Permintaan Sarung Tangan MARK Meningkat - Dampak Wabah Virus di China

NERACA

Deli Serdang – Mewabahnya virus menyerupai SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) di China yang terus menular lebih luas dengan jumlah orang yang terinfeksi meningkat tiga kali lipat memberikan kkhawatiran. Apalagi China tidak memiliki penggunaan sarung tangan yang tinggi per kapita dibandingkan dengan negara-negara maju dikarenakan rendahnya tingkat kesadaran kesehatan mereka.

Kondisi ini akan memberikan berkah tersendiri bagi PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) sebagai produsen dan pemasok sarung tangan karet di dunia sebesar 35% dengan pangsa pasar utama Malaysia yang akan kebanjiran permintaan apabila wabah ini berkepanjangan. “Malaysia adalah pemasok sarung tangan terbesar di dunia dengan pangsa pasar sebesar 63% pada tahun 2019. Hal ini akan memberikan konstribusi kepada PT Mark Dynamics Indonesia Tbk dimana 90% pendapatan MARK berasal dari ekspor ke Malaysia sebesar 65%, Thailand sebesar 15%, dan sisanya ke China dan Vietnam.”kata Ridwan Goh, Presiden Direktur MARK dalam siaran persnya di Deli Sedang, kemarin.

Menurutnya, keyakinan permintaan sarung tangan karet bakal meningkat berdasarkan pengalaman wabah SARS yang sudah pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2003 dan analis dari CGS-CIMB memperkirakan permintaan sarung tangan global saat itu meningkat dari 12% menjadi 16% yang dimana konsumsi sarung tangan secara global bertumbuh secara konsisten dengan CAGR 8 hingga 10% per tahun.

Kata Ridwan Goh, kedepannya perseroan yakin bahwa virus ini akan memberikan dampak kesadaran kesehatan yang lebih tinggi terutama di negara-negara berkembang dan akan mendorong permintaan sarung tangan. Sebagai informasi, perseroan di kuartal tiga 2019 berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp 65,49 miliar yang meningkat sebesar 11,32% jika dibandingkan dengan kuartal III tahun 2018 sebesar Rp 58,83 miliar. Peningkatan laba komprehensif ini juga diiringi dengan peningkatan penjualan perseroan pada kuartal III tahun 2019 sebesar 11,13% menjadi Rp 267,21 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 240,44 miliar.

Dirinya menambahkan, penjualan yang diperoleh MARK pada kuartal III tahun 2019 ini merupakan 94,02% pasar ekspor dan sisanya sebesar 5,98% untuk pasar domestik. Nilai penjualan ekspor di kuartal III tahun 2019 lebih besar 9,98% dari penjualan ekspor di periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara konstribusi pasar ekspor pada triwulan III tahun 2018 mencapai 95,10% dari total penjualan. Hal ini menunjukkan bahwa perseroan berhasil meningkatkan nilai penjualan ekspor sekaligus meningkatkan pasar baru domestik.

Sesuai dengan beberapa pemberitaan media di Malaysia, dampak wabah virus menyerupai SARS ini ternyata berpengaruh positif pada emiten-emiten sarung tangan kesehatan di bursa saham Malaysia. Hal ini secara fundamental disebabkan karena ekspektasi pasar atas akan meningkatnya permintaan dari sarung tangan kesehatan. Dampak positif atas bursa saham negara tetangga ini diharapkan memberikan angin segar bagi emiten-emiten di bursa efek Indonesia, terutama emiten yang berhubungan dengan industri sarung tangan kesehatan seperti MARK.

BERITA TERKAIT

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…