Hadirkan Inovasi KPR Gaaees - Cara BTN Menjangkau dan Wujudkan Impian Milenial

Bonus demografi yang dinikmati Indonesia harus di manfaatkan secara optimal oleh para pelaku industri terutama dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, pada periode tahun 2020 hingga 2024, Indonesia berada di puncak periode bonus demografi. Artinya, Indonesia diprediksi mengalami jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) yang lebih besar.

Berkah inilah yang dirasakan pelaku industri properti yang selalu kebanjiran permintaan pasar properti dari kalangan milenial. Dimana segmen pasar properti dari kalangan milenial semakin menjanjikan, karena minat segmen tersebut untuk investasi properti dalam beberapa tahun belakangan menunjukkan tren peningkatan. Dalam kajian Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah milenial akan mencapai 90 juta jiwa pada tahun 2020. Para milenial yang masuk pada usia produktif akan menjadi tulang punggung ekonomi sekaligus menjadi target utama pasar properti Tanah Air.

Sementara berdasarkan survei yang dilakukan Rumah.com yaitu Consumer Afordability Sentiment Index menyebutkan, sebagian besar responden yang menyatakan minatnya untuk membeli rumah berasal dari kalangan milenial. Kemudian dari hasil survei yang dilakukan, sebanyak 33% responden yang menyatakan ingin membeli rumah berada pada kisaran usia 33—30 tahun. Selanjutnya, 32% responden dari kalangan usia 21—39 tahun, sedangkan 35% sisanya berasal dari kalangan usia 39 tahun ke atas. Hal ini menunjukkan keinginan kalangan milenial untuk membeli properti semakin tinggi. Ya, dalam kurun satu tahun belakangan ini trennya memang cukup tinggi.

Kata Country Manager Rumah.com, Marine Novita, adanya berbagai insentif, dan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan dalam pembelian properti turut mendorong tingginya minat kalangan milenial untuk membeli rumah. Lebih lanjut, Marine mengatakan segmen pasar tersebut cenderung memilih hunian dengan kisaran harga dibawah Rp1 miliar. Namun, hunian dengan kisaran harga tersebut sudah sulit untuk didapatkan di kawasan Jakarta.

Oleh sebab itu, hunian dengan kisaran harga di bawah Rp1 miliar yang terletak di beberapa kawasan yang berdekatan dengan kota Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi pun menjadi incaran para milenial. Melihat potensi pasar properti bagi kalangan milenial cukup menjanjikan, peluang inilah yang ditangkap PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) sebagai banknya KPR dengan meluncurkan inovasi produk dan layanan kredit kepemilikan rumah maupun apartekn (KPR/KPA) yang lebih ramah dan mudah diakses bagi milenial. Apalagi menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), ada 81 juta orang di segmen generasi milenial yang belum memiliki rumah atau setara 31% dari jumlah populasi di Indonesia.

 

 

Rumah Bagi Milenial


 

Berangkat dari masih besarnya backlog perumahan dan juga membidik potensi pasar milenial, BTN meluncurkan kembali (re-launching) program KPR Gaeesss for millenials dengan tampilan baru yang lebih menarik dan dapat diakses lewat aplikasi BTN Properti Mobile. BTN melihat potensi pasar KPR dari generasi milenial sangat besar. Tidak bisa dipungkiri hingga kini konsumen usia muda masih kesulitan mengakses layanan KPR/KPA.

Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Consumer Lending Division (NSLD) Bank BTN, Suryanti Agustinar menjelaskan, program KPR tersebut diracik sesuai dengan karakteristik kaum milenial yang menginginkan layanan mudah diakses dan cicilan terjangkau. “KPR Gaeesss For Millenials merupakan kredit untuk pemilikan hunian bagi kaum milenial berusia 21-35 tahun,”ujarnya.

Untuk KPR bagi kalangan muda ini, Bank BTN memberikan berbagai gimmick menarik diantaranya uang muka (down payment/DP) mulai dari 1%, bebas biaya admin, suku bunga single digit, diskon provisi 50%, dan jangka waktu kredit hingga 30 tahun. Selain itu, bank BTN juga menawarkan program bundling dengan KPR Zerro yang meliburkan pembayaran pokok selama 2 tahun. KPR Gaeesss For Millenials ini pun bisa dinikmati tidak hanya di ibu kota, tapi juga di seluruh Indonesia.

Tercatat sejak resmi ditawarkan pada Oktober 2018 hingga November 2019, Bank BTN sukses mencatatkan penyaluran KPR Gaeesss senilai Rp 9,3 triliun. Nilai tersebut setara penyaluran untuk 27.593 unit hunian bagi kalangan milenial. Menurut Yanti, BTN telah mempersiapkan diri untuk menguasai pasar milenial, terutama bagi mereka yang belum memiliki hunian. Berbagai strategi terus dilancarkan, salah satunya menawarkan aplikasi BTN Properti Mobile versi Android dengan berbagai kemudahan berbasis teknologi bagi generasi milenial.

Lewat aplikasi anyar tersebut, generasi Y dapat mengajukan kredit pemilikan rumah lewat ponsel Android. Relaunching KPR Gaeesss dan launching aplikasi BTN Properti Mobile ditargetkan dapat meningkatkan penyaluran KPR BTN hingga Rp 11 triliun lebih. Komitmen BTN untuk menghadirkan layanan KPR yang mudah terjangkau bagi milenial, telah disiapkan lima strategi.

Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury meyebutkan, ada lima strategi yang disiapkan perseroan untuk mencapai target. Strategi pertama yang akan dilakukan yakni meningkatkan berbagai lini digital perseroan.”Kalangan milenial ini menginginkan hal yang praktis. Dengan berbagai kemudahan digital yang kami miliki, kami membidik para milenial untuk dapat menjadikan Bank BTN sebagai rumah dalam bertransaksi maupun memiliki hunian,”ujarnya.

Selain meningkatkan bisnis digital perseroan, bank BTN juga akan terus mengakselerasi kemitraan dengan berbagai sektor. Berbagai sektor tersebut, lanjut Pahala, baik di sisi perumahan maupun dengan para pemain di segmen fintech. “Saya melihat fintech dapat menjadi partner bagi kami untuk sama-sama dapat memberikan pelayanan terbaik terutama bagi nasabah milenial,” tutur Pahala.

Menurut Pahala, langkah strategis lain yang juga akan dilakukan bank BTN yakni dengan mengembangkan berbagai segmen bisnis serta infrastrukturnya. Untuk mendukung pengembangan tersebut, Bank BTN juga akan terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). SDM, tambah Pahala, akan berfokus pada peningkatan produktivitas serta kapasitas namun tetap mengutamakan kehati-hatian.

Pada 2020, perseroan juga akan menerapkan bisnis model yang baru yang lebih berfokus pada ritel serta wholesale funding. Aksi tersebut dilakukan untuk mengurangi biaya dana sehingga meningkatkan profitabilitas perseroan. “Kami juga ingin menempatkan posisi BTN tidak hanya sebagai bank spesialis perumahan, tapi juga sebagai bank tabungan sebagai tempat menabung khususnya bagi para milenial.”jelasnya.

 

 

BERITA TERKAIT

Masuk Ranking 25 Besar di NIST - Teknologi Biometrik AKURAT SATU Diakui Dunia

The National Institute of Standards and Technology (NIST) mengumumkan update terbaru terkait ranking developer dengan algoritma tercepat dan terakurat di…

Home Credit Wujudkan Mimpi Pelanggan Setia

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, Home Credit Indonesia sebagai perusahaan pembiayaan multiguna inklusif berbasis teknologi, memberikan kejutan spesial kepada para…

Dilanda Pandemi Covid-19 - MDRT Indonesia Optimis Capai 3500 Anggota

Kendati dihantui sentimen negatif dari pandemi Covid-19, namun kondisi tersebut tidak mempengaruhi minat agen asuransi profesional untuk menjadi anggota Million…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Masuk Ranking 25 Besar di NIST - Teknologi Biometrik AKURAT SATU Diakui Dunia

The National Institute of Standards and Technology (NIST) mengumumkan update terbaru terkait ranking developer dengan algoritma tercepat dan terakurat di…

Home Credit Wujudkan Mimpi Pelanggan Setia

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, Home Credit Indonesia sebagai perusahaan pembiayaan multiguna inklusif berbasis teknologi, memberikan kejutan spesial kepada para…

Dilanda Pandemi Covid-19 - MDRT Indonesia Optimis Capai 3500 Anggota

Kendati dihantui sentimen negatif dari pandemi Covid-19, namun kondisi tersebut tidak mempengaruhi minat agen asuransi profesional untuk menjadi anggota Million…