Jaminan Stabiltas Ekonomi Terjaga - Aksi Beli Investor Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA

Jakarta- Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (13/1) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau didukung positifnya sentimen internal dan eksternal. IHSG Senin sore ditutup menguat 21,63 poin atau 0,34% ke posisi 6.296,57. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 7,27 poin atau 0,71% menjadi 1.025,29.

Kata analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama, secara garis besar para pelaku pasar mengapresiasi terkait dengan peran pemerintah dalam menjaga tingkat stabilitas fundamental makro ekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan.”Di sisi lain, para pelaku pasar global mengapresiasi terkait kondisi yang kondusif perihal dinamika politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah yang saat ini masih terkendali, serta menyambut kesepakatan perdagangan fase satu yang akan disahkan oleh AS beserta China pada 15 Januari 2020," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Secara sektoral, tujuh sektor naik dimana sektor aneka industri naik paling tinggi 1,03%, diikuti sektor konsumer dan infrastruktur masing-masing naik 0,85% dan 0,7%. Sementara itu, lima sektor lainnya turun dimana sektor industri dasar turun paling dalam yaitu minus 1,38% diikuti sektor pertanian dan sektor pertambangan masing-masing minus 1,02% dan minus 0,35%. Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau "net foreign buy" sebesar Rp251,66 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 500.964 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 10,3 miliar lembar saham senilai Rp6,71 triliun. Sebanyak 176 saham naik, 225 saham menurun, dan 147 saham tidak bergerak nilainya. Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Hang Seng ditutup menguat 316,74 poin atau 1,11% ke 28.954,94 dan indeks Straits Times melemah 4,88 poin atau 0,15% ke posisi 3.251,07. Sedangkan bursa saham Jepang libur.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 12,97 poin atau 0,21% ke posisi 6.287,91. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 3,57 poin atau 0,35% menjadi 1.021,59. Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan, pasar yang optimistis dengan adanya isyarat dari AS dan China dalam kesepakatan fase satu, menjadi katalis positif bagi pasar pekan ini.”Diperkirakan IHSG dalam perdagangan saham pada minggu ini terbuka menguat, tertopang oleh sentimen positif eksternal dan juga internal," ujar Alfiansyah.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kesepakatan dagang tahap pertama dengan China akan ditandatangani setelah 15 Januari 2020. Namun, kabar terakhir pihak Gedung Putih belum menanggapi permintaan untuk memberikan penjelasan soal komentar Trump tersebut. Kesepakatan tahap pertama, yang dicapai pada Desember 2019 diperkirakan berisi penurunan tarif serta peningkatan impor pertanian, energi dan produk-produk AS oleh China. Kesepakatan juga diperkirakan menyentuh sengketa soal hak cipta.

Trump juga mengisyaratkan kesepakatan fase dua dengan China baru akan diselesaikan pasca pemilihan presiden AS. Hal itu dilakukan untuk memberikan keuntungan negosiasi bagi Trump. AS akan segera mengirim orang untuk melakukan pembahasan dengan China usai menyelesaikan kesepakatan fase pertama.

 

BERITA TERKAIT

Bidik Potensi Pasar UMKM - EPAC Kembangkan Teknologi Digital Packaging

NERACA Jakarta – Resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan ekspansi bisnis…

Penjualan Obat Tumbuh 28,97% - Phapros Masih Derita Rugi Rp 13,08 Miliar

NERACA Jakarta – Bisnis farmasi milik PT Phapros Tbk (PEHA) di kuartal pertama 2020 masih positif. Dimana anak usaha dari…

Penjualan Lesu Imbas Corona - Matahari Departement Merugi Rp 93,95 Miliar

NERACA Jakarta –Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap bisnis ritel, termasuk PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) yang terkoreksi pencapaian kinerjanya…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bidik Potensi Pasar UMKM - EPAC Kembangkan Teknologi Digital Packaging

NERACA Jakarta – Resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan ekspansi bisnis…

Penjualan Obat Tumbuh 28,97% - Phapros Masih Derita Rugi Rp 13,08 Miliar

NERACA Jakarta – Bisnis farmasi milik PT Phapros Tbk (PEHA) di kuartal pertama 2020 masih positif. Dimana anak usaha dari…

Penjualan Lesu Imbas Corona - Matahari Departement Merugi Rp 93,95 Miliar

NERACA Jakarta –Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap bisnis ritel, termasuk PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) yang terkoreksi pencapaian kinerjanya…