Wapres : Pengembangan UMKM Masuk dalam Draf Omnibus Law

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pengembangan UMKM akan masuk dalam draf omnibus law karena membutuhkan payung hukum yang kuat. "Supaya nanti payung hukumnya kuat, langkah yang akan dibuat itu masuk dalam ommibus law. Jadi ini terkoordinasi betul. Jadi ada sektor-sektor pariwisata, sektor-sektor pertanian. Sektor-sektor kelautan dan industri," ujar Ma'ruf.

Ia mengatakan, pengembangan UMKM membutuhkan sokongan berbagai kementerian seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi, Kementerian Pariwisata, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan selainnya. Pasalnya, kata Ma'ruf, UMKM bergerak di berbagai bidang.

Karena itu, selain membutuhkan suntikan dana, misalnya, UMKM dari sektor perikanan tentunya juga membutuhkan pembinaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal yang sama berlaku bagi UMKM yang bergerak di bidang pariwisata.

Mereka juga membutuhkan pembinaan dari Kementerian Pariwisata. "Jadi ini sudah disepakati polanya. Dan akan disusun seperti sedemikian rupa dan dilakukan kerja sama-sama (antarkementerian)," kata Wapres.

Sebelumnya, CEO PT Duta Sukses Dunia, yang juga Pengamat Digital, Yudi Candra, mengatakan, total UMKM yang ada sebesar 59.2 Juta berdasarkan data Kemenkop hanya 8 juta yang sudah melek digital . sebuah pencapaian mengingat kenaikan angka 4.1 juta atau lebih dari 2x lipat dari tahun sebelumnya 2018Tetapi tentunya masih jauh apabila mengingat bahwa itu hanya 14% dari total UMKM yang ada di Indonesia. “Masalah UMKM masih komplek. Apalagi memasuki era digital, oleh karenanya UMKM harus mendapat pendampingan dari pemerintah terutama kabinet baru agar bisa melek digital dan mampu memanfaatkan teknologi dengan maksimal,” katanya.

Menurutnyam sambung Yudi, berbicara mengenai ‘melek digital’ atau online pun perlu dicermati . Apakah hanya sebatas terdaftar di platform online? Apakah hanya memiliki social media atas nama UMKM ? atau hanya memiliki website. Karena online bukan berarti dapat menggunakan secara effektif dan aktif di dunia digital. “Pemanfaatan teknologi berbasis online harus bisa dicermati, UMKM harus mampu memanfaatkan itu, terutama untuk strategi pemasaran. Bukan hanya terdaftar saja. Tapi harus bagaimana memberikan pelatihan tentang pembuatan kontennya,” sambungnya.

Karena, faktanya berdasarkan data dari kemenperin di tahun 2018 , 96% UKM pengguna online masih belum sukses . Dan berdasarkan ranking digital dunia oleh imd-world-digital-competitiveness-rankings-2019, Indonesia berada di peringkat 56 dari total 63 negara di dunia. Di kawasan Asia Pacific, berada di ranking 13 dari total 14 negara. Khusus peringkat pelatihan digital berada di peringkat 61 dari total 63 negara di dunia. Bukan sesuatu yang membanggakan kita sebagai negara yang besar. “Hal ini menandakan bahwa masih banyak sekali pelatihan, training, coaching yang perlu dilakukan bukan hanya meningkatkan kesadaran pentingnya online tetapi juga bagaimana memanfaatkan dan disiplin belajar dan mengaplikasikan berjualan di ranah digital,” uajranya.

Selain sektor digital, Di lapangan, banyak UMKM mengeluhkan kesulitan permasalahan modal sebagai kendala no 1 untuk berkembang. Faktanya di lapangan banyak yang diberikan bantuan modal dan uang pun tidak berhasil karena tidak mengerti management dan mampu untuk mengelolanya. Diperlukan pelatihan yang massif, riil, berkualitas, mudah dipraktekkan dengan bahasa sederhana tanpa banyak theory untuk pengusaha UMKM untuk meningkatkan kemampuan mereka berkompetisi di era 4.0 ini. “Banyak harapan bahwa di era ke dua pemerintahan Jokowi , fokus kepada peningkatan kemampuan SDM dan enterpreneurship akan terealisasikan,” tukasnya.

BERITA TERKAIT

Tips Bisnis Frozen Food Rumahan

    NERACA   Jakarta - Penyebaran virus corona atau Covid-19 masih tinggi. Virus mematikan itu belum ada tanda-tanda akan…

Tingkatkan Daya Saing, ISC Beri Pelatihan Pada Pelaku UMKM

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) digadang-gadang menjadi pilot perekonomian Indonesia. Namun begitu masalah yang membelit para pelaku UMKM menjadikan usaha…

Mencicipi Gurihnya Usaha Nasi Uduk Palagan

Siapa yang tidak suka nasi uduk? Makanan otentik Indonesia ini tentunya digemari banyak kalangan, rasanya yang gurih membuat nasi uduk…

BERITA LAINNYA DI Keuangan

Tips Bisnis Frozen Food Rumahan

    NERACA   Jakarta - Penyebaran virus corona atau Covid-19 masih tinggi. Virus mematikan itu belum ada tanda-tanda akan…

Tingkatkan Daya Saing, ISC Beri Pelatihan Pada Pelaku UMKM

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) digadang-gadang menjadi pilot perekonomian Indonesia. Namun begitu masalah yang membelit para pelaku UMKM menjadikan usaha…

Wapres : Pengembangan UMKM Masuk dalam Draf Omnibus Law

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pengembangan UMKM akan masuk dalam draf omnibus law karena membutuhkan payung hukum yang kuat. "Supaya…