Pemprov Banten Serahkan Raperda Penyertaan Modal BUMD Agrobisnis

Pemprov Banten Serahkan Raperda Penyertaan Modal BUMD Agrobisnis  

NERACA

Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyerahkan nota pengantar rancangan peraturan daerah (Raperda) penyertaan modal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Agrobisnis Banten Mandiri untuk selanjutnya dibahas oleh DPRD Banten.

Pengantar Raperda tersebut disampaikan Sekda Banten Al Muktabar dalam rapat paripurna di DPRD Banten di Serang, Kamis (5/12).

Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, setelah Raperda tersebut dibahas di tingkat DPRD dan selanjutnya disahkan menjadi Perda Penyertaan Modal, maka Pemprov Banten selanjutnya bisa segera menggelontorkan penyertaan modal untuk PT Agrobisnis tersebut dalam APBD Banten 2020 sebesar Rp50 miliar.

"Secara bersamaan kita juga sedang seleksi untuk pengisian jabatan pimpinan atau direksi perusahaan daerah tersebut," kata Al Muktabar.

Al Muktabar mengatakan, dalam perda penyertaan modal tersebut direncanakan modal yang akan diinvestasikan oleh Pemprov Banten untuk PT Agrobisnis Banten direncanakan sebesar Rp300 miliar yang akan dikucurkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.

"Dalam perda tersebut kalau tidak salah diamanatkan sekitar Rp300 miliar secara bertahap. Kita mulai dengan Rp50 miliar mulai Tahun 2020," katanya.

Ia berharap keberadaan perusahaan daerah bidang agrobisnis di Banten, akan mampu membantu masyarakat terutama para petani untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil pertanian."Kita akan memulai usaha dari aspek pangan, terutama padi sawah. Baik dari aspek hukum dan hilir," kata Al Muktabar.

Untuk menyiapkan operasionalisasi perusahaan tersebut, kata dia, saat ini Pemprov Banten sudah menyiapkan lahan sekitar 10,2 hektare di wilayah Serang."Untuk kesiapan SDM-nya kita sedang melakukan seleksi untuk masing-masing dua orang direksi dan komisaris. Setelah ini terbentuk baru nanti menyusun struktur di bawahnya," kata Al Muktabar.

Wakil Ketua DPRD Banten yang memimpin rapat paripurna tersebut, Barhum mengatakan, DPRD Banten akan memulai pembahasan Raperda tersebut pada Selasa pekan depan."Kita agendakan untuk rapat paripurna pembahasan Raperda ini pada Selasa pekan depan," kata Barhum. Ant

 

 

BERITA TERKAIT

Untuk Menahan Inflasi Yang Tinggi, Sektor Ekonomi Harus Segera Dipulihkan - KABUPATEN KUNINGAN

NERACA Kuningan - Jika tidak mau terjadi tingginya inflasi maka sektor ekonomi harus segera dipulihkan paska Pandemi Covid-19, termasuk pemulihan…

Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp2,4 Juta Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

NERACA Jakarta - Program bantuan produktif untuk usaha mikro yang diberikan sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro disebut siap…

Kalak BPBD : Bencana Longsor Paling Banyak Terjadi - Sampai dengan Juli, Terjadi 116 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

NERACA Sukabumi - Bencana tanah longsor paling banyak terjadi di Kota Sukabumi, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Untuk Menahan Inflasi Yang Tinggi, Sektor Ekonomi Harus Segera Dipulihkan - KABUPATEN KUNINGAN

NERACA Kuningan - Jika tidak mau terjadi tingginya inflasi maka sektor ekonomi harus segera dipulihkan paska Pandemi Covid-19, termasuk pemulihan…

Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp2,4 Juta Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

NERACA Jakarta - Program bantuan produktif untuk usaha mikro yang diberikan sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro disebut siap…

Kalak BPBD : Bencana Longsor Paling Banyak Terjadi - Sampai dengan Juli, Terjadi 116 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

NERACA Sukabumi - Bencana tanah longsor paling banyak terjadi di Kota Sukabumi, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…