100 Persen Sampah Plastik Bisa Didaur Ulang

100 Persen Sampah Plastik Bisa Didaur Ulang

NERACA

Jakarta – Sebanyak 100 persen sampah plastik bisa didaur ulang yang menjadi barang yang bernilai tambah. Sampah plastik akan berbahaya bagi lingkungan dan mata rantai justru jika tidak dikelola dengan baik, melalui proses circular economy.

Zainal Abidin, MSc., Ph.D., ahli plastik dari ITB menyatakan hal tersebut dalam diskusi publik dengan tema “Potensi Ekonomi dari Pengelolaan Sampah Plastik,” yang digelar oleh Komunitas Plastik untuk Kebaikan di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta, Selasa (19/11).

Zainal mencontohkan, penggunaan PET (polyethylene Terephthalat ) di Indonesia sebanyak 350,000 ton setahun. Yang bisa didaur ulang 216,047 ton. Tersisa 30% lebih. Ini harus menjadi konsern Pemerintah supaya bisa terolah, bukan dengan melarang penggunaan plastik.

Pemerintah seharusnya melakukan tata kelola sampah plastik secara circular economy. Tidak sekadar kumpulkan sampah di TPS lalu buang ke TPA.“Itu cara kuno. Paradigma baru adalah pilah, kumpulkan, proses jadi barang bernilai tambah, lalu jual. Ini namanya profit center,” kata dia.

Sementara itu Koordinator Komunitas Plastik untuk Kebaikan, Eni Saeni menyatakan, komunitasnya melakukan edukasi dengan paradigma baru tersebut. Ternyata, banyak kendala dihadapi, sebagian masyarakat enggan memilah sampah plastic di rumah, karena gerobak sampah mengambilnya, mereka mencampurnya dengan sampah lain.

“Kami membuat gerakan memilah sampah agar sampah bisa dikelola dengann baik. Pemerintah harus turun tangan dalam tata kelola ini. Masyarakat, komunitas, bank sampah, pemulung dan industri daur ulang sudah melakukannya, tinggal dari pemerintahnya bagaimana?” kata Eni.

Komunitas Plastik untuk Kebaikan telah melakukan gerakan edukasi pilah plastik dengan insentif tukarkan sampah plastik dengan sembako. Hasilnya dalam 2 jam terkumpul 7 kantong besar sampah plastik di CFD pada 10 November 2019 lalu dan pada hari itulah, Komunitas dideklarasikan.

Sementara itu, Prispoly Lengkong, Ketua Pemulung Indonesia (IPI) yang menjadi pemateri menambahkan, ada 3,7 juta orang di 25 provinsi yang terlibat di rantai pengepul. Dia minta Pemerintah mendorong tata kelola sampah plastik, agar tidak ada sampah plastik yang terbuang ke tanah dan air yang mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Adapun pemateri lain, Ketua Asosiasi Daur Ulang Indonesia (ADUPI) Christine Halim menyatakan pemerintah harus memberikan insentif kepada industri daur ulang, karena industri ini memiliki tugas menjaga lingkungan. Industry daur ulang terhubung dengan pemulung, pengepul, bank sampah untuk mendapatkan bahan baku.

Christine juga menyayangkan di Indonesia, hingga kini belum ada peraturan pemerintah, dimana semua kemasan harus recycle atau ada konten recycle. Di Uni Eropa, negara Jerman, barang-barang yang diproduksi harus mengandung 25% recycle content.“Mereka menciptakan kebutuhan dari produk daur ulang, ini sangat beda dengan di kita,” kata Christine Hakim.

Endang Truni Tresnaingtyas, Direktur Bank Sampah Induk Patriot Bekasi juga berharap ada dukungan dari pemerintah untuk bisa mengakselerasi tumbuhnya bank sampah.“Membangun budaya memilah di masyarakat juga harus diberi insentif untuk menumbuhkan kesadaran bahwa sampah plastik memiliki nilai ekonomi,” kata dia.

Tianingsih Permata Sari, Kasi Daur Ulang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang juga sebagai pembicara dalam diskusi ini menyatakan terkait dengan larangan penggunaan botol plastik, pemerintah tidak pernah menggunakan ssatu pendekatan saja dalam menangani sampah plastik.

“Ini bagian dari reduse, dimana konsumsi sampah tiap orang dikurangi. Pendekatan lain adalah reuse dan recycle,” kata dia. Mohar

BERITA TERKAIT

PNM Makassar Gandeng BP-Jamsostek Lindungi 150 Warga Prasejahtera

PNM Makassar Gandeng BP-Jamsostek Lindungi 150 Warga Prasejahtera   NERACA Makassar - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero cabang Makassar menggandeng…

Kemenkop Targetkan Peningkatan Kontribusi UMKM Terhadap PDB dan Ekspor

Kemenkop Targetkan Peningkatan Kontribusi UMKM Terhadap PDB dan Ekspor NERACA Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebutkan, pada…

Dua Tersangka NUSP-2 Kembalikan Kerugian Uang Negara - Hari Antikorupsi, Kejari Kota Sukabumi Bagi-Bagi Stiker

Dua Tersangka NUSP-2 Kembalikan Kerugian Uang Negara Hari Antikorupsi, Kejari Kota Sukabumi Bagi-Bagi Stiker NERACA Sukabumi - Selama tahun 2019,…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

CATCHPLAY Perbarui Mereknya Menjadi “CATCHPLAY+” - Umumkan Penayangan Eksklusif Film Bebas Februari 2020

CATCHPLAY Perbarui Mereknya Menjadi “CATCHPLAY+” Umumkan Penayangan Eksklusif Film Bebas Februari 2020 NERACA Jakarta - Layanan konten hiburan digital Asia…

Transformasi Bukalapak, Selaras Tren Suksesi Perusahaan IT Ternama

Transformasi Bukalapak, Selaras Tren Suksesi Perusahaan IT Ternama  NERACA Jakarta – Tren suksesi kepemimpinan nampaknya sedang marak dilakukan oleh berbagai…

Prof. Rajab Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Universitas Moestopo

Jakarta-Pakar komunikasi Prof. Dr. Rajab Ritonga mengungkapkan, saat ini belum ada standar pendidikan calon wartawan yang rigid. Siapapun boleh menjadi…