya.

Yang pasti, produk kosmetik baru untuk wanita jumlahnya diperkirakan akan lebih mendominasi produk-produk baru yang akan dikeluarkan oleh PT Mandom Indonesia Tbk. Menilik laporan keuangan perusahaan, segmen produk kosmetik wanita menjadi penyokong utama pendapatan PT Mandom Indonesia Tbk. Sepanjang Januari - September 2019 misalnya, penjualan produk kosmetik wanita tercatat sebesar Rp 1,22 triliun atau setara dengan 56,75% dari total pendapatan perusahaan pada periode tersebut.

Selain meluncurkan produk, perusahaan juga akan menggencarkan kegiatan pemasaran baik melalui kanal-kanal media seperti televisi dan platform digital maupun melalui cara-cara pemasaran lainnya. Sejauh ini, Mandom belum berencana menambah kapasitas produksi lantaran masih memiliki sisa kapasitas kalau-kalau permintaan membludak. Menurut keterangan Alia, saat ini tingkat utilisasiproduksi perseroan berada di level 70%. Namun Alia mengaku belum bisa membocorkan besaran anggaran belanja modal ataupun target bisnis Mandom untuk tahun 2020 lantaran masih melakukan konsolidasi internal.

BERITA TERKAIT

Optimalisasi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK Lewat Aplikasi SIPTL

Dalam pengelolaan negara, prinsip akuntabilitas dan transparansi menjadi hal mutlak guna mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat dan termasuk mencegah adanya potensi…

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kewenangan Perhitungan Kerugian Negara - Mengembalikan Peran dan Pungsi BPK Pada Khittahnya

Kasus gagal bayar klaim PT Asuransi Jiwasraya menjadi perhatian publik dan termasuk pelaku industri asuransi yang mengaku khawatir bakal memberikan…

BTN Buyback Saham Senilai Rp 275 Miliar

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan pembelian saham perseroan atau buyback saham berkode BBTN tanpa melalui Rapat Umum Pemegang…

Dibandrol Mulai Rp 1 Miliar - Kota Modern Pasarkan Kavling Siap Bangun

Perumahan skala kota (township) Kota Modern yang dikembangkan PT Modernland Realty Tbk. di Kota Tangerang, memasarkan kavling siap bangun di…