Pasar Modal di Sulteng - Transaksi Capai Rp 110 Miliar Perbulan

NERACA

Palu –PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi pasar modal di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencapai Rp110 miliar per bulan pada tahun 2019. “Transaksi pasar modal di Sulteng masih didominasi Kabupaten Tolitoli sekitar Rp39 miliar per bulan, disusul Kota Palu Rp34 miliar per bulan dan Luwuk, Kabupaten Bangai sekitar Rp7 miliar dan sisanya masih di bawah Rp4 miliar per bulan,”kata Kepala Perwakilan BEI Sulteng, Dendi Faisal Amin di Palu, kemarin.

Disampaikannya, nilai transaksi hingga ratusan miliar di BEI untuk ukuran daerah di provinsi tersebut meningkat, namun jika dibandingkan dengan nilai transaksi secara nasional, Sulawesi Tengah masih jauh di bawah.”Rata-rata transaksi nasional sekitar Rp8 triliun per hari. Transaksi kita di daerah masih sangat jauh dan ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi kami bagaimana meningkatkan investasi di pasar modal agar nilai transaksi dapat meningkat," ungkapnya.

Dia menilai, meningkatnya capaian nilai transaksi tahun 2019 dipengaruhi hadirnya dua galeri investasi pasar modal  kerja sama antara BEI dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu. Di mana galeri investasi BEI sebagai sarana edukasi serta sarana memperkenalkan pasar modal sejak dini kepada dunia akademik dikemas dalam konsep 3 in 1 yang merupakan kerja sama antara BEI, perguruan tinggi dan perusahaan sekuritas.

Menurutnya, semakin banyak pegusaha maka nilai transaksi pun akan semakin meningkat. Oleh karena itu, dirinya berharap tahun ini nilai transaksi pasar modal jauh lebih baik dari tahun sebelumnya, dalam artian bisa meningkat secara signifikan. “Rencananya kami akan mendirikan galeri investasi bekerja sama dengan pemerintah daerah," katanya.

Apalagi, beberapa waktu lalu BEI telah berkomunikasi dengan pemerintah Sulteng. Dari komunikasi itu mendapat respons baik dan bahkan Gubernur Sulteng Longki Djanggola meminta BEI untuk memperkenalkan pasar modal kepada Aparatur Silpil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah di samping mencegah masuknya investasi bodong yang mengatasnamakan saham.

Kata Dendi Faisal Amin, tahun ini pihaknya menargetkan 1.500 investor baru pada pasar saham di provinsi tersebut dan rencananya akan membuka galeri investasi bursa di sejumlah instansi pemerintah.”Tentunya dengan target ini diharapkan pertumbuhan transaksi pasar modal ikut meningkat dan memberikan dampak yang signifikan," jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, sekitar 33% investor pasar modal di Provinsi Sulawesi Tengah didominasi kalangan mileneal dari total 3.101 investor yang berinvestasi di pasar saham. Itu artinya di generasi mileneal berumur 18 sampai 25 tahun sudah melek investasi di bursa saham, apa lagi cukup dengan modal Rp100.000 sudah bisa menjadi pemegang saham.

Pertumbuhan investor bursa saham di provinsi Sulawesi Tengah, lanjutnya, menunjukkan progres yang baik. Selain 33% investor mileneal, 20% lebih lainnya adalah investor dengan usia 25 sampai dengan 40 tahun yang memegang berbagai saham di pasar modal. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Pemilik Apartemen Essence Darmawangsa Tolak Proposal Perdamaian

Pemilik apartemen Essence Darmawangsa mengajukan penolakan terhadap proposal perdamaian yang telah diberikan oleh pihak PT. Prakarsa Semesta Alam (PSA). Sikap…

Tender TPPI Berjalan Secara Transparan dan Bersih

Kabar baik muncul dari rencana pembangunan pusat produksi olefin dan aromatik di kompleks PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Impian…

PT Timah Siap Lunasi Obligasi Rp 600 Miliar

NERACA Jakarta –Pangkas beban utang dan juga menunjukkan eksistensi bahwa PT Timah Tbk (TINS) masih menjalankan keberlangsungan usaha yang positif…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Pemilik Apartemen Essence Darmawangsa Tolak Proposal Perdamaian

Pemilik apartemen Essence Darmawangsa mengajukan penolakan terhadap proposal perdamaian yang telah diberikan oleh pihak PT. Prakarsa Semesta Alam (PSA). Sikap…

Tender TPPI Berjalan Secara Transparan dan Bersih

Kabar baik muncul dari rencana pembangunan pusat produksi olefin dan aromatik di kompleks PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Impian…

PT Timah Siap Lunasi Obligasi Rp 600 Miliar

NERACA Jakarta –Pangkas beban utang dan juga menunjukkan eksistensi bahwa PT Timah Tbk (TINS) masih menjalankan keberlangsungan usaha yang positif…