Dukung Pengembangan Starup - Telkom dan KB Financial Rilis Centauri Fund

NERACA

Jakarta – Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis digitalnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya MDI Ventures bersama dengan KB Financial Group, perusahaan asal Korea Selatan meluncurkan perusahaan dana modal ventura, Centauri Fund.

Achmad Sugiarto, Direktur Strategic Portfolio Telkom dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, peluncuran Centauri Fund adalah bentuk komitmen TelkomGroup dan KB Investment yang bertujuan untuk mengembangkan pengalaman kedua perusahaan terhadap ekosistem teknologi di Asia Tenggara, termasuk mendukung startup Indonesia dan kawasan.

Menurut Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, kerjasama antara Telkom dan KB Financial Group akan dapat memperkuat hubungan baik antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam hal pengembangan ekonomi digital. Selain itu juga kerjasama ini merupakan komitmen TelkomGroup dalam membangun perekonomian digital sejalan dengan tekad pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Nantinya, Centauri Fund akan berkantor di Jakarta, Indonesia, dan Seoul, Korea Selatan. Centauri Fund akan berinvestasi di Startup teknologi, termasuk teknologi keuangan, infrastruktur e-commerce, Software as a Service (SaaS), dan juga big data, di mana startup tersebut lebih lebih fokus pada pengalaman pelanggan atau customer experience.  

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Mahendra Siregar menyambut baik kerjasama ini. Dimana kehadiran Centauri Fund sebagai sarana baru untuk mendukung perkembangan startup di Indonesia dan di kawasan. “Saya melihat banyak potensi bagi investor internasional untuk berinvestasi di sektor digital Indonesia dan karenanya pemerintah mendukung penuh inisiatif TelkomGroup ini,” ujar Mahendra Siregar.

Sebagai bagian dari badan pengawas, lanjutnya, pihaknya akan terus memperbaiki kemudahan berinvestasi di Indonesia sehingga akan ada ekosistem startup yang kondusif di seluruh aspek mulai dari peraturan dan pengawasan, insentif, penelitian dan pengembangan, serta modal manusianya untuk memastikan bahwa Indonesia dapat berkompetisi dengan negara-negara tetangga.

Asia Tenggara adalah wilayah berikutnya di dunia yang mengalami gelombang yang dikenal sebagai "hypergrowth" atau pertumbuhan yang super cepat yang merefleksikan perkembangan ekonomi yang didorong oleh teknologi. Kondisi ini ditandai dengan kebangkitan kelompok populasi berpenghasilan menengah seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital yang mampu menyatukan perekonomian nasional yang sebelumnya terfragmentasi, sehingga menjadi ekonomi yang lebih homogen.

 

BERITA TERKAIT

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…