Kemenkop dan UKM Fokus Dorong Usaha Menengah Masuk Pasar Ekspor

Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM fokus untuk mendampingi dan mendorong usaha skala menengah untuk naik kelas agar masuk ke pasar ekspor.

NERACA

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit dalam acara IDX Economic Forum bertema Roadmap UMKM 2020-2024 di Jakarta, mengatakan, sasaran strategis kementeriannya adalah fokus pada usaha menengah berbasis sektor riil dan berskala ekonomi melalui sinergi lintas stakeholder.

"Usaha menengah di Indonesia mencapai 60.702 pelaku dengan total kontribusi ekspor 10,85 persen,” kata Victoria.

Menurut Victoria, Usaha menengah yang dimaksud merupakan usaha beromzet Rp2,5 miliar hingga Rp50 miliar dengan aset lebih dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar.

Kemenkop juga akan menerapkan strategi “high touch” untuk skala usaha menengah dengan diantaranya melakukan market driven atau market intelijen dengan bekerja sama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan. "Kami akan melakukan kurasi champion dengan melibatkan asosiasi profesi, komunitas kreatif, local brand activist, dan akun media sosial,” kata Victoria.

Di sisi lain Victoria mengatakan juga akan melakukan digitalisasi UMKM (proses bisnis dan akses pasar), memperluas creative space (local brand) di daerah, dan membuka channel distribusi (Horeka, Mall, Marketplace).

Seiring dengan itu dilakukan scalling up dan internasionalisasi produk UKM melalui dukungan trading house, standardisasi, sertifikasi internasional, investasi atau IPO. "Hal yang tak kalah penting lainnya adalah memobilisasi experties menjadi mentor UKM dalam pengembangan usaha dan mengembangkan factory sharing berbasis value chain,” kata Victoria.

Sementara Direktur Ritel Sarinah (Persero) Lies Permana Lestari menegaskan bahwa sejak kelahirannya di zaman Presiden Soekarno, Sarinah sudah diarahkan untuk menjadi etalase produk-produk UMKM Indonesia. "Kita memiliki empat outlet Sarinah, yaitu di Jakarta, Jatim, Jateng, dan di bandara-bandara, serta tempat-tempat wisata, yang didominasi 60% lebih adalah produk UMKM. Bahkan, outlet Sarinah yang ada di bandara sudah 100% produk UMKM", kata Lies.

Produk UMKM yang banyak menghiasi Sarinah diantaranya fesyen etnik (batik, tenun), kerajinan (handycraft), dan kuliner. "Kita akan selalu menampilkan produk UMKM unggulan dan terkurasi dengan baik. Sehingga, kualitas dan continuity dari produk tersebut bisa terjaga", ucap Lies.

Yang pasti, tegas Lies, Sarinah memiliki fungsi yang lengkap, yakni sebagai kurator, operator, hingga agregator. "Kita juga akan mengkolaborasikan antar UMKM agar bisa masuk ke pasar global", tegas Lies.

Terkait e-commerce, Lies menekankan bahwa Indonesia tidak boleh hanya dijadikan sebagai pasar dari produk-produk luar. "UMKM kita juga harus bisa masuk ke pasar luar seperti pasar China. Oleh karena itu, kita sudah bekerjasama dengan beberapa Kedubes seperti China, Australia, dan Singapura, agar produk UMKM kita bisa masuk ke sana", jelas Lies. 

Lies juga berharap kerjasama dan sinergi dengan seluruh stakeholder di negeri ini agar pasar produk UMKM Indonesia semakin luas lagi. "Dengan motto Window of Indonesia, Sarinah juga akan dijadikan sebagai pusat seni dan kebudayaan Indonesia. Dimana di Sarinah akan ada program edukasi seperti belajar menenun, membatik, mengukir, dan sebagainya", kata Lies.

Narasumber lainnya, SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri (Tbk) Zedo Faly mengakui, pangsa pasar kredit UMKM masih teramat besar untuk dijangkau lembaga keuangan, termasuk Bank Mandiri. "Porsi kredit UMKM Grup Bank Mandiri termasuk Bank Syariah Mandiri dan Bank Mantap, sudah mencapai 15% dari total kredit UMKM Bank Mandiri", kata Zedo. 

Bank Mandiri, lanjut Zedo, sangat berminat kerjasama dengan lembaga-lembaga yang sudah memiliki bisnis model yang kuat seperti kluster-kluster di sektor pertanian. "Terlebih lagi bila sudah ada para offtaker dan juga avalis. Bank Mandiri bisa lebih memilih sektor pertanian dan petani dengan lebih terarah lagi", jelas Zedo.

Dengan jumlah cabang sebanyak 3000 unit ditambah 52 ribu agen, Bank Mandiri juga menyasar sektor industri kreatif dan pariwisata. "Intinya, kita akan lebih fokus pada pembiayaan sektor produksi. Kita akan menjangkau UMKM yang belum disentuh pembiayaan, terutama di daerah-daerah", pungkas Zedo. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, AIrlangga Hartanto pun mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah memberikan dukungan kepada UMKM dilakukan diantaranya melalui pemberian fasilitas pembiayaan. Fasilitas pembiayaan yang diterima UMKM sudah sepatutnya disesuaikan dengan kondisi keuangan penerima, apakah sudah bankable atau belum. 

“Program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) dari BUMN dan dana CSR dari perusahaan swasta dapat dimanfaatkan untuk penerima yang masih un-bankable. Bentuk pembiayaan ini akan terus disesuaikan seiring kemajuan usaha hingga pada akhirnya usaha tersebut hanya layak diberikan pembiayaan komersial,” papar Airlangga.

Disisi lain, Airlangga mengakui bahwa pihaknya juga berupaya memperkuat sinergi dan komunikasi dengan pihak akademisi. Pemerintah membutuhkan peran pemangku kepentingan ini dalam bentuk kritik dan saran terhadap suatu rumusan kebijakan. Kampus juga diharapkan dapat membantu mengomunikasikan kebijakan pemerintah kepada publik.

“Peran aktif akademisi dalam mengawasi dan memberikan saran atas rumusan dan implementasi kebijakan pemerintah sangat dibutuhkan dan kami sangat terbuka untuk hal itu,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

 

 

BERITA TERKAIT

Pengembangan KEK Mendorong Ekonomi Nasional

NERACA bINTAN - Pemerintah terus mendorong pembangunan kewilayahan melalui kebijakan percepatan pembangunan infrastruktur ekonomi. Salah satunya adalah Kawasan Ekonomi Khusus…

Indonesia dan Komisi Ekonomi Eurasia Menggagas Perundingan Dagang

Jakarta - Pandemi Covid-19 dan situasi perdagangan global yang tidak menentu saat ini tidak menghalangi Indonesia dan negara-negara Uni Ekonomi…

Tingkatkan Ekonomi Daerah Melalui Stimulus Investasi

NERACA Bintan - Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) merupakan bagian dari inisiatif pembangunan Super Hub yang menjadikannya sebagai sentra produksi, perdagangan,…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Pengembangan KEK Mendorong Ekonomi Nasional

NERACA bINTAN - Pemerintah terus mendorong pembangunan kewilayahan melalui kebijakan percepatan pembangunan infrastruktur ekonomi. Salah satunya adalah Kawasan Ekonomi Khusus…

Indonesia dan Komisi Ekonomi Eurasia Menggagas Perundingan Dagang

Jakarta - Pandemi Covid-19 dan situasi perdagangan global yang tidak menentu saat ini tidak menghalangi Indonesia dan negara-negara Uni Ekonomi…

Tingkatkan Ekonomi Daerah Melalui Stimulus Investasi

NERACA Bintan - Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) merupakan bagian dari inisiatif pembangunan Super Hub yang menjadikannya sebagai sentra produksi, perdagangan,…