Bantuan Pembangunan Jogging Track - Menggali Potensi Ekonomi Lewat Revitalisasi Sungai Cisadane

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan pada lingkungan dan upaya menciptakan taman kota yang ramah bagi pengguna jalan kaki, PT Jasa Marga mengaku siap membantu dalam menyediakan fasilitas di bantaran sungai Cisadane di Kota Tangerang, Banten berupa pembuatan "jogging track" sepanjang 12 kilometer.”Kita siap membantu Pemkot dalam penataan bantaran Sungai Cisadane berupa pembuatan jogging track sepanjang 12 kilometer," kata Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani di Kota Tangerang, beberapa hari lalu.

Desi menuturkan, sesuai dengan arahan dari Stafsus BUMN Arya Sinulingga jika PT Jasa Marga diminta untuk terus melanjutkan program penataan bantaran Sungai Cisadane. Namun, program tersebut harus juga didukung oleh Pemerintah Kota Tangerang berupa lahan di bantaran yang dalam kondisi siap untuk ditata.

Jangan sampai nantinya, masih ada kendala yang dihadapi. Oleh karena itu, PT Jasa Marga dan Pemkot Tangerang kedepannya akan melakukan komunikasi lanjutan dalam program ini.”Intinya, jika ditanyakan mengenai kesiapan untuk kedepannya adalah PT Jasa Marga akan melanjutkan program penataan bantaran sungai cisadane. Tapi ini semua juga harus didukung oleh peran Pemkot dan warga setempat," ujarnya.

Desi menambahkan, penataan bantaran Sungai Cisadane telah dilakukan oleh PT Jasa Marga sejak lima tahun lalu. Pihaknya menyediakan kawasan khusus pohon dan juga sarana publik seperti PAUD, flying fox, amphitheater hingga wall climbing.”Kita juga akan membantu sarana pendidikan lainnya. Sebab CSR BUMN akan difokuskan pada bidang pendidikan," paparnya.

Plt Sekda Kota Tangerang, Tatang Sutisna mengaku senang dengan adanya program lanjutan dari PT Jasa Marga. Sebab penataan Cisadane memerlukan sinergi semua pihak. Namun, untuk pembuatan joging track juga akan dilakukan pendataan yang bisa dilakukan segera dalam waktu dekat dan keterlibatan warga setempat. Sebagai informasi, saat ini pemerintah Kota Tangerang tengah mempercantik dan mengembangkan potensi ekonomi sungai Cisadane.

Oleh karena itu, sejak Tahun 2015, Pemerintah Kota Tangerang dibawah kepemimpinan Arief R Wismansyah mulai melakukan perencanaan revitalisasi. Revitalisasi Sungai Cisadane diintegrasikan dengan konsep penataan Kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang. Arief ingin mewujudkan Water Front City sebagai program penataan kawasan pinggiran sungai oleh pemerintah kota. Pemkot Tangerang telah menggunakan sebagian ruas Sungai Cisadane berupa penyediaan fasilitas dan ruang publik.

 

Revitalisasi Sungai

 

Wujudnya menyerupai taman mini dilengkapi sejumlah bangku. Dengan Waterfront City, kawasan Pasar Lama dan sekitarnya bisa berkembang sebagai pusat perdagangan dan juga pusat taman wisata yang dilengkapi dengan pusat kuliner khas Kota Tangerang. Walikota Arief, yakin Sungai Cisadane nanti bisa menjadi ecopark dengan tanpa menghilangkan fungsi Cisadane sebagai sumber air baku masyarakat Tangerang. Untuk merealisasikan  Pemerintah Kota Tangerang sejak 2016 hingga 2018 telah melakukan merevitalisasi sepanjang bantaran sungai Cisadane yang melintasi Jalan Kali Pasir (Kelurahan Sukasari), Benteng Jaya (Kelurahan Sukarasa), Jalan Dadang Suprapto (Kelurahan Pasar Baru dan Grendeng).

Revitalisasi yang berbentuk pembangunan pedestrian, lengkap dengan ornamen lampu hias untuk memperindah wajah Sungai Cisadane yang dulu kumuh dan jorok. Kini upaya pemerintah Kota Tangerang untuk mengembalikan derajat Sungai Cisdane sudah membuahkan hasil. Jika kita berjalan-jalan sepanjang pinggir Sungai Cisadane khususnya di Jalan Kali Pasir, Benteng Jaya dan Jalan Dadang Suprapto telah tumbuh kafe-kafe yang menyediakan berbagai makanan dan minuman. Kafe-kafe itu menjadi tempat nongkrong anak-anak muda baik dari Kota Tangerang maupun luar daerah yang sedang plesiran. Perekonomian pun bergerak di pinggir sungai tersebut, mulai sore hingga larut malam.

Saat sore hari dan hari libur, kita bisa saksikan orangtua membawa anak-anak mereka menikmati senja dengan berbagai kegiatan. Saat malam terlihat lampu kelap kelip yang menghiasi pinggiran sungai. Ditambah dengan taman-taman mini yang dibangun membuat Sungai Cisadane menjadi areal publik yang indah untuk dikunjungi. Festival Cisadane 2019 bisa menjadi indikator. Event tahun ini telah masuk 100 Calender Of Event Kementrian Pariwisata.

Pemerintah Kota Tangerang, Banten, menggelar Festival Cisadane tahun 2019 yang berlangsung dari 26 Juli hingga 3 Agustus 2019, di Bantaran Sungai Cisadane. Festival ini menampilkan keberagaman budaya nusantara, aneka perlombaan air, serta hiburan pada jumat sore. Salah satu seni budaya asli Kota Tangerang yang ditampilkan adalah tarian Kolosal Sangego, tarian ini menggambarkan kemajemukan masyarakat Kota Tangerang yang dihuni lintas etnis dan budaya.

Gerakan tarian ini mengisahkan akti!tas sehari hari masyarakat Kota Tangerang yang menjadikan Sungai Cisadane sebagai salah satu sumber kehidupan. Walikota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan, festival tahunan Cisadane mampu membangun suasana kebersamaan dan mengajak masyarakat menjaga serta menjaga Sungai Cisadane dan budaya Kota Tangerang. “Kita ingin merawat dan melestarikan keberagamaan budaya yang ada di Kota Tangerang. Sekaligus mengingatkan kepada masyarakat pentingnya merawat sungai,” ungkap Arief.

Festival Cisadane berhasil menjadi simbol dan cerminan tentang proses sebuah akulturasi budaya, ser ta mere"eksikan orisinalitas, kemandirian, kearifan lokal untuk mewujudkan Kota Tangerang damai dan sejahtera.

 

 

BERITA TERKAIT

Digitalisasi Bawa Cuan Bagi Pedagang Saat Pandemi

Nyaris bangkrut dan terlilit utang puluhan juta karena tidak mampu bayar, derita yang harus diterima Diana (40) pedagang pakaian kaki…

Dorong Kemandirian dan Go Internasional - YDBA Bantu UMKM Kuliner Alat Pelatihan Memasak

Membangun kemandirian para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan menggali pontensi yang dimiliki selalu dilakukan Yayasan Dharma Bhakti…

Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun - Peduli Wings Group Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Membangun kesadaran pentingnya cuci tangan pakai sabun, terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang harus menjaga kebersihan seperti mencuci tangan menjadi…

BERITA LAINNYA DI CSR

Digitalisasi Bawa Cuan Bagi Pedagang Saat Pandemi

Nyaris bangkrut dan terlilit utang puluhan juta karena tidak mampu bayar, derita yang harus diterima Diana (40) pedagang pakaian kaki…

Dorong Kemandirian dan Go Internasional - YDBA Bantu UMKM Kuliner Alat Pelatihan Memasak

Membangun kemandirian para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan menggali pontensi yang dimiliki selalu dilakukan Yayasan Dharma Bhakti…

Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun - Peduli Wings Group Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Membangun kesadaran pentingnya cuci tangan pakai sabun, terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang harus menjaga kebersihan seperti mencuci tangan menjadi…