Hari ke-2 WEF, Kemendag Tingkatan Kerja Sama Perdagangan

Swiss – Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam kunjungan ke Davos, Swiss untuk menghadiri pertemuan tahunan World Economy Forum (WEF) ke-50 siap meningkatkan perdagangan Indonesia dengan usaha global. WEF itu sendiri berlangsung dari tanggal 21-24 Januari 2020.

NERACA

Peningkatan kerja sama perdagangan yang maksimal dapat dilakukan dengan mewujudkan kolaborasi yang lebih erat antara Indonesia dengan negara-negara mitra dagang di pasar global. Hal tersebut diutarakan Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto dalam diskusi Ministerial Sessions di Davos, Swiss.

Diskusi panel tersebut berlangsung di Paviliun Indonesia di sela-sela World Economic Forum (WEF) 2020.

“Kolaborasi yang lebih erat harus dapat diwujudkan jika ingin memaksimalkan peningkatan kerja sama perdagangan. Semangat kolaborasi harus dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan bersama untuk menghadapi perubahan-perubahan ekonomi global,” jelas Agus.

Dalam paparannya yang bertajuk “Governments Strategy Advancing Nation’s Productivity and Export”, Mendag Agus menyatakan, saat ini Indonesia berkomitmen semakin aktif turut serta dalam perdagangan global.

Salah satu wujud komitmennya adalah Kemendag menargetkan penyelesaian lebih dari 20 perjanjian perdagangan internasional dengan negara-negara mitra dalam waktu lima tahun ke depan.

Kemendag juga berkomitmen meningkatkan daya saing produk-produk ekspor Indonesia dan membuka pasar-pasar baru untuk ekspor produk Indonesia di masa depan sebagai bagian dari rantai nilai global (global value chain).

Sementara itu, untuk menghadapi dinamika perdagangan global, Agus mengajak para buyer dan investor di WEF untuk bekerja sama meningkatkan daya saing perdagangan dan investasi di pasar global.

Selain Menteri Perdagangan, diskusi Ministerial Sessions juga menghadirkan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartato dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Dalam paparannya, Menko Airlangga menekankan pentingnya inovasi dan teknologi dalam perkembangan ekonomi termasuk penelitian dan pengembangan (research and development).

"Kunjungan kerja ke WEF 2020 ini adalah salah satu upaya kita untuk meningkatkan kerja sama perdagangan Indonesia, tidak hanya dengan mitra kerja pemerintah, tetapi juga dengan dunia usaha global," ujar Agus.

Lebih lanjut, pada kunjungan kerja kali ini, Agus juga dijadwalkan menghadiri beberapa pertemuan tingkat menteri di antaranya pertemuan informal tingkat menteri WTO (PITM), pertemuan menteri Cairns Group, pertemuan terbatas tingkat menteri yang membahas tentang niaga elektronik (e-commerce), pertemuan terbatas tingkat menteri yang membahas tentang investasi dan beberapa pertemuan bilateral lainnya.

“Selain menghadiri WEF, Indonesia bersama dengan anggota World Trade Organization (WTO) lainnya juga sepakat bertemu membicarakan persiapan Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-12 di Nur-Sultan, Kazakhstan Juni 2020 mendatang. Indonesia siap mengawal misi penyelesaian isu-isu WTO yang masih tertunda dan menjadi kepentingan nasional Indonesia,” ungkap Agus.

Beberapa isu tertunda WTO yang menjadi prioritas utama Indonesia adalah isu pertanian terkait cadangan pangan untuk ketahanan pangan (public stockholding for food security purposes/PSH) dan mekanisme pengamanan khusus (special safeguard mechanism/SSM), isu perikanan terkait subsidi perikanan (fisheries subsidies), isu niaga elektronik (e-comerce), isu fasilitasi investasi, isu hak kekayaan intelektual (HKI) nonviolation and situation complain, penyelesaian badan banding (appellate bodies) WTO dan isu perlakuan khusus dan berbeda (special and deferential treatment).

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mendorong ekspansi produk ekspor asal Jambi ke mancanegara dengan memanfaatkan berbagai program fasilitasi ekspor yang dimiliki kementeriannya.Salah satunya kopi, kayu manis, hingga timah.

“Kementerian Perdagangan memiliki banyak program fasilitasi ekspor, di antaranya program pelatihan ekspor dan impor, pelatihan desain produk, dan menggelar pertemuan dengan para pemangku kepentingan luar negeri,” kata Jerry.

Selain itu, menurut Jerry ada juga atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center sebagai perwakilan di luar negeri yang siap membantu para pelaku usaha dari Jambi dalam memasuki pasar internasional, yang harus dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekspor ke mancanegara.

“Provinsi Jambi memiliki beragam produk unggulan, mulai dari kopi, kayu manis, hingga timah. Namun sayangnya, produk-produk tersebut belum dipasarkan secara luas, konsumsinya sebatas di Provinsi Jambi saja. Ada juga yang dibeli pengusaha provinsi lain, tapi kemudian diberi merek dan dipasarkan dari provinsi lain tersebut,” jelas Jerry .

Sehingga dalam hal ini Jerry akan mengajak para pelaku usaha Jambi ikut serta dalam kunjungan kerja ke Hong Kong untuk menghadiri pembukaan Indonesian Chambers of Commerce pada Februari 2020.

Menko Perekonomian juga memaparkan kemajuan Kawasan Ekononi Khusus (KEK) di Indonesia baik yang fokus pada industri, logistik, maupun pariwisata. Menko Airlangga selanjutnya mengajak para investor berinvestasi di Indonesia dengan berbagai perbaikan kemudahan iklim investasi yang lebih menarik dan kondusif.

BERITA TERKAIT

Kemendag Merangkul Pemangku Kepentingan Kopi Promosikan IG

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) merangkul berbagai pihak untuk mempromosikan produk indikasi geografis (IG) seperti kopi arabika gayo di…

TEI ke-35 Berkonsep Virtual

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali meluncurkan pameran virtual Trade Expo Indonesia (TEI) ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada pada 10–16…

Selama Masa Transisi, Pupuk Bersubsidi Tetap Bisa Dibeli

NERACA JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan penyaluran pupuk bersubsidi akan tetap lancar dan efektif selama masa transisi implementasi…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Kemendag Merangkul Pemangku Kepentingan Kopi Promosikan IG

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) merangkul berbagai pihak untuk mempromosikan produk indikasi geografis (IG) seperti kopi arabika gayo di…

TEI ke-35 Berkonsep Virtual

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali meluncurkan pameran virtual Trade Expo Indonesia (TEI) ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada pada 10–16…

Selama Masa Transisi, Pupuk Bersubsidi Tetap Bisa Dibeli

NERACA JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan penyaluran pupuk bersubsidi akan tetap lancar dan efektif selama masa transisi implementasi…