Satu Regulasi untuk Sejuta Masalah Rokok

Satu Regulasi untuk Sejuta Masalah Rokok

NERACA

Jakarta – Kampanye serentak #SatuPuntungSejutaMasalah telah dimulai di 9 Kota di Indonesia pada 24 November. Inisiator kampanye adalah Pembaharu Muda (PM), yakni 20 anak muda dari 20 kota, yang aktif melakukan aksi mendukung pengendalian tembakau untuk melindungi anak Indonesia dari dampak rokok, melalui aktivitas berbasis media sosial.

Kesembilan PM telah mengawali kampanye di kota masing-masing, yakni di kota Tangerang, Bogor, Jogjakarta, Surabaya, Surakarta, Banjarmasin, Luwuk (Banggai), Mataram dan Jayapura. Mereka bersama-sama teman, organisasi dan komunitas memungut sampah puntung rokok di berbagai lokasi tempat orang ramai beraktivitas, diantaranya taman kota, taman bermain anak, tempat olahraga, kawasan Malioboro, jalanan dekat perkampungan padat penduduk, jalanan di lingkungan sekolah, kampus, dan area dekat pedagang kaki lima. Sebanyak 50 komunitas terlibat dalam kampanye #SatuPuntungSejutaMasalah di 9 Kota tersebut, dan sudah terkumpul kurang lebih 80.000 sampah puntung rokok.

Pekan ini kampanye akan berlanjut ke kota Jakarta, Padang, dan Indramayu. Diawali oleh Priska Maya Putri, PM asal Jakarta, yang melakukan aksi di area Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Priska berkolaborasi dengan komunitas Jakarta Osoji Club (JOC), Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) dan Himpunan Qori dan Qoriah Mahasiswa (Hiqma) UIN Jakarta. Pilihan Maya melakukan aksi di area GBK didasari keprihatinan masih banyaknya orang merokok di sarana olahraga tersebut.

“Di akhir pekan GBK sering dipadati keluarga yang jogging dan bersepeda bareng. Orang tua kadang membawa anak-anaknya ke GBK untuk kumpul bareng, tidak cuma untuk olahraga. Sementara di sana banyak orang dewasa merokok dan membuang puntungnya sembarangan,” kata mahasiswa UIN Jakarta ini.

Maka, bersama komunitas JOC, Himatika dan Hiqma UIN, Priska memulai kampanye #SatuPuntungSejutaMasalah pada Sabtu sore, (7/12). Selama satu jam mereka menyisir area depan GBK, memunguti sampah puntung rokok di kawasan olahraga tersebut. Hasilnya, terkumpul 1.900 puntung rokok.

“Selama menyisir area depan GBK tadi kami bertemu banyak sekali orang tua membawa anak. Saya perkirakan ada sekitar 50 keluarga yang kami jumpai,” kata Maya.

Ia menegaskan, puntung rokok adalah masalah banyaknya orang terpapar asap rokok.“Data dari Global Youth Tobacco Survey (GYTS) menyebutkan 78% remaja terpapar asap rokok di tempat umum. Banyaknya puntung rokok yang kami temukan di area GBK membuktikan fakta bahwa anak-anak dan remaja memang rentan terpapar asap rokok,” tegasnya.

Ia bersama komunitas JOC, Himatika dan Hiqma UIN, mendorong DPRD DKI segera membahas raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di DKI Jakarta.“Kami mendorong DKI segera memiliki Perda KTR karena aturan tentang Kawasan Dilarang Merokok (KDM) yang diatur dalam Pergub DKI nomor 50/2012, belum efektif mengatur larangan merokok di Jakarta,” kata peserta Delegates Indonesia 7th Asean Future Leader Summit, di Malaysia ini.

Bersama Maya ada Octaviani Pembaharu Muda kota Indramayu, yang akan melakukan aksi Sabtu mendatang (14/12), serta Annysa Kurnia Sandra, Pembaharu Muda kota Padang, yang memulai kampanye #SatuPuntungSejutaMasalah Minggu sore, (8/12).

Annysa berkolaborasi dengan 25 komunitas anak muda kota Padang, antara lain Forum Anak Sumatera Barat, Forum Anak kota Padang, Forum Osis kota Padang, Gerakan muda tolak jadi target industri rokok kota Padang (Germud), dan Ruandu. Tercatat 60 anak muda bergabung di sekitar lapangan GOR Haji Agus Salim kota Padang, mengikuti kampanye #SatuPuntungSejutaMasalah dengan menyisir area lapangan GOR.

“Kami memilih lokasi aksi di GOR Haji Agus Salim karena di sana setiap minggu pagi dipenuhi masyarakat yang berolahraga. Dan sejauh ini kami sering melihat banyak orang dewasa merokok dan membuang puntungnya sembarangan,” kata pegiat Germud kota Padang ini. Dari hasil menyisir sekitar lapangan GOR Haji Agus Salim, 60 anak muda berhasil mengumpulkan 33.170 puntung rokok.

“Puntung rokok adalah masalah banyaknya konsumsi zat adiktif rokok. Banyaknya puntung rokok yang kami temukan di sekitar lapangan GOR Haji Agus Salim membuktikan fakta bahwa konsumsi rokok di Indonesia memang sangat tinggi,” kata Annysa. Ia mengutip data bahwa Indonesia adalah urutan ke-3 konsumsi rokok di dunia. Data Riskesdas 2013 menyebutkan perokok di Indonesia menghabiskan minimal 12 batang setiap hari. Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa industri rokok memproduksi rata-rata 338 miliar batang rokok untuk memenuhi adiksi lebih dari 90 juta perokok aktif di Indonesia.

Annysa menambahkan, persoalan puntung rokok hanya bisa ditanggulangi dengan Reduce, yaitu mencegah munculnya puntung rokok dengan mengurangi atau tidak mengkonsumsi rokok. Sepanjang tidak ada kebijakan pengendalian tembakau yang komprehensif, jumlah perokok di Indonesia masih tetap tinggi, dan limbah puntung rokok masih tetap bertumpuk.

“Karena itu, kami Pembaharu Muda mendorong pemerintah mengendalikan konsumsi rokok dengan cara membuat satu regulasi yang komprehensif yang mengatur sejuta masalah yang ditimbulkan dari puntung rokok. Mulai dari pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok, menaikan harga rokok semahal-mahalnya, membatasi akses mendapatkan rokok dan menerapkan Kawasan Tanpa Rokok,” pungkasnya. Mohar

 

BERITA TERKAIT

Legislator Apresiasi Kebijakan Keadilan Restoratif Jaksa Agung

NERACA Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari mengapresiasi langkah Jaksa Agung ST. Burhanudin yang telah mengeluarkan kebijakan…

Korlantas POLRI-Gojek Luncurkan Pelatihan Keselamatan Berkendara

NERACA Jakarta - Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas POLRI) bersama perusahaan transportasi daring dalam negeri, Gojek, meluncurkan pelatihan keselamatan…

Pakar: Revisi UU Kejaksaan Jangan Beri Kewenangan Berlebihan Jaksa

NERACA Jakarta - Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai revisi Undang-Undang (UU) Kejaksaan jangan sampai memberikan kewenangan…

BERITA LAINNYA DI Hukum Bisnis

Legislator Apresiasi Kebijakan Keadilan Restoratif Jaksa Agung

NERACA Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari mengapresiasi langkah Jaksa Agung ST. Burhanudin yang telah mengeluarkan kebijakan…

Korlantas POLRI-Gojek Luncurkan Pelatihan Keselamatan Berkendara

NERACA Jakarta - Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas POLRI) bersama perusahaan transportasi daring dalam negeri, Gojek, meluncurkan pelatihan keselamatan…

Pakar: Revisi UU Kejaksaan Jangan Beri Kewenangan Berlebihan Jaksa

NERACA Jakarta - Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai revisi Undang-Undang (UU) Kejaksaan jangan sampai memberikan kewenangan…